Wartatrans.com, ACEH — Gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan cara masyarakat Indonesia bertahan dan bangkit bersama. Gotong royong menjadi kekuatan utama bangsa—bahkan menjadi salah satu fondasi lahirnya kemerdekaan Indonesia.
ASAR Humanity menginisiasi gerakan “Gotong Royong Negeri, Sumatera Bangkit Kembali”, sebuah movement campaign untuk mendampingi pemulihan masyarakat pascabencana banjir di Sumatera, dengan fokus awal di wilayah Aceh.

“Pemulihan tidak bisa dikerjakan sendirian. Ia membutuhkan waktu, tenaga, dan kebersamaan. Gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat kita sejak dulu, dan nilai itulah yang ingin kami hidupkan kembali hari ini,” ujar Purwadi Nugroho, Direktur Komunikasi & Media ASAR Humanity di Aceh, beberapa waktu lalu.
Purwadi menegaskan, setiap elemen masyarakat memiliki ruang untuk ikut bergotong royong dalam gerakan ini.

“Siapa pun bisa terlibat. Teman-teman ojek daring bisa menyisihkan sebagian rezekinya dari setiap order, komunitas musisi bisa bergerak lewat karya, tukang cukur bisa berbagi dari setiap layanan, dan masyarakat luas bisa berkontribusi melalui donasi, ide, tenaga, doa, hingga menyebarkan narasi kebaikan di media sosial. Inilah gotong royong,” tegasnya.
ASAR Humanity melakukan pemetaan area terdampak untuk memastikan setiap aksi pemulihan berjalan tepat guna, bermartabat, dan berkelanjutan—tanpa memaksakan proses di wilayah yang belum siap memasuki tahap pemulihan.
Fokus utama gerakan ini adalah manusia dan keberlanjutan. Tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan aktivitas hidup warga, menguatkan peran masyarakat sebagai pelaku utama pemulihan, serta menumbuhkan kembali rasa kebersamaan pascabencana.
Aceh dipilih sebagai fokus awal karena luasnya dampak banjir dan kompleksitas pemulihan yang dibutuhkan. Ke depan, gerakan ini diharapkan dapat diperluas dan direplikasi ke wilayah lain di Sumatera sesuai dengan kondisi dan kesiapan lapangan.
“Bangsa ini memiliki portofolio gotong royong negeri yang hebat dari masa ke masa, terlebih saat dilanda bencana. Dari mulai tsunami Aceh, gempa bumi-tsunami dan liquifaksi di Palu, Sigi, Donggala, hingga gempa Lombok dapat kita pulihkan kembali dengan gotong-royong negeri,” lanjut Purwadi.

Pekan ini, ASAR Humanity mulai mengaktivasi rangkaian kampanye Gotong Royong Negeri, Sumatera Bangkit Kembali melalui berbagai kanal komunikasi, kolaborasi lapangan, dan konten kreatif. Salah satu aksi awal yang dilakukan adalah aktivasi gotong royong di Aceh berupa kegiatan bersih-bersih desa bersama masyarakat dan relawan, sebagai simbol dimulainya proses pemulihan yang dikerjakan bersama.
Melalui gerakan ini, ASAR Humanity berharap pemulihan pascabencana tidak berhenti sebagai rangkaian aksi jangka pendek, melainkan tumbuh menjadi gerakan kolektif bangsa yang menghidupkan kembali solidaritas sosial dan semangat gotong royong sebagai solusi bersama menghadapi bencana.*** (Septiadi)










