Menu

Mode Gelap
Indonesia AirAsia Sabet Penghargaan Best Low-Cost Airline di Indonesia dari Skytrax TNI AL Resmi Beri Nama KRI Sriwijaya-100 untuk Armada Barunya Dampak Aksi Unjuk Rasa, 8 Layanan TransJakarta Disesuaikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Latihan Penanganan Keadaan Darurat Peringati Hari Tani Nasional, Tani merdeka Indonesia Aceh tengah Dorong Pertanian Merdeka dan Sejahtera Puluhan Ambulans Sampai Kewalahan Membawa Ratusan Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang

BANDARA

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Latihan Penanganan Keadaan Darurat

badge-check


 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Latihan Penanganan Keadaan Darurat Perbesar

Wartatrans.com, TANGERANG – Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggelar Latihan Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) 2026, Kamis (24/9/2026).

Ini sebagai upaya memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kondisi darurat, response time yang cepat sekaligus menguji efektivitas koordinasi dalam penanganan hingga pemulihan operasional bandar udara.

Pelaksanaan AEE dan ACE merupakan bagian dari pemenuhan ketentuan dan standar penanggulangan keadaan darurat penerbangan yang mengacu pada ketentuan Dokumen International Civil Aviation Organization (ICAO), serta regulasi nasional.

Seperti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 140 Tahun 2015 tentang Program Penanggulangan
Keadaan Darurat Keamanan Penerbangan Nasional.

“Melalui pelaksanaan AEE dan ACE ini, terdapat tiga fungsi utama yang menjadi fokus pengujian, yaitu 3C: Command, Communication, & Coordination,” jelas General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi.

Ketiganya menjadi bagian penting dalam memastikan setiap unsur dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara efektif, mulai dari pengambilan keputusan dan kendali operasi (Command), penyampaian informasi secara cepat dan akurat (Communication), hingga keterpaduan tindakan antarunsur yang terlibat
(Coordination).

Dalam latihan tersebut, disimulasikan dua kondisi darurat, yaitu kecelakaan pesawat di Runway 07L dan tindakan melawan hukum berupa penyanderaan di Central Corridor Terminal 1C.

Dia mengatakan, AEE dan ACE menjadi bagian penting dalam memastikan setiap unsur memahami peran dan tanggungjawabnya ketika menghadapi situasi darurat.

“Keadaan darurat membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Melalui latihan ini, kami memastikan setiap unsur terkait memahami perannya dan seluruh prosedur dapat dijalankan dengan baik ketika dibutuhkan,” ujar Heru.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), Aviation Security (Avsec), Airside Operation, Landside Operation, Otoritas Bandara, Airnav Indonesia, Kepolisian, TNI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), Maskapai, serta sejumlah rumah sakit.

Pada skenario kecelakaan pesawat, penanganan mencakup respons awal, pemadaman dan penyelamatan, evakuasi penumpang, penanganan medis, hingga pemeriksaan dan pemulihan fasilitas bandara.

Sementara pada skenario tindakan melawan hukum berupa penyanderaan di Terminal 1C, rangkaian penanganannya meliputi pengamanan dan sterilisasi area, evakuasi pengguna jasa, penanganan korban, koordinasi dengan aparat penegak hukum,
hingga pemulihan kondisi setelah situasi dinyatakan aman.

Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyampaikan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pengguna jasa selama pelaksanaan latihan.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan memerhatikan aspek keselamatan dan keamanan serta diupayakan agar tidak mengganggu pelayanan dan operasional penerbangan.

Melalui AEE dan ACE 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus
memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat sekaligus memastikan penanganan dan pemulihan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. (omy)

 

Baca Lainnya

GMFI dan FTAI Perkuat Kolaborasi Bisnis Perawatan Mesin Pesawat

24 September 2026 - 14:56 WIB

Kemenhub Terus Pantau Dampak Karhutla pada Penerbangan di Kalimantan

23 September 2026 - 03:52 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Kemenhub Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kondisi Darurat di Bandara APT Pranoto

19 September 2026 - 13:44 WIB

Bandara Ngurah Rai Sambut Penerbangan Perdana Super Air Jet dari Bandung

19 September 2026 - 06:55 WIB

Ada Sejumlah Posisi Ditawarkan, AirNav Buka Rekrutmen Karyawan

18 September 2026 - 17:44 WIB

Bandara Husein Hadirkan Rute Medan-Bandung dengan Super Air Jet

18 September 2026 - 17:13 WIB

Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil Ditjen Hubud dan DGAC Prancis

18 September 2026 - 17:03 WIB

Bandara Soetta, Ngurah Rai, Sepinggan, dan Ahmad Yani Raih Level 4 Akreditasi Customer Experience Dunia dari ACI

18 September 2026 - 15:17 WIB

Dampak Abu Gunung Lewotolok, Penutupan Bandara Wunopito Diperpanjang lagi

18 September 2026 - 12:14 WIB

Trending di BANDARA