Menu ✖

Mode Gelap
PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan di Tujuh Daerah Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031 Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

PERON

Banjir lagi Banjir lagi, Sejumlah KA Batal Berangkat

badge-check


 Banjir lagi Banjir lagi, Sejumlah KA Batal Berangkat Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — KAI Daop 4 Semarang menyampaikan bahwa pada Minggu (18/1/2026), sejumlah perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan sebagai dampak genangan air yang kembali terjadi pada petak jalan Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, tepatnya di Km 88+6/7.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, genangan air pada lokasi tersebut kembali mengalami kenaikan mulai Sabtu (17/1/2026) pukul 21.59 WIB. Minggu (18/1/2026) per pukul 07.01 WIB ketinggian genangan pada jalur hulu terpantau sekitar +10,2 cm di atas kepala rel, sementara pada jalur hilir mencapai sekitar +13,2 cm.

Banjir merendam jalur rel kereta.

Konfirmasi terakhir, beberapa daerah lain yang terhubung kereta juga mengalami musibah yang sama yaitu kepala rel tergenang air mencapai 10 hingga 13 sentimeter.

Kereta api dengan keberangkatan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 4 Semarang yang mengalami pembatalan antara lain KA Kaligung, KA Kamandaka, KA Argo Sindoro, KA Argo Muria, KA Tawangjaya Premium, KA Ambarawa Ekspres, dan KA Tegal Bahari.

Selain pembatalan sejumlah perjalanan, PT KAI juga menerapkan pola operasi memutar untuk KA Argo Bromo Anggrek, KA Sembrani, KA Jayabaya, serta KA Pandalungan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan karena sejumlah perjalanan KA terpaksa masih dibatalkan karena faktor keselamatan yang tidak mungkin diabaikan.

“Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama kami, sehingga pembatalan sejumlah KA masih harus dilakukan demi menghindari potensi risiko di lintasan,” kata Luqman.

Banjir yang melanda jalur kereta.

“PT KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.” lanjutnya.

Sebelumnya, banjir juga sempat menggenangi jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi sejak Sabtu (17/1/2026) dinihari. Ini sempat mengganggu perjalanan kereta jalur Pantura Jawa Tengah dari arah Barat ke Timur dan sebaliknya. Tapi pada sore harinya jalur kembali normal seiring surutnya banjir.

Namun malamnya hujan turun lagi melanda wilayah Pekalongan. Saking derasnya hujan mengakibatkan jalur rel kembali terendam. Sampai berita ini dibuat (18/1/2026) air belum surut ditambah langit masih mendung.***(Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

2 November 2026 - 19:28 WIB

Naik Kereta Saat Hamil Ada Aturannya, KAI Wajibkan Surat Kesehatan dan Pendamping

2 November 2026 - 10:46 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA

1 November 2026 - 17:22 WIB

Percaya Diri dan Disiplin Antar Andika Ageng Pamungkas Terpilih Jadi Spark KAI Services Oktober 2026

1 November 2026 - 06:55 WIB

Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru

31 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Bukan Sekadar Transportasi Murah, Ini Alasan Commuter Line Jadi Pilihan Warga

31 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KAI Commuter Luncurkan KMT Edisi Khusus Comifuro 23, Dibanderol Rp60 Ribu

31 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Jelang Libur Nataru, Menhub Dudy Instruksikan Rampcheck Seluruh Moda Transportasi

31 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Lima KA Bersejarah KAI Layani 1,25 Juta Pelanggan Sepanjang Januari–September 2026

30 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Trending di PERON