Menu

Mode Gelap
KRL Rangkasbitung Kembali Normal, 10 Perjalanan Sempat Terlambat hingga 52 Menit Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, DAMRI Perkuat Konektivitas ke Sejumlah Wilayah di Jawa Barat Masyarakat Bepergian Melonjak, DAMRI Layani Puluhan Ribu Pelanggan pada Libur Panjang Bulan Agustus 2026 ⁠Pelindo dan BNN Bekali Pelajar Pengetahuan tentang Bahaya Narkoba Tanta Ginting Tertantang Perankan Tan Malaka, Belajar Sejarah hingga Bangun Chemistry dengan Arswendy Bening Swara Citilink Salurkan 91,5 Ton Bantuan Gempa NTT melalui Delapan Penerbangan

ANJUNGAN

Respons Cepat Hadapi Lonjakan Logistik di Ketapang, Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali

badge-check


 Kapal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang Perbesar

Kapal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang

Wartatrans.com, BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus bergerak cepat merespons lonjakan arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang pascaberakhirnya kebijakan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas.

Lonjakan kendaraan, terutama truk logistik, ditangani melalui langkah taktis dan kolaboratif lintas sektor.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menegaskan, perusahaan mengedepankan penanganan terintegrasi untuk menjaga kelancaran lintas Ketapang–Gilimanuk.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Saat ini, ASDP bersama seluruh stakeholder terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” tutur Windy, Jumat (3/4/2026).

Dari dalam pelabuhan, percepatan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur.

Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang roda dua, roda empat, dan bus.

Sementara Dermaga 4 dan LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik. Skema ini efektif mengurangi mixing conflict, sehingga proses bongkar muat menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan, optimalisasi operasional juga dilakukan melalui penguatan ritme layanan kapal dan kesiapan fasilitas pendukung.

“Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah. Fokus kami adalah mempercepat turn around time kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” ungkapnya.

Di sisi eksternal, pengaturan lalu lintas diperkuat melalui koordinasi intensif bersama aparat berwenang.

Dukungan Mabes TNI dengan pengerahan 365 personel lintas matra menjadi elemen penting dalam menjaga kelancaran distribusi kendaraan menuju pelabuhan.

“Kami mengapresiasi dukungan TNI yang turut mempercepat penguraian antrean dan menjaga ketertiban arus kendaraan,” ujar Windy.

Pengendalian volume kendaraan juga diperkuat melalui optimalisasi buffer zone. Area Pusri difungsikan khusus untuk menampung hingga 150 truk sumbu tiga, sementara buffer zone Bulusan mampu menampung sekitar 600 unit truk campuran.

Langkah ini menjaga agar kepadatan tidak langsung terakumulasi di dalam kawasan pelabuhan.

Hingga Kamis (2/4) petang, antrean kendaraan dari arah utara terpantau mencapai Parasputih atau sekitar 7 km dari pintu masuk pelabuhan, didominasi kendaraan logistik.

Meski demikian, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak dengan waktu tempuh berkisar 20 hingga 35 menit.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada H+10 (1/4), tercatat 47.961 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+10, total pergerakan mencapai 761.391 penumpang dan 201.676 unit kendaraan, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di lintas Jawa–Bali.

ASDP menyatakan, kelancaran penguraian antrean juga sangat dipengaruhi oleh disiplin pengguna jalan.

Pengguna jasa, khususnya dari arah utara, diimbau untuk tidak melawan arus yang berpotensi memperparah kepadatan dan menghambat penanganan di lapangan.

Dengan penguatan operasional dan sinergi lintas sektor, ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali.

“Kami terus mengintensifkan kolaborasi agar kondisi segera normal. Dukungan dan kepatuhan pengguna jasa menjadi kunci percepatan penguraian antrean,” tutup Windy. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ASDP Sterilisasi Pelabuhan Merak, Perkuat Keselamatan dan Keamanan Kawasan

27 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi

26 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi

26 Agustus 2026 - 09:25 WIB

TNI AD dan AL Kerahkan Kapal Rumah Sakit ke NTT

25 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Menhub Dudy Instruksikan Peningkatan Keselamatan Bertransportasi di Kepulauan Riau

24 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

24 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pelindo Semai Harapan di Langowan melalui Relawan Bakti BUMN Batch IX

24 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Alhamdulillah, Operasional Transportasi di Wilayah Kalimantan Berjalan Normal

24 Agustus 2026 - 14:01 WIB

KSOP Muara Angke Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Pencegahan Kebakaran Kapal

23 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Trending di ANJUNGAN