Menu

Mode Gelap
Bantu Penanganan Pascagempa NTT, Ditjen Hubdat Optimalkan Angkutan Penyeberangan Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3 Perpres Ojol Masuk Tahap Final, Aturan Tarif hingga Pengantaran Barang dan Makanan Segera Terbit 17 Agustus Jadi Puncak Perjalanan, KAI Catat 216.158 Pelanggan dalam Sehari KAI Services Apresiasi Petugas yang Gagalkan Pencurian Kabel Persinyalan di Cikarang

ANJUNGAN

Bantu Penanganan Pascagempa NTT, Ditjen Hubdat Optimalkan Angkutan Penyeberangan

badge-check


 Alat berat diangkut kapal penyeberangan Perbesar

Alat berat diangkut kapal penyeberangan

Wartatrans.com, JAKARTA – Guna penanganan pascabencana gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), 15 Agustus 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengoptimalkan layanan angkutan penyeberangan selain bus perintis untuk menyalurkan bantuan logistik.

“Pada hari ini, melalui KMP Ile Ape, telah mengangkut dua unit alat berat excavator untuk bantuan evakuasi material akibat bencana gempa di wilayah Palue Kabupaten Sikka, NTT. Selain itu, kapal juga memuat penumpang anggota Polres Sikka dan lima orang dokter,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Ia menyebut, pengiriman alat berat melalui kapal penyeberangan ini diharapkan mampu membantu membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan akibat bencana gempa sehingga membuka akses konektivitas antarwilayah yang terisolasi.

Dalam hal ini, Ditjen Perhubungan Darat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT telah memperbantukan bus perintis untuk mendistribusikan bantuan dan membuka akses jalan serta lintasan penyeberangan.

“Kami terus berupaya untuk melayani lintasan penyeberangan perintis yang vital bagi Kabupaten Ende dan mendukung mobilitas dan distribusi bantuan/logistik pascabencana,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam memberikan penanganan terhadap jalan Trans Flores yang sebelumnya mengalami gangguan total.

Namun, kini berdasarkan hasil pemantauan dan verifikasi lapangan menunjukkan jalan tersebut dapat diakses kembali, sehingga distribusi logistik dapat berjalan.

“Pada kesempatan ini pun Kementerian Perhubungan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak di posko pengungsian Gelora Samador Maumere,” kata Dirjen Aan.

Kebutuhan pokok yang telah disalurkan antara lain ratusan paket beras lima kilogram, makanan kaleng serta ratusan dus mie instan dan air mineral ukuran 1.5L.

Dirjen Aan berharap dapat terus mengoptimalkan sarana dan prasarana transportasi darat demi percepatan penanganan wilayah yang terdampak bencana serta percepatan pendistribusian bantuan atau logistik bagi korban. (omy)

 

Baca Lainnya

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Perpres Ojol Masuk Tahap Final, Aturan Tarif hingga Pengantaran Barang dan Makanan Segera Terbit

18 Agustus 2026 - 20:36 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka dan 50 Tahun Gapasdap, Saatnya Transportasi Penyeberangan Berdiri Setara

18 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Melalui Pelabuhan Makassar, KM Tidar Angkut Bantuan TJSL PELNI Group ke NTT

18 Agustus 2026 - 16:00 WIB

FIFGROUP Dukung Lintangnusa Kibarkan Merah Putih dan Bawa Semangat Optimisme

18 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Menata Ulang Konektivitas Jawa–Sumatera: Urgensi UU Sistranas

18 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

18 Agustus 2026 - 06:40 WIB

ASDP Perkuat Konektivitas, Dorong Percepatan Distribusi Bantuan Gempa NTT

17 Agustus 2026 - 22:41 WIB

PELNI Mulai Angkut Bantuan Pascagempa NTT dengan KM Tidar

17 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Peringatan Hari Kemerdekaan RI, Kemenhub Jamin Akses Transportasi di Daerah Terdampak Bencana

17 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Trending di ANJUNGAN