Menu

Mode Gelap
KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026 PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

RAGAM

Bencana Aceh Tengah: Akses Terputus Total, Penyaluran Bantuan Terkendala

badge-check


 Bencana Aceh Tengah: Akses Terputus Total, Penyaluran Bantuan Terkendala Perbesar

Wartatrans.com ACEH — Sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan berada dalam kondisi darurat menyusul bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir pekan. Berdasarkan informasi lapangan yang dihimpun dari warga setempat, hingga Sabtu (29/11/2025) penyaluran bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat belum dapat dilakukan akibat akses transportasi dan jaringan komunikasi yang lumpuh.

Irwan, warga Takengon yang menjadi salah satu sumber informasi dari lokasi terdampak, menyampaikan bahwa hampir seluruh kawasan bencana mengalami kerusakan berat. “Semua lokasi terdampak bencana dalam kondisi sangat memprihatinkan. Belum ada bantuan dari provinsi maupun pusat yang masuk,” ujarnya.

Menurutnya, akses darat tidak dapat dilalui karena longsor terjadi di banyak titik sekaligus. “Jalan putus total di setiap titik dan puluhan jembatan dilaporkan rusak atau hilang. Kondisi komunikasi yang lumpuh juga menghambat pengiriman data lapangan,” kata Irwan.

Keterbatasan akses tersebut menyebabkan kebutuhan mendesak seperti bantuan medis dan bahan pangan belum dapat dipenuhi. Jalur udara disebut sebagai satu-satunya opsi yang memungkinkan. “Saat ini tidak memungkinkan menyalurkan bantuan melalui jalur darat. Bantuan belum dapat dikirim karena kondisi wilayah terisolasi,” tambahnya.

Keterlambatan laporan resmi dari pemerintah daerah ke pemerintah provinsi juga disebabkan oleh terputusnya jaringan komunikasi di sebagian besar wilayah bencana.

Wilayah yang dilaporkan mengalami dampak terparah yang berhasil dihimpun sementara menyebutkan sejumlah kecamatan berikut mengalami kondisi paling kritis:

1. Kecamatan Lut Tawar

2. Kecamatan Kebayakan

3. Kecamatan Pegasing

4. Kecamatan Celala

5. Kecamatan Silih Nara

6. Kecamatan Rusip Antara

7. Kecamatan Ketol

8. Kemukiman Pamar

9. Kecamatan Linge

10. Kecamatan Jagong Jeget

11. Kecamatan Bintang

12. Sebagian wilayah Kecamatan Bebesen

13. Kecamatan Kute Panang

Warga berharap penyaluran bantuan darurat dapat segera dilakukan melalui jalur udara sambil menunggu pembukaan akses darat dan pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026

27 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Trending di RAGAM