Menu

Mode Gelap
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo Bima Alfath Perkenalkan Single “Cinta Tak Bernyawa”, Siap Tampil Perdana di Panggung NEW CELEBRITY

RAGAM

Bencana Aceh Tengah: Akses Terputus Total, Penyaluran Bantuan Terkendala

badge-check


 Bencana Aceh Tengah: Akses Terputus Total, Penyaluran Bantuan Terkendala Perbesar

Wartatrans.com ACEH — Sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan berada dalam kondisi darurat menyusul bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir pekan. Berdasarkan informasi lapangan yang dihimpun dari warga setempat, hingga Sabtu (29/11/2025) penyaluran bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat belum dapat dilakukan akibat akses transportasi dan jaringan komunikasi yang lumpuh.

Irwan, warga Takengon yang menjadi salah satu sumber informasi dari lokasi terdampak, menyampaikan bahwa hampir seluruh kawasan bencana mengalami kerusakan berat. “Semua lokasi terdampak bencana dalam kondisi sangat memprihatinkan. Belum ada bantuan dari provinsi maupun pusat yang masuk,” ujarnya.

Menurutnya, akses darat tidak dapat dilalui karena longsor terjadi di banyak titik sekaligus. “Jalan putus total di setiap titik dan puluhan jembatan dilaporkan rusak atau hilang. Kondisi komunikasi yang lumpuh juga menghambat pengiriman data lapangan,” kata Irwan.

Keterbatasan akses tersebut menyebabkan kebutuhan mendesak seperti bantuan medis dan bahan pangan belum dapat dipenuhi. Jalur udara disebut sebagai satu-satunya opsi yang memungkinkan. “Saat ini tidak memungkinkan menyalurkan bantuan melalui jalur darat. Bantuan belum dapat dikirim karena kondisi wilayah terisolasi,” tambahnya.

Keterlambatan laporan resmi dari pemerintah daerah ke pemerintah provinsi juga disebabkan oleh terputusnya jaringan komunikasi di sebagian besar wilayah bencana.

Wilayah yang dilaporkan mengalami dampak terparah yang berhasil dihimpun sementara menyebutkan sejumlah kecamatan berikut mengalami kondisi paling kritis:

1. Kecamatan Lut Tawar

2. Kecamatan Kebayakan

3. Kecamatan Pegasing

4. Kecamatan Celala

5. Kecamatan Silih Nara

6. Kecamatan Rusip Antara

7. Kecamatan Ketol

8. Kemukiman Pamar

9. Kecamatan Linge

10. Kecamatan Jagong Jeget

11. Kecamatan Bintang

12. Sebagian wilayah Kecamatan Bebesen

13. Kecamatan Kute Panang

Warga berharap penyaluran bantuan darurat dapat segera dilakukan melalui jalur udara sambil menunggu pembukaan akses darat dan pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

Trending di RAGAM