Wartatrans.com, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat puncak arus balik Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada H2+1 atau Senin (23/3/2026), ditandai lonjakan keberangkatan penumpang dari sejumlah stasiun di wilayah tersebut.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan berdasarkan data final per Selasa (24/3/2026), total penumpang yang dilayani mencapai 31.024 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 17.404 penumpang berangkat dan 13.620 penumpang tiba.

“Volume keberangkatan tertinggi pada Senin (23/3) tercatat di Stasiun Madiun sebanyak 6.313 penumpang,” ujar Tohari, Selasa (24/3/2026).
Selain Stasiun Madiun, lonjakan keberangkatan juga terjadi di sejumlah stasiun lain, yakni Stasiun Kediri 1.476 penumpang, Stasiun Jombang 1.447 penumpang, Stasiun Tulungagung 1.428 penumpang, dan Stasiun Blitar 1.085 penumpang. Sisanya tersebar di delapan stasiun lainnya di wilayah Daop 7.
Sementara itu, pada Selasa (24/3/2026) hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 14.604 penumpang berangkat dan 10.747 penumpang tiba. Secara kumulatif selama masa Angkutan Lebaran 1447 H pada 11–24 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 126.191 orang, sedangkan penumpang yang tiba sebanyak 174.351 orang.
KAI Daop 7 Madiun juga mengingatkan penumpang untuk mematuhi ketentuan barang bawaan di tengah meningkatnya volume arus balik. Setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi maksimal 20 kilogram, volume 100 desimeter kubik, dan dimensi 70x48x30 sentimeter tanpa biaya tambahan.
Penumpang yang membawa bagasi melebihi ketentuan akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000 per kilogram untuk kelas eksekutif, Rp6.000 per kilogram untuk kelas bisnis, dan Rp2.000 per kilogram untuk kelas ekonomi.
KAI juga melarang sejumlah barang dibawa sebagai bagasi, antara lain binatang, narkotika, senjata api atau tajam, benda mudah terbakar atau meledak, serta barang yang berbau menyengat atau berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain.
“Apabila barang bawaan melebihi 40 kilogram atau berdimensi lebih dari 200 desimeter kubik, disarankan menggunakan layanan ekspedisi,” kata Tohari.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 7 Madiun menambah perjalanan kereta melalui pengoperasian KA Brantas Tambahan serta meningkatkan layanan di stasiun.(fahmi)





























