Menu

Mode Gelap
Catatan Pilo Poly: PPN XIV Menemukan Rumahnya di Aceh PNM dan Danantara Perluas Dampak Pemberdayaan, Jangkau 23,1 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro IPC TPK Gandeng Generasi Muda Jakarta Utara, Perkenalkan Industri Petikemas dan Perkuat Budaya Bersih KAI Daop 1: Insiden Eskalator Stasiun Bekasi Dipicu Penumpang Kehilangan Keseimbangan Stasiun JIS Layani Penumpang KRL, Angkut 2.000 Penumpang per Hari Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk, Layani Lebih dari 3,15 Juta Pergerakan Penumpang dalam Lima Bulan

PERON

Menikmati Lebaran Lebih Dekat, KA Lokal Hadirkan Perjalanan Hemat Penuh Cerita dan Keindahan Nusantara

badge-check


 Menikmati Lebaran Lebih Dekat, KA Lokal Hadirkan Perjalanan Hemat Penuh Cerita dan Keindahan Nusantara Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Lebaran selalu membawa kita kembali pada hal-hal yang sederhana seperti keluarga, cerita, dan perjalanan yang terasa dekat di hati. Setelah momen berkumpul, banyak masyarakat memilih melanjutkan hari libur dengan cara yang lebih santai, menjelajah kota sekitar, menyusuri daerah, atau sekadar menikmati perjalanan itu sendiri.

Dalam suasana tersebut, Kereta Api Lokal menjadi pilihan yang semakin terasa pas. Perjalanan berjalan lebih pelan, memberi ruang untuk menikmati pemandangan, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lekat dengan keseharian dan budaya masyarakat di sepanjang jalur rel.

Hingga 24 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, KAI mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran mencapai 4.195.627 tiket atau 93,3 persen dari total kapasitas yang disediakan.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, KA Lokal hadir sebagai pilihan perjalanan yang tetap ramah di kantong. Tarif yang terjangkau membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk bepergian dan menikmati liburan dengan cara yang lebih sederhana.

Pengalaman tersebut terasa sejak awal perjalanan. Dari jendela kereta, penumpang dapat menyaksikan lanskap yang berubah perlahan, dari kota ke desa, dari hiruk pikuk menuju suasana yang lebih tenang.

Misalnya, jalur Bogor Paledang–Sukabumi menghadirkan udara pegunungan yang segar, Semarang Tawang–Solo menghadirkan nuansa budaya Jawa yang kental, sementara Medan–Siantar memperlihatkan lanskap hijau Sumatra yang asri. Di sisi lain, Padang–Pariaman menawarkan perjalanan pesisir yang unik, dan lintas Cipatat–Sukabumi menghadirkan pengalaman klasik dengan nuansa perbukitan.

Kedekatan dengan budaya lokal membuat perjalanan terasa lebih hidup. Aktivitas masyarakat, tradisi, hingga suasana khas daerah menjadi bagian dari pengalaman selama perjalanan.

Minat masyarakat terhadap KA Lokal pun tercermin dari sejumlah relasi favorit selama periode Lebaran, misalnya:

1. Bogor Paledang – Sukabumi: 17.453 pelanggan
2. Sukabumi – Bogor Paledang: 17.030 pelanggan
3. Solo Balapan – Semarang Tawang: 14.123 pelanggan
4. Semarang Tawang – Solo Balapan: 14.027 pelanggan
5. Padang – Pariaman: 11.833 pelanggan
6. Pariaman – Padang: 11.786 pelanggan
7. Siantar – Medan: 8.944 pelanggan
8. Medan – Siantar: 8.764 pelanggan
9. Cipatat – Sukabumi: 8.062 pelanggan
10. Sukabumi – Cipatat: 7.637 pelanggan

Antusiasme tersebut juga didukung oleh tarif yang sangat terjangkau. Misalnya, perjalanan Padang–Pariaman dapat dinikmati dengan Rp5.000, lintas Cipatat–Sukabumi mulai Rp2.000 hingga Rp5.000, serta Medan–Siantar sebesar Rp22.000 untuk perjalanan beberapa jam yang nyaman. Untuk relasi Bogor–Sukabumi melalui KA Pangrango, tarif tersedia mulai Rp45.000 untuk kelas Ekonomi.

Secara keseluruhan, penjualan tiket KA Lokal telah mencapai 579.354 tiket atau 62,5 persen dari kapasitas yang tersedia, dan masih terus bergerak seiring masyarakat yang memanfaatkan sisa libur Lebaran.

Melihat tren tersebut, KA Lokal menjadi ruang perjalanan yang menawarkan lebih dari sekadar tujuan. Ada cerita di setiap jalur, ada kehangatan di setiap pemberhentian, dan ada pengalaman yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“KAI mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel. KA Lokal dapat menjadi pilihan untuk menikmati liburan Lebaran dengan cara yang lebih santai, terjangkau, dan penuh cerita,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Daop 1: Insiden Eskalator Stasiun Bekasi Dipicu Penumpang Kehilangan Keseimbangan

23 Juni 2026 - 20:37 WIB

Penumpang KRL. (Ilustrasi)

Stasiun JIS Layani Penumpang KRL, Angkut 2.000 Penumpang per Hari

23 Juni 2026 - 19:26 WIB

Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk, Layani Lebih dari 3,15 Juta Pergerakan Penumpang dalam Lima Bulan

23 Juni 2026 - 19:15 WIB

Pelanggan KA Lembah Anai Melonjak 206 Persen, KAI: Jadi Andalan Mobilitas dan Wisata Warga Sumbar

23 Juni 2026 - 18:20 WIB

Heboh di Stasiun Bekasi! Eskalator Tiba-tiba Berjalan Turun, Penumpang Berjatuhan

23 Juni 2026 - 18:09 WIB

Peminat Kereta Imperial Melonjak 162 Persen, KAI: Layanan Premium Kian Diburu Pelanggan

23 Juni 2026 - 17:23 WIB

Selain Ada Stimulus Transportasi Libur Sekolah, Pemerintah juga Siapkan untuk Nataru

23 Juni 2026 - 12:33 WIB

KAI: Lebih dari 622 Ribu Tiket Diskon 30% Terjual, Kuota Masih Tersisa

23 Juni 2026 - 11:25 WIB

Menhub Resmikan Stasiun JIS, Perkuat Konektivitas Transportasi Publik Jakarta

22 Juni 2026 - 20:07 WIB

Stasiun JIS Resmi Beroperasi, Naik KRL Cuma Rp1 hingga 28 Juni

22 Juni 2026 - 19:27 WIB

Trending di PERON