Menu

Mode Gelap
Lebih dari 170.000 Warga Rasakan Manfaat Kontribusi Publik FIFGROUP Infotainment Awards 2026: Ketika Popularitas, Fandom dan Media Sosial Menentukan Siapa yang Jadi Bintang ASDP Perkuat Sinergi Lancarkan Mobilitas dan Arus Logistik di Pelabuhan Ketapang Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi melalui Sharing with Stakeholder Kemenhub Instruksikan Perketat Pemeriksaan Mandiri dan Latihan Darurat Kapal Secara Masif Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal Pascabanjir

PERON

Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

badge-check


 Rencana MRT di Bali Perbesar

Rencana MRT di Bali

Wartatrans.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali mengubah arah pengembangan transportasi massal dengan memilih Autonomous Rail Transit (ART) menggantikan rencana Mass Rapid Transit (MRT).

Pilihan tersebut didorong pertimbangan efisiensi investasi dan kemudahan pembangunan, tetapi kemampuan moda baru itu memenuhi kebutuhan mobilitas Bali masih menjadi tantangan.

Berbeda dengan Pulau Jawa yang memiliki sejarah panjang jaringan kereta api sejak masa kolonial, Bali tidak memiliki sistem kereta penumpang yang berkembang menjadi moda transportasi massal perkotaan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mencari teknologi yang sesuai dengan karakter wilayah, kepadatan perjalanan, dan kebutuhan sektor pariwisata.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, ART dipilih karena dinilai lebih efisien dibandingkan MRT yang membutuhkan pembangunan infrastruktur rel permanen.

“Karena (ART) jauh lebih efisien dan secara teknologi lebih mudah,” kata Koster, Kamis (6/8/2026).

Perubahan pilihan moda menjadi strategi pemerintah menghadapi tekanan mobilitas akibat pertumbuhan pariwisata dan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi.

Namun, efisiensi biaya pembangunan harus diuji dengan kemampuan layanan dalam mengangkut penumpang secara efektif.

Kepala Dinas Perhubungan Bali I Kadek Mudarta menjelaskan, bila ART berbeda dengan MRT karena menggunakan kendaraan listrik berbasis roda karet tanpa membutuhkan rel baja permanen.

“ART adalah sarana angkutan massal perkotaan bertenaga listrik dan beroda ban karet yang dapat berjalan di atas jalan raya,” ujar Mudarta.

Menurutnya, ART beroperasi dengan dukungan teknologi sensor dan sistem navigasi GPS sehingga kendaraan dapat bergerak mengikuti jalur virtual.

“Moda transportasi ini tidak memerlukan rel baja karena beroperasi dengan bantuan sensor dan sistem navigasi GPS di jalur virtual,” ujarnya.

Secara teknis, MRT dirancang untuk melayani pergerakan penumpang dalam jumlah besar dengan jalur khusus dan kapasitas tinggi.

Sementara ART menawarkan fleksibilitas pembangunan karena tidak membutuhkan konstruksi rel permanen, tetapi kapasitas angkut dan keandalan layanan tetap harus dibuktikan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) Ervan Maksum menyebut, studi kelayakan transportasi Bali sebelumnya membahas sejumlah alternatif moda, termasuk ART, LRT, dan trem.

Pemilihan teknologi, menurut Ervan, harus menyesuaikan kebutuhan trafik penumpang dan nilai investasi.

Studi tersebut menjadi dasar untuk memastikan moda yang dipilih sesuai dengan kebutuhan mobilitas Bali.

“Lubangnya banyak, kami juga enggak mau hanya seremonial. Tapi justru sesuai dengan teknografis sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemarin masih banyak miss-nya dan sudah kami rapikan,” ucap Ervan.

Peralihan dari MRT menuju ART menjadi ujian bagi pemerintah Bali dalam menyeimbangkan efisiensi investasi dengan kebutuhan menghadirkan transportasi publik modern.

Keberhasilan ART nantinya tidak hanya ditentukan oleh biaya pembangunan, tetapi juga kemampuan mengurangi kemacetan, meningkatkan konektivitas, dan mendorong masyarakat serta wisatawan, beralih dari kendaraan pribadi. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

HUT ke-81, KAI Catat 351,6 Juta Pelanggan hingga Agustus 2026

23 September 2026 - 10:52 WIB

KAI-KCIC Ajak 607 Anak Panti Asuhan Menjajal Kereta Cepat Whoosh

23 September 2026 - 10:34 WIB

KAI Divre III Palembang Perluas PLTS 40 kWp di Dua Depo

22 September 2026 - 14:21 WIB

KAI Services Latih 25 Pekerja Tangani Kondisi Darurat di Kereta Api

22 September 2026 - 13:44 WIB

KCIC-Polda Jabar Perkuat Pengamanan Whoosh, 1.773 CCTV Dikerahkan Pantau Operasional

22 September 2026 - 13:10 WIB

KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan

22 September 2026 - 12:14 WIB

KAI Daop 1 Catat 16 Kasus Pencurian Kabel Rel Kereta Api

22 September 2026 - 11:38 WIB

KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan

21 September 2026 - 11:22 WIB

Sambut HUT ke-81, KAI Siapkan Nusantara Explorer untuk Perjalanan Wisata Indonesia

21 September 2026 - 05:11 WIB

KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan

20 September 2026 - 17:49 WIB

Trending di PERISTIWA