Menu

Mode Gelap
Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut Pemerintah Aceh Luruskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan: Bukan Dana Tunai, Melainkan Program dan Bantuan untuk Petani 22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Terlantar di Bandara Changi, Klaim Rugi Lebih dari Rp110 Juta Mantap, PTP Nonpetikemas Sabet 2 Penghargaan di PR Awards 2026

PERON

Obligasi Rp5,2 Triliun Buka Babak Baru Biaya LRT Jakarta

badge-check


 LRT Jakarta Perbesar

LRT Jakarta

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikkan nilai penerbitan obligasi daerah menjadi Rp5,2 triliun untuk membiayai pengembangan LRT Jakarta dan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional.

Kebijakan tersebut menjadi penanda perubahan pola pembiayaan infrastruktur daerah, dari yang selama ini bertumpu pada anggaran pemerintah menuju pemanfaatan dana dari investor melalui pasar modal.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, nilai obligasi dinaikkan dari rencana awal sekitar Rp3,5 triliun karena adanya tambahan kebutuhan pembiayaan proyek strategis, terutama pengembangan LRT Jakarta.

“Jakarta sebenarnya bisa menerbitkan sampai sekitar Rp20 triliun, tetapi kami memilih yang lebih konservatif. Yang penting kemampuan fiskal tetap terjaga dan proyek prioritas bisa berjalan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Melalui obligasi daerah, pemerintah menghimpun dana dari investor untuk membiayai proyek jangka panjang, kemudian mengembalikannya secara bertahap sesuai tenor yang telah ditetapkan. Skema ini berbeda dengan pembiayaan melalui APBD, yang bergantung pada kemampuan anggaran setiap tahun.

Selama ini, pembangunan transportasi massal di Indonesia umumnya mengandalkan APBN, APBD, pinjaman, maupun kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Bila rencana tersebut terealisasi, Jakarta berpeluang menjadi pemerintah daerah pertama di Indonesia, yang berhasil menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai proyek transportasi publik berskala besar.

Sebelumnya, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta August Hamonangan menilai pembangunan LRT Fase 1C menjadi proyek yang paling sesuai menggunakan skema obligasi daerah karena memiliki potensi pengguna dan pendapatan.

“Dari kegiatan yang dipaparkan, yang paling sesuai adalah pembangunan LRT Fase 1C karena memiliki potensi pengguna dan pendapatan,” kata August usai pembahasan KUA-PPAS APBD 2027, Jumat (31/7/2026).

Namun, penggunaan obligasi daerah juga membutuhkan mitigasi risiko. Pemerintah harus memastikan pembayaran pokok dan bunga obligasi tidak mengganggu pembiayaan layanan dasar, sekaligus menjaga kesehatan fiskal daerah.

Risiko lain yang perlu diantisipasi adalah keterlambatan pembangunan, kenaikan biaya proyek, serta tingkat penggunaan LRT setelah beroperasi.

Karena itu, kajian kelayakan, transparansi pengelolaan dana, dan pengawasan proyek menjadi faktor penting agar obligasi tidak berubah menjadi beban fiskal baru.

Bila seluruh tahapan mendapat persetujuan, Jakarta berpeluang menjadi pemerintah daerah pertama di Indonesia yang berhasil menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai proyek transportasi publik berskala besar.

Langkah ini dinilai dapat membuka babak baru pembiayaan infrastruktur daerah yang selama ini didominasi APBN, APBD, maupun pinjaman.

Namun, keberhasilannya akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah menjaga disiplin fiskal, memenuhi kewajiban pembayaran obligasi tepat waktu, serta memastikan proyek LRT memberikan manfaat ekonomi dan layanan transportasi yang nyata bagi masyarakat. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional

6 Agustus 2026 - 15:35 WIB

KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk hingga Juli 2026, Perkuat Rantai Pasok Pertanian Nasional

6 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Di Balik Sajian Kuliner Kereta, Pegawai Produksi KAI Services Olah Puluhan Ribu Porsi Makanan Setiap Hari

6 Agustus 2026 - 14:52 WIB

KAI Perkuat Ekonomi Sirkular, Kelola 2.997 Ton Limbah Melalui Daur Ulang dan Guna Ulang

5 Agustus 2026 - 22:17 WIB

KAI Services Tingkatkan Kesiapsiagaan Frontliner Lewat Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan Kecelakaan Kereta Api

5 Agustus 2026 - 22:09 WIB

KAI Raih Indeks Kepuasan Pelanggan 4,53, Suara Pelanggan Jadi Dasar Perbaikan Layanan

5 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Stasiun Citeras Layani 115 Perjalanan KRL per Hari, Pengguna Terus Meningkat

5 Agustus 2026 - 14:55 WIB

KAI Terapkan Standar ISO 27001 untuk Lindungi Data Jutaan Pelanggan Digital

5 Agustus 2026 - 05:25 WIB

Trending di PERON