Menu ✖

Mode Gelap
Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025 Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026 Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

Uncategorized

Catatan Iwan Piliang: Melihat Beban di Jalanan, Mengingat Ketahanan yang Dipaksa Tumbuh

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Melihat Beban di Jalanan, Mengingat Ketahanan yang Dipaksa Tumbuh Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Siang tadi, Neysa, PA yang duduk di sebelah kiri saat saya menyetir, memotret sebuah pemandangan di jalan. Beban kendaraan terlihat begitu penuh, nyaris melampaui batas kewajaran. Dari situ, ingatan saya melayang pada satu percakapan lama dengan TW Sendra, sosok penting di balik konglomerasi industri ban Gajah Tunggal.

Ia pernah berkata kepada saya, “Kalau kita bikin ban sesuai spesifikasi Yokohama, Jepang, tak sampai sebulan ban itu hancur.”

Kalimat itu terdengar berlebihan. Tetapi setelah melihat kenyataan di lapangan, saya paham maksudnya.

Di Indonesia, terutama pada kendaraan angkutan barang, pelanggaran tonase sudah menjadi sesuatu yang dianggap biasa. Truk-truk berjalan membawa muatan jauh melampaui ketentuan. Ada yang kelebihan sedikit, ada pula yang mencapai dua kali lipat dari batas yang diizinkan.

Akibatnya, semua komponen kendaraan dipaksa bekerja di luar desain normalnya. Jalan cepat rusak. Suspensi dipaksa menahan tekanan berlebih. Dan ban menjadi bagian yang paling menerima dampak langsung.

Karena itu, menurut TW Sendra, ban yang diproduksi di Indonesia tidak bisa hanya mengikuti standar ideal negara lain. Kalau mengikuti spesifikasi Jepang secara murni, ban akan cepat rusak ketika menghadapi realitas jalan dan pola angkutan di sini.

Maka kualitasnya harus dibuat lebih kuat. Lebih tebal. Lebih tahan. Bahkan dalam beberapa aspek, harus dua kali lebih tangguh dibanding kebutuhan normal.

Di titik itulah saya memahami mengapa Grup Gajah Tunggal membangun ekosistem industrinya secara lengkap dan mandiri. Mereka tidak sekadar membuat ban. Mereka membangun seluruh rantai produksi dari hulu sampai hilir.

Mulai dari kebun karet, pabrik pengolahan karet, industri carbon black, produksi kain ban melalui Handayani Megah, kabel melalui Kabel Metal, hingga pembangunan sumber daya manusia lewat PATIGAT, politeknik milik mereka sendiri.

Semua itu dilakukan agar kualitas bisa dikendalikan penuh. Sebab mereka sadar, produk yang dipakai di Indonesia menghadapi medan yang berbeda dengan negara lain.

Kadang kita hanya melihat sebuah truk melintas dengan muatan besar. Tetapi di balik itu ada cerita panjang tentang industri, adaptasi, efisiensi, bahkan kompromi terhadap kenyataan sosial dan ekonomi.

Dan ketika melihat kendaraan dengan beban berlebih melaju perlahan di depan tadi siang, saya hanya bisa bergumam dalam hati:

Ngeri-ngeri sedap.

Karena di satu sisi, itu menunjukkan daya tahan dan kreativitas industri nasional. Tetapi di sisi lain, ada risiko besar yang terus berjalan bersama roda-roda itu di jalan raya.***

Jakarta – 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

6 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Alutsista Indonesia Makin Modern: Rafale, A400M, Scorpene hingga Kapal Induk Pertama Perkuat Pertahanan Nasional

5 Oktober 2026 - 20:21 WIB

760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026, Perjalanan Wisata Antarkota Terus Tumbuh

4 Oktober 2026 - 14:05 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Penumpang Melahirkan di Kereta KRL Rute Serpong

24 September 2026 - 18:46 WIB

Trending di Uncategorized