Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui langkah preventif berupa pemeriksaan dan perawatan prasarana secara berkala.
Pada malam hingga dini hari, sejumlah pekerjaan dilakukan di berbagai titik wilayah operasional Daop 1 Jakarta, mulai dari perawatan geometri dan penggantian rel, perawatan wesel, penggantian jembatan, hingga pemeriksaan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA).
Pekerjaan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan Window Time atau Waktu Kerja Perawatan (WKP), yakni waktu yang dialokasikan untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan prasarana. Pelaksanaan mayoritas dilakukan pada tengah malam hingga dini hari dengan mempertimbangkan frekuensi perjalanan kereta api yang lebih rendah.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, pemilihan waktu tersebut dilakukan agar petugas dapat bekerja secara aman dan optimal sekaligus meminimalkan dampak terhadap operasional perjalanan kereta api.
“Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya dijaga ketika kereta sedang berjalan. Jauh sebelum perjalanan dimulai, KAI memastikan prasarana diperiksa dan dirawat secara berkala. Karena itu, sebagian pekerjaan dilakukan pada tengah malam hingga dini hari ketika frekuensi perjalanan lebih rendah,” ujar Franoto.
Perawatan Geometri hingga Penggantian Rel
Salah satu pekerjaan dilakukan pada jalur hilir Kebayoran–Palmerah Km 10+900 hingga Km 10+600. Perawatan geometri jalan rel dilakukan mulai pukul 00.00 WIB hingga 03.05 WIB.
Perawatan geometri bertujuan menjaga posisi jalan rel tetap sesuai parameter teknis. Pekerjaan dilakukan melalui penyesuaian kelurusan, ketinggian dan level jalur, serta pemadatan batu balas di bawah dan sekitar bantalan untuk mempertahankan kestabilan konstruksi jalan rel.
Pekerjaan perawatan geometri juga dilakukan menggunakan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) pada jalur hulu Manggarai–Pasarminggu Km 13+800 hingga Km 15+200, mulai pukul 00.45 WIB hingga 03.00 WIB.
Sementara pada jalur hilir Manggarai–Gambir Km 5+700/900, KAI melakukan penggantian rel mulai pukul 01.13 WIB hingga 03.23 WIB. Penggantian dilakukan sebagai bagian dari perawatan berkala untuk mempertahankan kondisi dan keandalan jalan rel.
“Perawatan dilakukan secara preventif berdasarkan pemeriksaan dan evaluasi kondisi prasarana. Tujuannya agar kondisi yang memerlukan penanganan dapat ditindaklanjuti sejak dini sehingga keandalan jalur terus terjaga,” kata Franoto.
Jembatan, Wesel hingga Listrik Aliran Atas Turut Dirawat
Perawatan tidak hanya menyasar jalan rel. Pada lintas Cilegon–Tonjongbaru, KAI melakukan pekerjaan penggantian Jembatan BH 499. Pekerjaan dilakukan mulai pukul 23.40 WIB hingga 02.20 WIB sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan infrastruktur pendukung perjalanan kereta api.
Di Emplasemen Pasar Senen, petugas melakukan pengelasan pada wesel 21B1 dan 21B2 mulai pukul 01.10 WIB hingga 02.20 WIB. Sementara di Emplasemen Karawang, dilakukan pekerjaan las thermit pada Wesel 11C dan 31 mulai pukul 01.25 WIB hingga 02.25 WIB.
Wesel merupakan salah satu komponen penting pada jalan rel yang memungkinkan kereta api berpindah dari satu jalur ke jalur lainnya. Kondisinya harus terus dijaga agar dapat berfungsi sesuai standar teknis dan keselamatan.
Pada jalur hilir Jatinegara–Pasar Senen, petugas juga melakukan pemeriksaan detail jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) pada Km 10+135 hingga Km 6+900. Pemeriksaan berlangsung mulai pukul 02.05 WIB hingga 02.50 WIB untuk memastikan keandalan jaringan yang mendukung operasional kereta listrik.
“Rel, wesel, jembatan hingga jaringan Listrik Aliran Atas memiliki fungsi masing-masing dalam mendukung perjalanan kereta api. Seluruhnya perlu diperiksa dan dirawat secara konsisten agar tetap dalam kondisi andal,” jelas Franoto.
Menurut Franoto, pekerjaan pada malam hingga dini hari merupakan bagian dari pola perawatan yang direncanakan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan petugas, kebutuhan teknis pekerjaan, serta keberlangsungan operasional perjalanan kereta api.
KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan pemeriksaan dan perawatan prasarana secara berkala sebagai bagian dari mitigasi risiko. Langkah preventif tersebut dilakukan agar potensi penurunan kondisi prasarana dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
“Prinsipnya adalah menjaga keandalan prasarana. Melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara konsisten dan terukur, KAI berupaya memastikan prasarana tetap andal untuk mendukung perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Franoto.(fahmi)


























