Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat telah melayani sebanyak 1.613.370 penumpang selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 812.789 penumpang berangkat dan 800.581 penumpang datang, baik menggunakan Kereta Api (KA) Jarak Jauh maupun KA Lokal. Dari total penumpang berangkat, KA Jarak Jauh melayani 704.233 penumpang, sedangkan KA Lokal melayani 108.566 penumpang. Sementara penumpang datang tercatat sebanyak 694.262 penumpang KA Jarak Jauh dan 106.319 penumpang KA Lokal.

Jika dibandingkan dengan realisasi masa Angkutan Nataru 2024/2025 yang mencapai 736.363 penumpang berangkat, jumlah penumpang berangkat pada Nataru 2025/2026 mengalami peningkatan sebesar 10 persen.
Puncak arus keberangkatan terjadi pada 24 Desember 2025. Sementara itu, arus kedatangan tertinggi tercatat pada 4 Januari 2026.
Secara kumulatif selama masa Nataru, tiga stasiun dengan jumlah penumpang KA Jarak Jauh tertinggi adalah Pasar Senen dengan 272.321 penumpang naik dan 244.008 penumpang turun, Gambir dengan 222.470 penumpang naik dan 210.972 penumpang turun, serta Bekasi dengan 101.836 penumpang naik dan 102.483 penumpang turun.
Untuk layanan KA Lokal Pangrango dan Siliwangi pada 4 Januari 2026, tercatat sebanyak 6.599 penumpang naik dan 6.556 penumpang turun. Secara kumulatif, KA Lokal Daop 1 Jakarta melayani 108.556 penumpang naik dan 106.319 penumpang turun, dengan stasiun Sukabumi, Bogor Paledang, dan Cibadak menjadi stasiun terpadat.
Selain itu, Daop 1 Jakarta juga mencatat penjualan 364 ribu tiket diskon transportasi sebesar 30 persen serta 19 ribu tiket diskon YES DEAL sebesar 25 persen selama periode Nataru.
Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan Natal dan Tahun Baru menggunakan layanan kereta api.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, BMKG, pemerintah daerah, komunitas pecinta kereta api, serta media, sehingga penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 dapat berjalan lancar, aman, dan selamat tanpa kendala berarti.




















