Menu

Mode Gelap
Insiden Pecah Ban Pesawat Garuda di Bandara Makassar, Kemenhub Pastikan Penanganan Berjalan Sesuai Prosedur Kompetensi Marine Inspector Ditingkatkan Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP MotoGP Mandalika 2026 Perluas Konektivitas Indonesia Target 4 Emas di Asian Games 2026 Motif Pucuk Ni Jepang Karya Ansar Salihin Resmi Tercatat Hak Cipta Di Kementerian Hukum

RAGAM

Desakan Manfaatkan Bandara Rembele sebagai Pusat Operasi Kemanusiaan untuk Wilayah Gayo

badge-check


 Desakan Manfaatkan Bandara Rembele sebagai Pusat Operasi Kemanusiaan untuk Wilayah Gayo Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Sejumlah pihak mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera memaksimalkan Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah sebagai pusat operasi penanganan darurat pascabencana yang telah mengisolasi empat kabupaten di kawasan Gayo, Aceh. Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara dilaporkan terputus total akibat jalan longsor, jembatan ambruk, serta kerusakan infrastruktur lainnya.

Dalam pernyataan yang beredar, masyarakat mempertanyakan mengapa langkah strategis melalui jalur udara belum segera diambil, padahal akses darat dinilai tidak lagi memungkinkan untuk memastikan distribusi bantuan serta evakuasi warga.

“Sudah sejak Rabu diberitakan bahwa kerusakan parah terjadi di mana-mana. Jalan longsor, jembatan putus, akses lumpuh total. Jika darat tidak memungkinkan, maka jalur udara harus dimaksimalkan,” ujar Wira, seorang warga yang mengaku prihatin melihat kondisi tersebut.

Ia menilai Bandara Rembele seharusnya dapat dijadikan hub logistik utama, dengan pesawat Hercules digunakan sebagai feeder untuk membawa bantuan dari Jakarta, Medan, Banda Aceh, dan kota-kota lain. Dari Rembele, bantuan dapat diteruskan menggunakan helikopter dan pesawat kecil ke titik-titik krisis yang masih terisolasi.

Kritik juga diarahkan kepada pihak berwenang yang dinilai lamban dalam mengerahkan armada udara milik negara. Warga mempertanyakan kurangnya helikopter dan pesawat kecil yang semestinya dapat dikerahkan dari pangkalan udara di Jakarta, Sumatera Utara, hingga Blang Bintang.

“Apakah kita terlalu miskin pesawat kecil dan helikopter untuk mengatasi situasi seperti ini? Banyak warga terjebak, logistik mereka menipis, bahkan ada yang harus menyeberangkan jenazah dengan tali. Mengapa operasi udara tidak segera diperbesar?” tegasnya.

Ia meminta pemerintah bertindak cepat, tidak hanya menyampaikan laporan kerusakan, tetapi mengambil langkah konkret demi keselamatan warga.

“Segera manfaatkan Bandara Rembele sebagai pusat bantuan. Ini bukan sekadar soal logistik, tetapi soal nyawa dan harga diri,” ujarnya menutup pernyataan tersebut.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Naskah Kuno ke Meja Politik: Diskusi Literasi Gayo Memicu Wacana Pemekaran Kota Madya Takengon dan Penataan Dapil DPRI

2 September 2026 - 21:06 WIB

Pelindo–Australia Jajaki Kerja Sama Maritim

2 September 2026 - 11:50 WIB

Pelindo Bersama BNN Edukasi Antinarkoba Siswa SMAN 80 Jakarta

2 September 2026 - 11:35 WIB

Menteri Trenggono Pastikan Enam Program Prioritas Nasional Berdampak bagi Masyarakat

2 September 2026 - 10:49 WIB

Haji Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Pengesahan UU Perampasan Aset: Harus Tegas Berantas Kejahatan, Tetap Lindungi Hak Masyarakat

2 September 2026 - 10:10 WIB

Dugaan Maladmitrasi, Kejati Aceh di Minta Sidak PDAM Kota Langsa, Tiga Bulan Air Mati, Beban Tetap berjalan.

1 September 2026 - 23:30 WIB

Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat, Forum Refleksi Menuju Masa Depan Bertambah Baik 

1 September 2026 - 23:25 WIB

Apresiasi Kreativitas Pekerja, PTP Nonpetikemas Hadirkan PTP Inovasi 2026

1 September 2026 - 21:21 WIB

Program Edukasi, Pelindo Ajak Pelajar Makassar Jauhi Narkoba

1 September 2026 - 18:49 WIB

Fasilitasi Logistik Oversized Cargo, Pelabuhan Ciwandan Jadi Pintu Gerbang Ekspor Wind Mill Tower ke Pasar Global

1 September 2026 - 14:52 WIB

Trending di ANJUNGAN