Wartatrans.com, ACEH — Sejumlah pihak mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera memaksimalkan Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah sebagai pusat operasi penanganan darurat pascabencana yang telah mengisolasi empat kabupaten di kawasan Gayo, Aceh. Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara dilaporkan terputus total akibat jalan longsor, jembatan ambruk, serta kerusakan infrastruktur lainnya.
Dalam pernyataan yang beredar, masyarakat mempertanyakan mengapa langkah strategis melalui jalur udara belum segera diambil, padahal akses darat dinilai tidak lagi memungkinkan untuk memastikan distribusi bantuan serta evakuasi warga.

“Sudah sejak Rabu diberitakan bahwa kerusakan parah terjadi di mana-mana. Jalan longsor, jembatan putus, akses lumpuh total. Jika darat tidak memungkinkan, maka jalur udara harus dimaksimalkan,” ujar Wira, seorang warga yang mengaku prihatin melihat kondisi tersebut.
Ia menilai Bandara Rembele seharusnya dapat dijadikan hub logistik utama, dengan pesawat Hercules digunakan sebagai feeder untuk membawa bantuan dari Jakarta, Medan, Banda Aceh, dan kota-kota lain. Dari Rembele, bantuan dapat diteruskan menggunakan helikopter dan pesawat kecil ke titik-titik krisis yang masih terisolasi.
Kritik juga diarahkan kepada pihak berwenang yang dinilai lamban dalam mengerahkan armada udara milik negara. Warga mempertanyakan kurangnya helikopter dan pesawat kecil yang semestinya dapat dikerahkan dari pangkalan udara di Jakarta, Sumatera Utara, hingga Blang Bintang.
“Apakah kita terlalu miskin pesawat kecil dan helikopter untuk mengatasi situasi seperti ini? Banyak warga terjebak, logistik mereka menipis, bahkan ada yang harus menyeberangkan jenazah dengan tali. Mengapa operasi udara tidak segera diperbesar?” tegasnya.
Ia meminta pemerintah bertindak cepat, tidak hanya menyampaikan laporan kerusakan, tetapi mengambil langkah konkret demi keselamatan warga.
“Segera manfaatkan Bandara Rembele sebagai pusat bantuan. Ini bukan sekadar soal logistik, tetapi soal nyawa dan harga diri,” ujarnya menutup pernyataan tersebut.*** (Jasa)
























