Menu

Mode Gelap
KAI Divre III Palembang Layani 380 Wisatawan Mancanegara pada Triwulan I 2026, Terus Meningkat KAI Kembali Operasikan Stasiun Plabuan dan Comal Mulai 27 April 2026 KAI Services Seleksi 31 Peserta untuk Ajang TBCCI 2026 Alumni Sanggar Garajas Berduka, Umianto Basuki Tutup Usia Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Pelayaran Kartun Satir Slamet Widodo Warnai JAKARTUN 2026

RAGAM

Desakan Manfaatkan Bandara Rembele sebagai Pusat Operasi Kemanusiaan untuk Wilayah Gayo

badge-check


 Desakan Manfaatkan Bandara Rembele sebagai Pusat Operasi Kemanusiaan untuk Wilayah Gayo Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Sejumlah pihak mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera memaksimalkan Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah sebagai pusat operasi penanganan darurat pascabencana yang telah mengisolasi empat kabupaten di kawasan Gayo, Aceh. Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara dilaporkan terputus total akibat jalan longsor, jembatan ambruk, serta kerusakan infrastruktur lainnya.

Dalam pernyataan yang beredar, masyarakat mempertanyakan mengapa langkah strategis melalui jalur udara belum segera diambil, padahal akses darat dinilai tidak lagi memungkinkan untuk memastikan distribusi bantuan serta evakuasi warga.

“Sudah sejak Rabu diberitakan bahwa kerusakan parah terjadi di mana-mana. Jalan longsor, jembatan putus, akses lumpuh total. Jika darat tidak memungkinkan, maka jalur udara harus dimaksimalkan,” ujar Wira, seorang warga yang mengaku prihatin melihat kondisi tersebut.

Ia menilai Bandara Rembele seharusnya dapat dijadikan hub logistik utama, dengan pesawat Hercules digunakan sebagai feeder untuk membawa bantuan dari Jakarta, Medan, Banda Aceh, dan kota-kota lain. Dari Rembele, bantuan dapat diteruskan menggunakan helikopter dan pesawat kecil ke titik-titik krisis yang masih terisolasi.

Kritik juga diarahkan kepada pihak berwenang yang dinilai lamban dalam mengerahkan armada udara milik negara. Warga mempertanyakan kurangnya helikopter dan pesawat kecil yang semestinya dapat dikerahkan dari pangkalan udara di Jakarta, Sumatera Utara, hingga Blang Bintang.

“Apakah kita terlalu miskin pesawat kecil dan helikopter untuk mengatasi situasi seperti ini? Banyak warga terjebak, logistik mereka menipis, bahkan ada yang harus menyeberangkan jenazah dengan tali. Mengapa operasi udara tidak segera diperbesar?” tegasnya.

Ia meminta pemerintah bertindak cepat, tidak hanya menyampaikan laporan kerusakan, tetapi mengambil langkah konkret demi keselamatan warga.

“Segera manfaatkan Bandara Rembele sebagai pusat bantuan. Ini bukan sekadar soal logistik, tetapi soal nyawa dan harga diri,” ujarnya menutup pernyataan tersebut.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Alumni Sanggar Garajas Berduka, Umianto Basuki Tutup Usia

22 April 2026 - 10:55 WIB

Canda Jakarta dalam Goresan Munadi, Kartun Jadi Cermin Sosial di JAKARTUN 2026

22 April 2026 - 07:10 WIB

Kartunis Yoyo Kartun Siap Ramaikan Pameran JAKARTUN 2026

22 April 2026 - 06:44 WIB

YGMQ Sukses Gelar Haflah III, Kemenag Kabupaten Bogor Beri Dukungan

22 April 2026 - 00:32 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Bogor Barat, Aktivis Minta KDM Turun Tangan

21 April 2026 - 23:56 WIB

Semangat Kartini dalam Layanan DAMRI: Peran Perempuan, Ruang Aman, dan Akses Terjangkau

21 April 2026 - 21:06 WIB

FIFGROUP Rayakan Hari Kartini dengan Aktivasi Interaktif di MRT Blok M, Ajak Perempuan Kenali Potensi Diri

21 April 2026 - 19:23 WIB

Makassar New Port Dilirik Investor Global, Abu Dhabi Ports Group Tinjau Potensi Hub Indonesia Timur

21 April 2026 - 19:02 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kartini 2026

21 April 2026 - 18:42 WIB

SAE Buka Casting Reality Show “Turkiye Ask Adasi” Versi Indonesia, Syuting di Turki

21 April 2026 - 16:45 WIB

Trending di RAGAM