Wartayrans.com, ACEH TENGAH — Direktur CV Tanoga Trading Company (TTC), Elfi Umratina, S.Pd, turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, 14 Januari 2026. Kehadiran Elfi sekaligus menyalurkan amanah bantuan dari Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Octaviano, SSTP, kepada warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, jajanan anak, pakaian anak, pakaian dalam wanita dan anak, serta perlengkapan bayi. Bantuan tersebut diterima langsung oleh warga di posko pengungsian Desa Tebuk.

Kondisi desa pascabencana masih memprihatinkan. Sejumlah rumah warga belum dapat dihuni, sementara aktivitas ekonomi masyarakat belum pulih. Anak-anak sekolah dasar terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di tenda darurat BNPB.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan bantuan logistik ini untuk langsung disalurkan ke desa yang telah ditentukan,” kata Elfi di sela penyaluran bantuan. Menurut dia, relawan bersama pemerintah terus berupaya memulihkan kondisi warga pascabanjir bandang.

Elfi menyebut, bantuan yang diberikan masih sangat terbatas. Namun ia berharap kehadiran relawan dan bantuan logistik dapat sedikit meringankan beban warga, terutama anak-anak dan ibu-ibu di pengungsian. “Kami hanya bisa memberikan seadanya dan semampunya untuk menghibur serta membantu mereka,” ujarnya.
Ia juga mengakui, meski kebutuhan dasar balita dan anak-anak telah disalurkan, sebagian besar warga belum dapat kembali bekerja. “Rumah mereka masih banyak yang belum layak huni. Bantuan ini belum seberapa, tapi mudah-mudahan bisa memberi semangat. Insyaallah kami akan kembali lagi dengan bantuan lainnya,” tutur Elfi.
Sementara itu, seorang ibu pengungsi di Posko Tebuk menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Dengan suara haru, ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi anak-anak dan warga yang terdampak musibah.
Banjir bandang yang melanda Desa Tebuk menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Hingga kini, pemulihan masih terus dilakukan dengan melibatkan relawan, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah setempat.*** (Jasa)

























