Menu

Mode Gelap
Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang Jelang Imlek 2026, Merry Riana dan Ratusan Keturunan Tionghoa Gabung Partai Demokrat Program BERANI Sehat Dinikmati 141 Ribu Lebih Warga Sulawesi Tengah 15 Kapal PELNI Siap Layani Angkutan Lebaran di Jawa Timur Jelang Angleb, Kapal di Pelabuhan Ketapang Diuji Petik Saidy Poe, Sastrawan Rendah Hati dengan 12 Buku Puisi dan Segudang Karya

JALUR

Ditjen Hubdat Gelar Market Sounding Sistem Manajemen Transportasi Cerdas

badge-check


 Market Sounding Ditjen Hubdat Perbesar

Market Sounding Ditjen Hubdat

Wartatrans.com, JAKARTA – Tingkatkan kolaborasi dan kerja sama berbagai pihak dalam pengembangan Indonesia Mass Transit Project, yang akan dilakukan di wilayah Mebidang dan Cekungan Bandung, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan gelar Market Sounding Sistem Manajemen Transportasi Cerdas atau Intelligent Transport System (ITS) di Kemenhub, Selasa (10/2/2026).

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap berbagai masukan yang telah diterima sebelumnya, sekaligus memastikan bahwa rancangan sistem ITS benar-benar siap diimplementasikan, baik dari sisi teknologi, integrasi antar subsistem, maupun kesiapan operasional,” tutur Direktur Angkutan Jalan, Muiz Thohir.

Menurutnya, Pemerintah membuka ruang partisipasi yang luas bagi sektor swasta untuk mendukung pembangunan ITS Bus Rapid Transit (BRT) melalui solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sistem Manajemen Transportasi Cerdas merupakan proses teknologi informasi, elektronika, dan telekomunikasi yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan pengawasan layanan transportasi jalan yang efektif dan efisien.

Sistem ini mendukung dan meningkatkan pelayanan angkutan publik dalam menciptakan keamanan, keselamatan serta kenyamanan bagi pengguna angkutan publik serta pengguna jalan lainnya.

“Proyek ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik perkotaan melalui sistem yang andal, terintegrasi, dan berdaya angkut tinggi di wilayah Mebidang dan Cekungan Bandung,” ucapnya.

Dia menambahkan dalam pengembangan BRT, Sistem Manajemen Transportasi Cerdas memiliki peran yang sangat penting. ITS bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi merupakan sistem
pendukung utama operasional BRT yang
memastikan layanan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

ITS mendukung pengendalian operasi, pengelolaan armada, sistem pembayaran, penyediaan informasi perjalanan secara real-time kepada penumpang, serta pengambilan keputusan berbasis data.

“Kami berharap implementasi ITS pada proyek BRT di Mebidang dan Cekungan Bandung dapat menjadi contoh penerapan sistem transportasi perkotaan yang modern, terintegrasi, dan berbasis data di Indonesia,” katanya.

Turut hadir pada kegiatan ini sebagai narasumber Vice President Intelligent Transportation System Indonesia Prof. Ir. Resdiansyah, Deputy Team Leader Project Management Consultant Pandit Pranggana, sebagai moderator Deputy VP for Transportation – Township Integration ITS Indonesia Silvia Halim, serta dihadiri oleh berbagai stakeholders dan calon investor Sistem Manajemen Transportasi Cerdas BRT. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perluas Akses Lampung–Banten, DAMRI Luncurkan Layanan Antarkota Metro–Tangerang

10 Februari 2026 - 12:50 WIB

Dukung Net Zero Emission, DAMRI Hadirkan Bus Listrik untuk Layanan Bikun UI

9 Februari 2026 - 14:50 WIB

Kemenhub Perkuat Keselamatan dan Layanan Transportasi Darat

8 Februari 2026 - 19:07 WIB

Jelang Angleb, Ditjen Hubdat Tekankan Pentingnya Keselamatan

8 Februari 2026 - 18:55 WIB

Aglomerasi Palapa: Wujudkan Mobilitas Terintegrasi dan Berkualitas di Sumbar

7 Februari 2026 - 09:25 WIB

Trending di JALUR