Wartatrans.com, JAKARTA – Tingkatkan kolaborasi dan kerja sama berbagai pihak dalam pengembangan Indonesia Mass Transit Project, yang akan dilakukan di wilayah Mebidang dan Cekungan Bandung, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan gelar Market Sounding Sistem Manajemen Transportasi Cerdas atau Intelligent Transport System (ITS) di Kemenhub, Selasa (10/2/2026).
“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap berbagai masukan yang telah diterima sebelumnya, sekaligus memastikan bahwa rancangan sistem ITS benar-benar siap diimplementasikan, baik dari sisi teknologi, integrasi antar subsistem, maupun kesiapan operasional,” tutur Direktur Angkutan Jalan, Muiz Thohir.

Menurutnya, Pemerintah membuka ruang partisipasi yang luas bagi sektor swasta untuk mendukung pembangunan ITS Bus Rapid Transit (BRT) melalui solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sistem Manajemen Transportasi Cerdas merupakan proses teknologi informasi, elektronika, dan telekomunikasi yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan pengawasan layanan transportasi jalan yang efektif dan efisien.
Sistem ini mendukung dan meningkatkan pelayanan angkutan publik dalam menciptakan keamanan, keselamatan serta kenyamanan bagi pengguna angkutan publik serta pengguna jalan lainnya.
“Proyek ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik perkotaan melalui sistem yang andal, terintegrasi, dan berdaya angkut tinggi di wilayah Mebidang dan Cekungan Bandung,” ucapnya.
Dia menambahkan dalam pengembangan BRT, Sistem Manajemen Transportasi Cerdas memiliki peran yang sangat penting. ITS bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi merupakan sistem
pendukung utama operasional BRT yang
memastikan layanan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
ITS mendukung pengendalian operasi, pengelolaan armada, sistem pembayaran, penyediaan informasi perjalanan secara real-time kepada penumpang, serta pengambilan keputusan berbasis data.
“Kami berharap implementasi ITS pada proyek BRT di Mebidang dan Cekungan Bandung dapat menjadi contoh penerapan sistem transportasi perkotaan yang modern, terintegrasi, dan berbasis data di Indonesia,” katanya.
Turut hadir pada kegiatan ini sebagai narasumber Vice President Intelligent Transportation System Indonesia Prof. Ir. Resdiansyah, Deputy Team Leader Project Management Consultant Pandit Pranggana, sebagai moderator Deputy VP for Transportation – Township Integration ITS Indonesia Silvia Halim, serta dihadiri oleh berbagai stakeholders dan calon investor Sistem Manajemen Transportasi Cerdas BRT. (omy)





















