Menu

Mode Gelap
Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026 Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

JALUR

Kemenhub Perkuat Keselamatan dan Layanan Transportasi Darat

badge-check


 Talkshow Keselamatan Transportasi Darat Perbesar

Talkshow Keselamatan Transportasi Darat

Wartatrans.com, BOGOR – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terus mematangkan persiapan angkutan Lebaran 2026 untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat saat mudik Lebaran.

Upaya tersebut dilakukan dengan menguatkan aspek keselamatan, kesiapan layanan transportasi, hingga fasilitas pendukung bagi para pemudik.

Plt Sesditjen Perhubungan Darat Ernita Titis Dewi mengatakan, Ditjen Hubdat tengah menyiapkan program untuk mendukung penyelenggaraan angkutan Lebaran (angleb).2026.

Salah satunya adalah program mudik gratis yang sebelumnya telah sukses digelar, baik saat periode libur angleb maupun angkutan Natal & Tahun Baru.

“Secara umum program mudik gratis tahun ini disiapkan untuk ribuan peserta mudik dengan dukungan ratusan armada bus dan tujuannya ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogya, Sumatera dan ada penambahan tujuan mudik gratis juga. Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau website resmi Kemenhub dan Ditjen Perhubungan Darat terkait mudik gratis agar tidak ketinggalan informasi,” tutur Titis di sela talkshow_Aksi Keselamatan di Car Free Day (CFD) Kab.Bogor, Jawa Barat, Ahad (8/2/2026).

Selain program mudik gratis, Kemenhub juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi guna mendukung kelancaran dan keselamatan masyarakat saat masa mudik Lebaran nanti.

Kesiapan sarana dengan melakukan inspeksi kendaraan (rampcheck) terhadap angkutan orang sebelum dioperasikan.

Sementara dari sisi prasarana, Ditjen Hubdat telah meningkatkan kesiapan terminal sebagai simpul transportasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Toni Tauladan menyampaikan pentingnya naik dan turun bus di terminal, karena setiap angkutan umum yang masuk terminal akan melalui pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk menjamin keselamatan pengguna bus.

“Angkutan yang berangkat melalui terminal dalam SOP-nya selalu ada proses rampcheck. Ketika kendaraan dan awaknya telah memenuhi persyaratan laik jalan, barulah armada tersebut mendapat izin jalan dari kepala terminal,” ucapnya.

Dia menjelaskan, guna memudahkan proses inspeksi keselamatan (rampcheck) angkutan orang di terminal, saat ini Kemenhub telah menerapkan sistem digital Terminal on System (TOS) di 115 terminal tipe A yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).

Melalui sistem digital ini, proses rampcheck dapat dipantau secara online, termasuk untuk mengetahui status uji berkala kendaraan dan perizinan trayek.

“Kalau dilihat di sistem TOS, uji berkala dan trayek terpantau hijau, kendaraan bisa langsung diproses untuk mendapat persetujuan jalan dari kepala terminal. Namun jika belum memenuhi ketentuan, maka akan dilakukan pemeriksaan ulang secara manual oleh petugas di terminal,” imbuh Toni.

Dia mengimbau masyarakat, khususnya yang akan melakukan perjalanan mudik, untuk memilih angkutan yang berkeselamatan dengan naik dan turun bus di dalam terminal, karena bus yang beroperasi di terminal telah melalui prosedur inspeksi keselamatan sesuai ketentuan.

Dengan demikian, diharapkan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan selamat sampai tujuan.

Selain memastikan kesiapan layanan transportasi, Ditjen Hubdat mengimbau masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas dengan mematuhi rambu serta mengikuti pengaturan lalu lintas selama masa mudik Lebaran.

Kemudian juga penting bagi masyarakat memperhatikan informasi cuaca dan potensi wilayah rawan bencana dari BMKG, khususnya bagi pemudik yang akan melakukan penyeberangan agar perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih aman.

Sementara itu, bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dengan kendaraan pribadi, agar mempersiapkan kendaraan dan menjaga kondisi fisik dengan beristirahat secara berkala dan tidak memaksakan diri saat berkendara.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemenhub mempersiapkan sejumlah titik istirahat (rest area) guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan masyarakat selamat sampai tujuan. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Ditjen Hubdat Ramp Check 55 Bus di Rest Area Bogor

16 Mei 2026 - 13:49 WIB

Sambut Long Weekend, DAMRI Siapkan Lebih dari 50 Ribu Kursi AKAP dan Beragam Kemudahan Pemesanan Tiket

13 Mei 2026 - 14:05 WIB

Kemenhub Uji Coba Terbatas ETLE Kendaraan ODOL

13 Mei 2026 - 09:59 WIB

Benarkah Indonesia Darurat Keselamatan Transportasi Jalan?

12 Mei 2026 - 05:29 WIB

Budaya Ngopi vs Budaya Keselamatan Berkendara:  Transformasi Gaya Hidup Lewat Rekayasa Sosial

11 Mei 2026 - 18:49 WIB

Bus Harus Masuk Terminal, Melanggar? Kemenhub akan Sanksi Tegas!

11 Mei 2026 - 18:32 WIB

Kecelakaan Bus ALS dan Truk di Muratara, Dirjen Aan: Bus tidak Berizin Sejak 2020

8 Mei 2026 - 11:14 WIB

Kemenhub Susun Quick Win Penanganan Kendaraan ODOL

7 Mei 2026 - 13:28 WIB

Perkuat Standar Layanan dan Keselamatan Secara Berkelanjutan, DAMRI Tingkatkan Kompetensi Pengemudi di Berbagai Layanan

6 Mei 2026 - 21:10 WIB

DAMRI Hadirkan Layanan Angkutan Pemadu Moda di Nabire, Permudah Akses Masyarakat ke Bandar Udara Douw Aturure

5 Mei 2026 - 17:10 WIB

Trending di BANDARA