Menu

Mode Gelap
KAI Layani 622 Ribu Pelanggan dalam Tiga Hari Awal Libur Panjang Imlek 2026 KAI Services Latih Prama Prami Tingkatkan Pelayanan dan Penjualan Jelang Angkutan Lebaran DJPU Tingkatkan Penguatan Keamanan Penerbangan Perintis di Papua Libur Imlek dan Jelang Ramadan, Volume Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Meningkat Promo Tiket Whoosh Momen Libur Panjang Terus Diserbu, Volume Penumpang Meningkat Hingga 25 Persen MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

SOSOK

Dzikir Rajab, Harlah ke-103 NU dan Haul Kubro Karuhun Digelar di Bojong Kaum Bogor

badge-check


 Dzikir Rajab, Harlah ke-103 NU dan Haul Kubro Karuhun Digelar di Bojong Kaum Bogor Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Rangkaian kegiatan keagamaan dan kebudayaan digelar di kawasan Keramat Pasarean Bojong Kaum, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (16/1/2026). Acara tersebut meliputi Dzikir Rajab, peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 Nahdlatul Ulama (NU), serta Haul Kubro para karuhun sepuh yang dimakamkan di Pasarean Bojong Kaum.

Haul ini ditujukan untuk mengenang jasa dan keteladanan sejumlah tokoh leluhur, di antaranya Uyut R.H. Santri Wijaya Kusumah, Dalem Wiratanudatar VII R. Abas Suria Nata Kusumah, Pangeran Kornel Kusumahdinata IX Sumedang, Kanjeng Dalem Wiratanu Cikundul, Syaikh Aria Wangsa Goparana Sagala Herang, Pangeran Santri Sumedang, hingga Eyang Prabu Siliwangi Bogor.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dan dihadiri tokoh ulama, sesepuh, pengurus NU, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Bogor dan sekitarnya. Suasana khidmat terasa saat dzikir dan doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ungkapan syukur atas usia ke-103 tahun NU.

Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilakukan penyerahan kenang-kenangan berupa Totopong Sunda Pakuan Pajajaran kepada Pangersa Rais Syuriah PCNU Kabupaten Bogor, Dr. KH. Romdhon, MH. Penyerahan simbol budaya Sunda ini dimaknai sebagai penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan tradisi keislaman dan perjuangan Nahdlatul Ulama.

Panitia menyampaikan bahwa haul dan dzikir Rajab ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ikhtiar merawat ingatan sejarah, memperkuat spiritualitas, serta meneguhkan hubungan antara ulama, umara, dan budaya lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan meneladani perjuangan para karuhun yang telah berjasa bagi agama, bangsa, dan tanah Pasundan.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keutuhan NKRI, serta keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan Nahdlatul Ulama di usianya yang ke-103 tahun.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

16 Februari 2026 - 10:44 WIB

Sesuaikan Selera Jemaah Haji, Kemenhaj Pastikan Standar Dapur di Makkah Bercita Rasa Nusantara

16 Februari 2026 - 09:22 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Apresiasi Bantuan Sapi Meugang Presiden dan Gubernur Aceh

15 Februari 2026 - 23:10 WIB

Rumah Budaya HMA Terima Kunjungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mesir, Dorong Kolaborasi Sastra dan Budaya Indonesia–Mesir

15 Februari 2026 - 20:59 WIB

Korhudas-Peusangan dan Kokowa Gayo Hadir untuk Anak-Anak Kala Segi

15 Februari 2026 - 20:38 WIB

Trending di RAGAM