Wartatrans.com, BOGOR — Rangkaian kegiatan keagamaan dan kebudayaan digelar di kawasan Keramat Pasarean Bojong Kaum, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (16/1/2026). Acara tersebut meliputi Dzikir Rajab, peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 Nahdlatul Ulama (NU), serta Haul Kubro para karuhun sepuh yang dimakamkan di Pasarean Bojong Kaum.
Haul ini ditujukan untuk mengenang jasa dan keteladanan sejumlah tokoh leluhur, di antaranya Uyut R.H. Santri Wijaya Kusumah, Dalem Wiratanudatar VII R. Abas Suria Nata Kusumah, Pangeran Kornel Kusumahdinata IX Sumedang, Kanjeng Dalem Wiratanu Cikundul, Syaikh Aria Wangsa Goparana Sagala Herang, Pangeran Santri Sumedang, hingga Eyang Prabu Siliwangi Bogor.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dan dihadiri tokoh ulama, sesepuh, pengurus NU, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Bogor dan sekitarnya. Suasana khidmat terasa saat dzikir dan doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ungkapan syukur atas usia ke-103 tahun NU.
Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilakukan penyerahan kenang-kenangan berupa Totopong Sunda Pakuan Pajajaran kepada Pangersa Rais Syuriah PCNU Kabupaten Bogor, Dr. KH. Romdhon, MH. Penyerahan simbol budaya Sunda ini dimaknai sebagai penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan tradisi keislaman dan perjuangan Nahdlatul Ulama.
Panitia menyampaikan bahwa haul dan dzikir Rajab ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ikhtiar merawat ingatan sejarah, memperkuat spiritualitas, serta meneguhkan hubungan antara ulama, umara, dan budaya lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan meneladani perjuangan para karuhun yang telah berjasa bagi agama, bangsa, dan tanah Pasundan.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keutuhan NKRI, serta keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan Nahdlatul Ulama di usianya yang ke-103 tahun.*** (MY)




















