Menu

Mode Gelap
Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

SOSOK

Dzikir Rajab, Harlah ke-103 NU dan Haul Kubro Karuhun Digelar di Bojong Kaum Bogor

badge-check


 Dzikir Rajab, Harlah ke-103 NU dan Haul Kubro Karuhun Digelar di Bojong Kaum Bogor Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Rangkaian kegiatan keagamaan dan kebudayaan digelar di kawasan Keramat Pasarean Bojong Kaum, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (16/1/2026). Acara tersebut meliputi Dzikir Rajab, peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 Nahdlatul Ulama (NU), serta Haul Kubro para karuhun sepuh yang dimakamkan di Pasarean Bojong Kaum.

Haul ini ditujukan untuk mengenang jasa dan keteladanan sejumlah tokoh leluhur, di antaranya Uyut R.H. Santri Wijaya Kusumah, Dalem Wiratanudatar VII R. Abas Suria Nata Kusumah, Pangeran Kornel Kusumahdinata IX Sumedang, Kanjeng Dalem Wiratanu Cikundul, Syaikh Aria Wangsa Goparana Sagala Herang, Pangeran Santri Sumedang, hingga Eyang Prabu Siliwangi Bogor.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dan dihadiri tokoh ulama, sesepuh, pengurus NU, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Bogor dan sekitarnya. Suasana khidmat terasa saat dzikir dan doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ungkapan syukur atas usia ke-103 tahun NU.

Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilakukan penyerahan kenang-kenangan berupa Totopong Sunda Pakuan Pajajaran kepada Pangersa Rais Syuriah PCNU Kabupaten Bogor, Dr. KH. Romdhon, MH. Penyerahan simbol budaya Sunda ini dimaknai sebagai penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan tradisi keislaman dan perjuangan Nahdlatul Ulama.

Panitia menyampaikan bahwa haul dan dzikir Rajab ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ikhtiar merawat ingatan sejarah, memperkuat spiritualitas, serta meneguhkan hubungan antara ulama, umara, dan budaya lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan meneladani perjuangan para karuhun yang telah berjasa bagi agama, bangsa, dan tanah Pasundan.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keutuhan NKRI, serta keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan Nahdlatul Ulama di usianya yang ke-103 tahun.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal

1 Juli 2026 - 17:50 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Catatan Halimah Munawir: Kebahagiaan Seorang Ibu adalah Hadir di Setiap Langkah Anak

1 Juli 2026 - 14:25 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Saatnya Pengusaha Indonesia Berhenti Bergantung pada Proyek Pemerintah

1 Juli 2026 - 12:45 WIB

Kota Subulussalam Dilanda Defisit Anggaran, Kinerja Pemko dan DPRK Dipertanyakan

1 Juli 2026 - 12:14 WIB

Rentenir Berkedok Koperasi Disebut Kembali Marak di Kota Langsa, Warga Minta Penindakan

1 Juli 2026 - 12:02 WIB

Miris, Dua Perangkat Desa Sungai Pauh Firdaus Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa SP 1 & 2 Diberhentikan

1 Juli 2026 - 11:15 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence

1 Juli 2026 - 07:43 WIB

Trending di OLAH RAGA