Menu

Mode Gelap
Program Kampung Hidroponik Antar Antar TTL Raih Penghargaan TJSL di HUT ke-20 Berita Jatim Award EAZI Hadir dari Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dan KSOP, Tingkatkan Efisiensi Operasional Keberangkatan Jemaah Haji Dimulai, OTP Penerbangan Garuda Indonesia 100% pada Kloter 1 di 5 Embarkasi Terminal Kijing Perkuat Rantai Pasok dan Ekspor Komoditas Kalbar Menhub Dudy, Menhaj, dan Menteri Imigras Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter Pertama 2026 3 Prodi Sarjana Terapan Poltekpel Surabaya Terakreditasi Unggul

ANJUNGAN

EAZI Hadir dari Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dan KSOP, Tingkatkan Efisiensi Operasional

badge-check


 EAZI Hadir dari Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dan KSOP, Tingkatkan Efisiensi Operasional Perbesar

Wartatrans.com, SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak sosialisasikan program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh atau Express Anchorage Zone Service (EAZI). Inisiatif ini dibarengi dengan sosialisasi pembaruan Sistem Operasional dan Prosedur (SISPRO) Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal guna merespons dinamika lalu lintas kapal yang semakin padat di Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak.

Langkah strategis ini untuk meningkatkan standar keselamatan pelayaran sekaligus mendorong efisiensi layanan, khususnya pada terminal petikemas dalam pengelolaan PT Terminal Teluk Lamong yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Berlian dan TPK Nilam.

Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan kepelabuhanan, mulai dari kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama tanjung perak, Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, KSOP Kelas II Gresik, Pelindo Regional 3, Sub Regional Jawa, hingga asosiasi pengguna jasa seperti INSA dan ISAA serta pengguna jasa kepelabuhanan.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa keberhasilan inovasi di pelabuhan sangat bergantung pada kuatnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Kami menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan di Tanjung Perak. Kolaborasi ini memastikan setiap tahapan program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh 2 atau EAZI berjalan lancar, sehingga menghasilkan efisiensi nyata bagi pelayanan kapal yaitu dengan berkurangnya waktu ship to ship dan Port Stay” ujar David.

Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan teknis ketentuan penggunaan layanan EAZI yaitu salah satunya panjang kapal (LOA) maksimal 150 meter, waktu tunggu maksimal adalah 6 (enam) jam sejak waktu berlabuh serta proses Ship to Ship kapal lepas dan kapal yang akan sandar maksimal 1 jam. Lebih lanjut, bahwa program ini juga menitikberatkan pada transparansi dan digitalisasi layanan melalui integrasi pelaporan secara real-time antara sistem Inaportnet milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, khususnya di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan sistem Phinnisi platform digital layanan kapal milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Hal ini merupakan bagian dari visi besar TTL dalam mewujudkan ekosistem Smart Port yang mampu meminimalkan waktu tunggu kapal (waiting time) dan menekan biaya logistik nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun menyampaikan optimisme terhadap implementasi program EAZI. Menurutnya, pemanfaatan Zona Labuh 2 akan membuat pelayanan kapal jauh lebih efektif dan menjadi motor penggerak pertumbuhan volume petikemas serta peningkatan ekonomi Jawa Timur. “Tugas utama KSOP adalah memperlancar arus barang dan orang. Oleh karena itu, kami terus mencari inovasi untuk meningkatkan layanan. Dengan program EAZI, operasional kapal menjadi lebih efisien dan akuntabel,” tegasnya.

Bagi pengguna jasa, layanan EAZI diprediksi dapat memberikan dampak signifikan. Waktu transisi kapal dari posisi lepas sandar hingga kembali sandar yang sebelumnya mencapai 4–6 jam, kini ditargetkan pangkas menjadi maksimal 2 jam tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

Harmin, perwakilan dari PT SPIL, menyatakan dukungannya terhadap inovasi peningkatan layanan kapal ini. “EAZI merupakan solusi konkret untuk mengurangi waktu proses ship to ship dan port stay. Kami siap menjadi bagian dalam pelaksanaan optimalisasi ini guna memperlancar arus barang,” ujarnya.

Optimalisasi layanan melalui EAZI ini diharapkan menjadi katalisator positif bagi kesinambungan tren pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Dengan arus logistik yang semakin lancar dan efisien, PT Terminal Teluk Lamong optimis dapat terus berkontribusi dalam menjaga momentum penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan throughput petikemas dan efektivitas rantai pasok.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Kampung Hidroponik Antar Antar TTL Raih Penghargaan TJSL di HUT ke-20 Berita Jatim Award

22 April 2026 - 21:25 WIB

Terminal Kijing Perkuat Rantai Pasok dan Ekspor Komoditas Kalbar

22 April 2026 - 20:19 WIB

Menhub Dudy, Menhaj, dan Menteri Imigras Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter Pertama 2026

22 April 2026 - 19:46 WIB

3 Prodi Sarjana Terapan Poltekpel Surabaya Terakreditasi Unggul

22 April 2026 - 18:56 WIB

InJourney Dinilai Sebagai Great Place to Work 2026

22 April 2026 - 18:53 WIB

Semangat Kartini, Perempuan IDSurvey Perkuat Kolaborasi dan Transformasi Lewat Maheswari Sisterhood Day 2026

22 April 2026 - 18:42 WIB

FORWAN Berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan dan Bank BNI 46, Siap Gelar Diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film

22 April 2026 - 17:52 WIB

Pangkalan PLP Tanjung Priok Terima Kunjungan Praktek Kerja Lapangan In House Training Transportasi Laut Itjen Kemenhub

22 April 2026 - 17:47 WIB

Relawan Kemanusiaan Dikuatkan, Pelatihan Psikososial Hadirkan Ruang Aman dan Harapan

22 April 2026 - 17:24 WIB

J&T Cargo Komit Perkuat Kualitas Perlindungan dan Layanan

22 April 2026 - 16:19 WIB

Trending di EKOBIS