Menu

Mode Gelap
Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen Ramainya WNA Naik Whoosh Sepanjang 2026, Malaysia Jadi Penumpang Terbanyak HUT ke-23, KAI Services Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan dan Keamanan Pangan Lewat Sertifikasi ISO 22000 Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub

ANJUNGAN

EAZI Hadir dari Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dan KSOP, Tingkatkan Efisiensi Operasional

badge-check


 EAZI Hadir dari Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dan KSOP, Tingkatkan Efisiensi Operasional Perbesar

Wartatrans.com, SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak sosialisasikan program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh atau Express Anchorage Zone Service (EAZI). Inisiatif ini dibarengi dengan sosialisasi pembaruan Sistem Operasional dan Prosedur (SISPRO) Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal guna merespons dinamika lalu lintas kapal yang semakin padat di Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak.

Langkah strategis ini untuk meningkatkan standar keselamatan pelayaran sekaligus mendorong efisiensi layanan, khususnya pada terminal petikemas dalam pengelolaan PT Terminal Teluk Lamong yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Berlian dan TPK Nilam.

Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan kepelabuhanan, mulai dari kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama tanjung perak, Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, KSOP Kelas II Gresik, Pelindo Regional 3, Sub Regional Jawa, hingga asosiasi pengguna jasa seperti INSA dan ISAA serta pengguna jasa kepelabuhanan.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa keberhasilan inovasi di pelabuhan sangat bergantung pada kuatnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Kami menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan di Tanjung Perak. Kolaborasi ini memastikan setiap tahapan program Optimalisasi Pemanfaatan Zona Labuh 2 atau EAZI berjalan lancar, sehingga menghasilkan efisiensi nyata bagi pelayanan kapal yaitu dengan berkurangnya waktu ship to ship dan Port Stay” ujar David.

Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan teknis ketentuan penggunaan layanan EAZI yaitu salah satunya panjang kapal (LOA) maksimal 150 meter, waktu tunggu maksimal adalah 6 (enam) jam sejak waktu berlabuh serta proses Ship to Ship kapal lepas dan kapal yang akan sandar maksimal 1 jam. Lebih lanjut, bahwa program ini juga menitikberatkan pada transparansi dan digitalisasi layanan melalui integrasi pelaporan secara real-time antara sistem Inaportnet milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, khususnya di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan sistem Phinnisi platform digital layanan kapal milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Hal ini merupakan bagian dari visi besar TTL dalam mewujudkan ekosistem Smart Port yang mampu meminimalkan waktu tunggu kapal (waiting time) dan menekan biaya logistik nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun menyampaikan optimisme terhadap implementasi program EAZI. Menurutnya, pemanfaatan Zona Labuh 2 akan membuat pelayanan kapal jauh lebih efektif dan menjadi motor penggerak pertumbuhan volume petikemas serta peningkatan ekonomi Jawa Timur. “Tugas utama KSOP adalah memperlancar arus barang dan orang. Oleh karena itu, kami terus mencari inovasi untuk meningkatkan layanan. Dengan program EAZI, operasional kapal menjadi lebih efisien dan akuntabel,” tegasnya.

Bagi pengguna jasa, layanan EAZI diprediksi dapat memberikan dampak signifikan. Waktu transisi kapal dari posisi lepas sandar hingga kembali sandar yang sebelumnya mencapai 4–6 jam, kini ditargetkan pangkas menjadi maksimal 2 jam tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

Harmin, perwakilan dari PT SPIL, menyatakan dukungannya terhadap inovasi peningkatan layanan kapal ini. “EAZI merupakan solusi konkret untuk mengurangi waktu proses ship to ship dan port stay. Kami siap menjadi bagian dalam pelaksanaan optimalisasi ini guna memperlancar arus barang,” ujarnya.

Optimalisasi layanan melalui EAZI ini diharapkan menjadi katalisator positif bagi kesinambungan tren pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Dengan arus logistik yang semakin lancar dan efisien, PT Terminal Teluk Lamong optimis dapat terus berkontribusi dalam menjaga momentum penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan throughput petikemas dan efektivitas rantai pasok.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Perkuat Kualitas Layanan Navigasi AirNav Indonesia-ASA Gelar Program ITSAP

3 Juli 2026 - 17:11 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia, dan CMA CGM Perkuat Kemitraan Logistik untuk Memberantas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

3 Juli 2026 - 15:27 WIB

Dukung Konektivitas Nasional, ASDP dan Pemprov Jatim Percepat Transformasi Pelabuhan Ketapang

3 Juli 2026 - 15:15 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Citilink Serahkan Hadiah Undian Mobil dan Tiket Gratis untuk Pelanggan Setia

3 Juli 2026 - 14:57 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Trending di ANJUNGAN