Menu

Mode Gelap
Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

RAGAM

Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah

badge-check


 Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Setiap situs keramat dan makam bersejarah kerap memiliki keunikan tersendiri yang menyimpan nilai budaya sekaligus kepercayaan masyarakat. Salah satunya adalah fenomena gundukan tanah yang terdapat di makam keramat R. Santri Wijaya Kusumah, yang berlokasi di Bojong Kaum, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Gundukan tanah tersebut berada tepat di atas makam R. Santri Wijaya Kusumah dan telah menjadi perhatian masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Menurut penuturan warga dan peziarah, fenomena ini sudah berlangsung sejak sekitar tahun 1950-an. Pada masa itu, gundukan tanah disebut-sebut memiliki ketinggian mencapai sekitar tiga meter.

Namun seiring berjalannya waktu, ukuran gundukan tanah tersebut terus menyusut. Saat ini, ketinggiannya diperkirakan tersisa kurang dari satu meter. Penyusutan itu bukan semata karena faktor alam, melainkan juga akibat diambilnya tanah oleh para peziarah dengan berbagai kepentingan dan kepercayaan tertentu.

Fenomena serupa ternyata tidak hanya ditemukan di makam R. Santri Wijaya Kusumah. Gundukan tanah dengan karakteristik yang hampir sama juga terdapat di makam putranya, R. Kasman Mangun Nagara, yang berada di Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Bahkan, nama Kelurahan Pabuaran Tumpeng diyakini berasal dari bentuk makam R. Kasman Mangun Nagara yang menyerupai tumpeng. Bentuk unik makam tersebut kemudian diabadikan menjadi nama wilayah yang dikenal hingga saat ini.

Keberadaan gundukan tanah di dua makam tersebut menambah kekayaan narasi sejarah dan spiritual yang berkembang di tengah masyarakat. Hingga kini, makam R. Santri Wijaya Kusumah maupun R. Kasman Mangun Nagara masih kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, baik untuk berziarah maupun sekadar mengenal lebih dekat jejak sejarah lokal yang sarat makna.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara Rampung, Aktivis: Ini Awal Pemulihan

2 April 2026 - 15:49 WIB

Pengukuhan Imuem Syiek Abu Indrapuri Picu Polemik, Kuasa Hukum BKM Minta Polda Periksa Bupati Aceh Besar

2 April 2026 - 14:56 WIB

Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye”

2 April 2026 - 09:20 WIB

Trending di RAGAM