Menu

Mode Gelap
KAI Layani 622 Ribu Pelanggan dalam Tiga Hari Awal Libur Panjang Imlek 2026 KAI Services Latih Prama Prami Tingkatkan Pelayanan dan Penjualan Jelang Angkutan Lebaran DJPU Tingkatkan Penguatan Keamanan Penerbangan Perintis di Papua Libur Imlek dan Jelang Ramadan, Volume Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Meningkat Promo Tiket Whoosh Momen Libur Panjang Terus Diserbu, Volume Penumpang Meningkat Hingga 25 Persen MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

RAGAM

Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah

badge-check


 Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Setiap situs keramat dan makam bersejarah kerap memiliki keunikan tersendiri yang menyimpan nilai budaya sekaligus kepercayaan masyarakat. Salah satunya adalah fenomena gundukan tanah yang terdapat di makam keramat R. Santri Wijaya Kusumah, yang berlokasi di Bojong Kaum, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Gundukan tanah tersebut berada tepat di atas makam R. Santri Wijaya Kusumah dan telah menjadi perhatian masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Menurut penuturan warga dan peziarah, fenomena ini sudah berlangsung sejak sekitar tahun 1950-an. Pada masa itu, gundukan tanah disebut-sebut memiliki ketinggian mencapai sekitar tiga meter.

Namun seiring berjalannya waktu, ukuran gundukan tanah tersebut terus menyusut. Saat ini, ketinggiannya diperkirakan tersisa kurang dari satu meter. Penyusutan itu bukan semata karena faktor alam, melainkan juga akibat diambilnya tanah oleh para peziarah dengan berbagai kepentingan dan kepercayaan tertentu.

Fenomena serupa ternyata tidak hanya ditemukan di makam R. Santri Wijaya Kusumah. Gundukan tanah dengan karakteristik yang hampir sama juga terdapat di makam putranya, R. Kasman Mangun Nagara, yang berada di Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Bahkan, nama Kelurahan Pabuaran Tumpeng diyakini berasal dari bentuk makam R. Kasman Mangun Nagara yang menyerupai tumpeng. Bentuk unik makam tersebut kemudian diabadikan menjadi nama wilayah yang dikenal hingga saat ini.

Keberadaan gundukan tanah di dua makam tersebut menambah kekayaan narasi sejarah dan spiritual yang berkembang di tengah masyarakat. Hingga kini, makam R. Santri Wijaya Kusumah maupun R. Kasman Mangun Nagara masih kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, baik untuk berziarah maupun sekadar mengenal lebih dekat jejak sejarah lokal yang sarat makna.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

16 Februari 2026 - 10:44 WIB

Sesuaikan Selera Jemaah Haji, Kemenhaj Pastikan Standar Dapur di Makkah Bercita Rasa Nusantara

16 Februari 2026 - 09:22 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Apresiasi Bantuan Sapi Meugang Presiden dan Gubernur Aceh

15 Februari 2026 - 23:10 WIB

Rumah Budaya HMA Terima Kunjungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mesir, Dorong Kolaborasi Sastra dan Budaya Indonesia–Mesir

15 Februari 2026 - 20:59 WIB

Korhudas-Peusangan dan Kokowa Gayo Hadir untuk Anak-Anak Kala Segi

15 Februari 2026 - 20:38 WIB

Trending di RAGAM