Menu

Mode Gelap
Besok, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Berkumandang Serentak di 37 Bandara InJourney Airports Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

RAGAM

Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah

badge-check


 Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Setiap situs keramat dan makam bersejarah kerap memiliki keunikan tersendiri yang menyimpan nilai budaya sekaligus kepercayaan masyarakat. Salah satunya adalah fenomena gundukan tanah yang terdapat di makam keramat R. Santri Wijaya Kusumah, yang berlokasi di Bojong Kaum, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Gundukan tanah tersebut berada tepat di atas makam R. Santri Wijaya Kusumah dan telah menjadi perhatian masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Menurut penuturan warga dan peziarah, fenomena ini sudah berlangsung sejak sekitar tahun 1950-an. Pada masa itu, gundukan tanah disebut-sebut memiliki ketinggian mencapai sekitar tiga meter.

Namun seiring berjalannya waktu, ukuran gundukan tanah tersebut terus menyusut. Saat ini, ketinggiannya diperkirakan tersisa kurang dari satu meter. Penyusutan itu bukan semata karena faktor alam, melainkan juga akibat diambilnya tanah oleh para peziarah dengan berbagai kepentingan dan kepercayaan tertentu.

Fenomena serupa ternyata tidak hanya ditemukan di makam R. Santri Wijaya Kusumah. Gundukan tanah dengan karakteristik yang hampir sama juga terdapat di makam putranya, R. Kasman Mangun Nagara, yang berada di Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Bahkan, nama Kelurahan Pabuaran Tumpeng diyakini berasal dari bentuk makam R. Kasman Mangun Nagara yang menyerupai tumpeng. Bentuk unik makam tersebut kemudian diabadikan menjadi nama wilayah yang dikenal hingga saat ini.

Keberadaan gundukan tanah di dua makam tersebut menambah kekayaan narasi sejarah dan spiritual yang berkembang di tengah masyarakat. Hingga kini, makam R. Santri Wijaya Kusumah maupun R. Kasman Mangun Nagara masih kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, baik untuk berziarah maupun sekadar mengenal lebih dekat jejak sejarah lokal yang sarat makna.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Gempa M6,4 Simalungun Terasa hingga Aceh Tengah, Warga Berhamburan Keluar Rumah

15 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilannya

15 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Fiskal Pemkot Semarang Terpuruk, Tidak Melakukan Efisiensi Tapi Rasionalisasi

15 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Trending di RAGAM