Menu ✖

Mode Gelap
Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎ KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

RAGAM

Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah

badge-check


 Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Setiap situs keramat dan makam bersejarah kerap memiliki keunikan tersendiri yang menyimpan nilai budaya sekaligus kepercayaan masyarakat. Salah satunya adalah fenomena gundukan tanah yang terdapat di makam keramat R. Santri Wijaya Kusumah, yang berlokasi di Bojong Kaum, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Gundukan tanah tersebut berada tepat di atas makam R. Santri Wijaya Kusumah dan telah menjadi perhatian masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Menurut penuturan warga dan peziarah, fenomena ini sudah berlangsung sejak sekitar tahun 1950-an. Pada masa itu, gundukan tanah disebut-sebut memiliki ketinggian mencapai sekitar tiga meter.

Namun seiring berjalannya waktu, ukuran gundukan tanah tersebut terus menyusut. Saat ini, ketinggiannya diperkirakan tersisa kurang dari satu meter. Penyusutan itu bukan semata karena faktor alam, melainkan juga akibat diambilnya tanah oleh para peziarah dengan berbagai kepentingan dan kepercayaan tertentu.

Fenomena serupa ternyata tidak hanya ditemukan di makam R. Santri Wijaya Kusumah. Gundukan tanah dengan karakteristik yang hampir sama juga terdapat di makam putranya, R. Kasman Mangun Nagara, yang berada di Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Bahkan, nama Kelurahan Pabuaran Tumpeng diyakini berasal dari bentuk makam R. Kasman Mangun Nagara yang menyerupai tumpeng. Bentuk unik makam tersebut kemudian diabadikan menjadi nama wilayah yang dikenal hingga saat ini.

Keberadaan gundukan tanah di dua makam tersebut menambah kekayaan narasi sejarah dan spiritual yang berkembang di tengah masyarakat. Hingga kini, makam R. Santri Wijaya Kusumah maupun R. Kasman Mangun Nagara masih kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, baik untuk berziarah maupun sekadar mengenal lebih dekat jejak sejarah lokal yang sarat makna.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase

30 September 2026 - 02:39 WIB

Trending di RAGAM