Menu

Mode Gelap
Menteri LH Dorong Gerakan Nasional Tanam Bambu untuk Pulihkan Lahan Kritis Hari Purbakala ke-113, Warga Borobudur Napak Tilas Sejarah dan Rawat Warisan Budaya Final Pro Futsal League 2026 Jadi Ajang Pemberdayaan UMKM, Nasabah PNM Raup Berkah di Tengah Antusiasme Penonton KA Dharmawangsa Layani 180 Ribu Penumpang hingga Mei 2026, Mobilitas Warga Subang Meningkat Lewat Stasiun Pegaden Baru KKP Sinergi dengan DANA Cegah Sampah Bocor ke Laut KAI Operasikan KA Pandalungan 2 Jakarta-Jember Mulai 18 Juni, Tiket Diskon 30 Persen

RAGAM

Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah

badge-check


 Fenomena Gundukan Tanah di Makam R. Santri Wijaya Kusumah Menarik Perhatian Peziarah Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Setiap situs keramat dan makam bersejarah kerap memiliki keunikan tersendiri yang menyimpan nilai budaya sekaligus kepercayaan masyarakat. Salah satunya adalah fenomena gundukan tanah yang terdapat di makam keramat R. Santri Wijaya Kusumah, yang berlokasi di Bojong Kaum, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Gundukan tanah tersebut berada tepat di atas makam R. Santri Wijaya Kusumah dan telah menjadi perhatian masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Menurut penuturan warga dan peziarah, fenomena ini sudah berlangsung sejak sekitar tahun 1950-an. Pada masa itu, gundukan tanah disebut-sebut memiliki ketinggian mencapai sekitar tiga meter.

Namun seiring berjalannya waktu, ukuran gundukan tanah tersebut terus menyusut. Saat ini, ketinggiannya diperkirakan tersisa kurang dari satu meter. Penyusutan itu bukan semata karena faktor alam, melainkan juga akibat diambilnya tanah oleh para peziarah dengan berbagai kepentingan dan kepercayaan tertentu.

Fenomena serupa ternyata tidak hanya ditemukan di makam R. Santri Wijaya Kusumah. Gundukan tanah dengan karakteristik yang hampir sama juga terdapat di makam putranya, R. Kasman Mangun Nagara, yang berada di Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Bahkan, nama Kelurahan Pabuaran Tumpeng diyakini berasal dari bentuk makam R. Kasman Mangun Nagara yang menyerupai tumpeng. Bentuk unik makam tersebut kemudian diabadikan menjadi nama wilayah yang dikenal hingga saat ini.

Keberadaan gundukan tanah di dua makam tersebut menambah kekayaan narasi sejarah dan spiritual yang berkembang di tengah masyarakat. Hingga kini, makam R. Santri Wijaya Kusumah maupun R. Kasman Mangun Nagara masih kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, baik untuk berziarah maupun sekadar mengenal lebih dekat jejak sejarah lokal yang sarat makna.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menteri LH Dorong Gerakan Nasional Tanam Bambu untuk Pulihkan Lahan Kritis

15 Juni 2026 - 01:21 WIB

Dari Bandung, Halimah Munawir Kenalkan Sastra Religi Multibahasa

14 Juni 2026 - 18:38 WIB

Holopis, Semangat Kebersamaan dalam Ragam Ekspresi Seni Rupa

14 Juni 2026 - 17:15 WIB

Catatan Iwan Piliang: Saatnya Animator Jadi Pemilik

14 Juni 2026 - 16:17 WIB

UDD PMI Kota Langsa Ikut Memperingati (HDDS) Hari Donor Darah Sedunia

14 Juni 2026 - 15:35 WIB

CFD Kota Langsa Kian Berwarna, Budaya, Kesehatan dan Aksi Kemanusiaan Menyatu di Lapangan Merdeka

14 Juni 2026 - 15:06 WIB

Semangat Gotong Royong Warga Desa Lae Oram Perbaiki Jalan Berlubang Secara Swadaya

14 Juni 2026 - 12:51 WIB

SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku

14 Juni 2026 - 00:18 WIB

Depok Main Tegas: 52 SMP Swasta Gratis, Tapi Jangan Cuma Jualan Angka

13 Juni 2026 - 19:53 WIB

PT Bejira Cipta Media Gelar Berbagi dan Doa Bersama Anak Yatim di Pesantren Tahfiz Ruhama

13 Juni 2026 - 19:29 WIB

Trending di RAGAM