Wartatrans.com, BANDA ACEH — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh bersama Polda Aceh memperkuat sinergi dalam pembinaan personel guna mencegah berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat, Kamis (30/07/2026).
Ketua FKPT Aceh Dr. Wiratmadinata mengatakan, pencegahan radikalisme dan intoleransi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk aparat keamanan, pemerintah, tokoh masyarakat, dan masyarakat sipil.

“Warganegara yang bertanggung jawab wajib terus berbakti, mendorong dan memastikan NKRI tetap tegak berdiri demi anak cucu kita. Pencegahan radikalisme dan intoleransi adalah tanggung jawab bersama,” ujar Dr. Wiratmadinata.
Menurutnya, kritik terhadap ketidakbenaran juga merupakan bagian dari kepedulian dan kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
“Kritik pada ketidakbenaran juga merupakan bentuk perhatian, cinta dan pembelaan kepada bangsa dan tanah air. Itu bukti bahwa kita berdemokrasi secara sehat. Terus berupaya meski letih,” katanya.
Dr. Wiratmadinata juga menegaskan pentingnya profesionalisme Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai amanat konstitusi.
“Kita juga butuh Polri yang profesional dalam menjamin Kamtibmas sesuai konstitusi,” ujarnya mengakhiri.*** (Jasa)


























