Wartatrans.com, JAKARTA – Berdasarkan pembaruan data hingga 6 September 2026 pukul 05.30 WIB, ada beberapa penerbangan terdampak penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
Saat ini, pihak bandara memastikan bahwa seluruh pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) berada dalam kondisi aman.
“Terdapat total 170 pesawat yang disiagakan di area apron dengan rincian: Terminal 1: 66 pesawat, Terminal 2: 51 pesawat, dan Terminal 3: 49 pesawat, serta Kargo: empat pesawat,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa.
Berdasarkan NOTAM penutupan wilayah udara periode 01.30 s.d. 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak.
Total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 orang.
Rute penerbangan dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak meliputi Domestik Utama: Makassar (UPG) dengan total 16 pergerakan pesawat.
“Internasional Utama: Singapura (SIN) dengan total 11 pergerakan pesawat,” ungkapnya.
Rincian penanganan status penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali untuk rute Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).
Sedangkan pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan untuk rute Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).
Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur.
“Ditjen Perhubungan Udara memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan mengingat adanya potensi dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal,” ujar dia.
Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Ditjen Perhubungan Udara mengimbau kepada masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta agar memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya dan memohon agar memperhatikan situasi dengan tidak datang ke bandara terlebih dahulu.
Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, serta pihak terkait lainnya dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan.
Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB – 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Dengan begitu, penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26. (omy)




























