Menu

Mode Gelap
Okupansi 102 Persen, KA Pangrango dan KA Siliwangi Layani 23.495 Pelanggan pada Libur Imlek 13–16 Februari 2026 Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026 Kementerian-KP Pastikan Kemudahan Izin, 433 Kapal Purse Seine Siap Melaut dari Jakarta

PERON

Integrasi Stasiun Manggarai Perkuat Mobilitas Perkotaan dan Mendukung Pola Hidup Praktis Masyarakat Urban

badge-check


 Integrasi Stasiun Manggarai Perkuat Mobilitas Perkotaan dan Mendukung Pola Hidup Praktis Masyarakat Urban Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat integrasi Stasiun Manggarai sebagai simpul utama transportasi perkotaan Jabodetabek. Penguatan ini sejalan dengan dinamika mobilitas masyarakat urban yang semakin padat serta kebutuhan akan akses yang efisien, terhubung, dan dekat dengan berbagai pusat aktivitas harian.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa Manggarai memegang peran penting dalam mendukung keseharian masyarakat perkotaan. Sebagai titik temu berbagai lintas layanan, integrasi Manggarai memastikan pergerakan antarkawasan berjalan teratur dan saling terhubung di tengah intensitas aktivitas yang terus meningkat.

“Integrasi Stasiun Manggarai dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat yang mengutamakan kemudahan akses dan efisiensi waktu. Dengan keterhubungan antarlintas, aktivitas harian dapat dijalani secara lebih ringkas,” ujar Anne.

Gambaran tersebut sejalan dengan Statistik Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik sebagai publikasi mobilitas nasional terbaru. BPS mencatat kawasan perkotaan didominasi penduduk usia produktif dengan intensitas perjalanan harian lintas wilayah yang tinggi, terutama untuk bekerja dan mengakses layanan publik. Pola ini menegaskan kebutuhan terhadap transportasi massal yang terintegrasi dan berkapasitas besar di wilayah metropolitan.

BPS juga menunjukkan bahwa konsentrasi penduduk perkotaan cenderung berkembang pada wilayah dengan akses transportasi publik yang baik. Dalam kondisi ketersediaan lahan yang terbatas, aksesibilitas menjadi faktor penting dalam membentuk preferensi tempat tinggal, karena memungkinkan masyarakat menjangkau tempat kerja, layanan, dan aktivitas keseharian dengan waktu tempuh yang lebih efisien. Pendekatan pemanfaatan ruang yang optimal di sekitar simpul transportasi menjadi bagian dari pola hidup masyarakat yang menginginkan kemudahan tanpa harus berpindah jauh.

Sejalan dengan dinamika tersebut, data internal KAI menunjukkan Stasiun Manggarai menjadi salah satu simpul pergerakan komuter dengan volume penumpang yang konsisten tinggi. Selama periode 2023–2025, jumlah penumpang KRL yang melalui simpul Manggarai tercatat 5.142.739 penumpang pada 2023, meningkat menjadi 5.575.711 penumpang pada 2024, dan berada pada 5.456.309 penumpang pada 2025. Konsistensi ini mencerminkan peran Manggarai sebagai titik temu perjalanan masyarakat dari kawasan tempat tinggal menuju pusat kegiatan ekonomi Jakarta dan sekitarnya.

Peran tersebut diperkuat oleh keterhubungan Manggarai dengan layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Layanan Commuter Line Bandara mencatat pertumbuhan penumpang dari 1.970.531 orang pada 2023 menjadi 2.242.536 orang pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 2.346.934 orang pada 2025. Tren ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas antarsimpul transportasi utama yang terhubung langsung dengan pusat aktivitas ekonomi dan jasa.

Dalam lanskap perkotaan yang terus berkembang dengan ruang yang semakin terbatas, integrasi transportasi dan kedekatan kawasan tinggal dengan simpul mobilitas menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi perjalanan dan keterjangkauan aktivitas sehari-hari. Stasiun Manggarai berperan sebagai pusat konektivitas yang memungkinkan masyarakat menjalani aktivitas dengan akses yang lebih ringkas dan saling terhubung melalui layanan KRL serta Commuter Line Bandara.

KAI terus memperkuat integrasi antarlayanan, meningkatkan keandalan operasional, serta memastikan konektivitas di simpul-simpul utama berjalan optimal. Upaya ini dilakukan agar transportasi publik tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang mengutamakan mobilitas praktis, efisien, dan kedekatan dengan berbagai pusat aktivitas.

“Transportasi publik yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam mendukung keseharian masyarakat urban yang sederhana dan terhubung,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Okupansi 102 Persen, KA Pangrango dan KA Siliwangi Layani 23.495 Pelanggan pada Libur Imlek 13–16 Februari 2026

16 Februari 2026 - 22:08 WIB

Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026

16 Februari 2026 - 20:55 WIB

Libur Panjang Imlek, Penumpang KAD di Daop 7 Madiun Meningkat, Bakal Ada Atraksi Barongsai

16 Februari 2026 - 20:29 WIB

Lebih 1.39 Juta Tiket Lebaran 2026 Terjual, Seluruh Tanggal Keberangkatan Sudah Dapat Dipesan Sejak 15 Februari

16 Februari 2026 - 20:20 WIB

Menhub Dudy Sebut Banten Berpotensi Jadi Daerah Lintasan Padat Jawa-Sumatera

16 Februari 2026 - 15:26 WIB

Trending di ANJUNGAN