Menu

Mode Gelap
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana di Lahan Pascabanjir, Terapkan Sistem Pertanian Modern KKP Segera Bangun Tahap 2 K-SIGN di Rote Ndao, Dapat Dukungan Masyarakat KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

ANJUNGAN

IPC TPK Optimalkan Layanan, Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan Pertama 2026

badge-check


 Ilustrasi proses sandar kapal MV Hai Yun di Terminal Operasi 3 IPC TPK Perbesar

Ilustrasi proses sandar kapal MV Hai Yun di Terminal Operasi 3 IPC TPK

Wartatrans.com, JAKARTA – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid pada Triwulan I tahun 2026 dengan mencatatkan total throughput sebesar 850.768 TEUs, atau tumbuh 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 843.187 TEUs.

Capaian ini menunjukkan resiliensi operasional perusahaan di tengah dinamika logistik selama momentum Idul Fitri, termasuk adanya pembatasan angkutan barang guna mendukung kelancaran arus mudik nasional.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari langkah antisipatif perusahaan dalam melakukan optimalisasi operasional secara terukur, baik sebelum maupun setelah periode pembatasan logistik.

“IPC TPK telah mengoptimalkan aktivitas bongkar muat menjelang periode pembatasan, serta memastikan percepatan arus barang pasca pembatasan berakhir. Strategi ini memungkinkan kami menjaga kelancaran distribusi sekaligus meminimalkan potensi penumpukan di terminal,” ujar Pramestie.

Pada periode Maret 2026, arus bongkar muat tercatat sebesar 250.352 TEUs, atau mengalami penurunan sekitar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 290.923 TEUs. Namun demikian, kinerja pada segmen domestik justru menunjukkan tren positif, dengan volume tumbuh 3,5% dari 623.532 TEUs pada Maret 2025 menjadi 645.084 TEUs pada Maret 2026. Peningkatan ini mencerminkan tetap terjaganya aktivitas distribusi dalam negeri serta daya dorong konsumsi domestik selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Sebaliknya, arus peti kemas internasional mengalami penurunan dari 219.655 TEUs pada Maret 2025 menjadi 205.684 TEUs pada Maret 2026, atau turun sekitar 6,4%, yang dipengaruhi oleh penyesuaian jadwal pelayaran global serta dinamika distribusi barang lintas negara selama periode tersebut.

IPC TPK juga memastikan adanya sinkronisasi operasional dengan kebijakan nasional terkait pengaturan angkutan barang selama periode Idul Fitri. Koordinasi intensif dilakukan bersama regulator dan pemangku kepentingan guna menjaga keseimbangan antara kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat.

Selain itu, IPC TPK tetap mengoperasikan layanan terminal secara 24 jam 7 hari (24/7) di seluruh area kerja. Kesiapan ini menjadi faktor krusial dalam menjaga keandalan layanan dan memastikan arus logistik nasional tetap berjalan optimal, bahkan di tengah periode dengan tekanan operasional yang tinggi.

Secara wilayah, pertumbuhan throughput tercatat merata di sejumlah area operasional IPC TPK, antara lain Area Tanjung Priok yang tumbuh sebesar 1%, Area Pontianak sebesar 1,6%, Area Panjang sebesar 2%, serta Area Teluk Bayur yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,3%. Hal ini menunjukkan konsistensi kinerja perusahaan dalam mengelola arus barang di berbagai wilayah strategis Indonesia.

“Momentum Idul Fitri menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat sistem operasional yang adaptif dan terintegrasi. Ke depan, IPC TPK akan terus memperkuat kolaborasi dan perencanaan berbasis data guna memastikan kelancaran logistik nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Pramestie.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana di Lahan Pascabanjir, Terapkan Sistem Pertanian Modern

17 Juli 2026 - 00:42 WIB

KKP Segera Bangun Tahap 2 K-SIGN di Rote Ndao, Dapat Dukungan Masyarakat

16 Juli 2026 - 21:15 WIB

KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

16 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Komitmen ASRI Berbuah Prestasi, IPCC Sabet Penghargaan Green and Smart Port 2026

16 Juli 2026 - 20:18 WIB

KEK Arun dan Blok Andaman: Episentrum Baru Ekonomi Hijau Indonesia

16 Juli 2026 - 17:54 WIB

Keren! STIP Indonesia Cetak 1.735 SDM Maritim Berdaya Saing Global

16 Juli 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Percepat Penanganan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan

16 Juli 2026 - 15:51 WIB

FIFGROUP Salurkan Rp1,88 Miliar Dana Bergulir Bagi 524 UMKM Binaan

16 Juli 2026 - 13:16 WIB

Trending di EKOBIS