Wartatrans.com, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya melakukan inspeksi keselamatan (ramp check) dan pemantauan Standar Pelayanan Minimum (SPM) menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah proaktif untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta menjamin keamanan dan kenyamanan calon pemudik yang akan berangkat dari maupun melintasi wilayah Daop 7 Madiun.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan inspeksi mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum untuk Angkutan Orang dengan Kereta Api.
“Tim DJKA bersama tim internal KAI melakukan pemantauan intensif di sepanjang lintas dan stasiun wilayah Daop 7. Fokus utama kami memastikan seluruh aspek keselamatan, kesehatan, dan fasilitas pelayanan penumpang berada dalam kondisi optimal,” ujarnya.
Inspeksi dilakukan secara menyeluruh terhadap 12 stasiun di wilayah Daop 7 Madiun, yakni Stasiun Madiun, Ngawi, Magetan, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Papar, Tulungagung, Ngunut, dan Blitar. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan pada sejumlah rangkaian kereta api keberangkatan awal Daop 7 seperti KA Singasari, KA Bangunkarta, KA Brantas, serta kereta api yang melintas di wilayah Daop 7, salah satunya KA Dharmawangsa.
Pemeriksaan difokuskan pada dua aspek utama, yaitu fasilitas stasiun dan fasilitas di atas kereta api. Pada fasilitas stasiun, tim memeriksa kelengkapan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jalur evakuasi, fasilitas kesehatan seperti P3K, kursi roda dan pos kesehatan, sistem CCTV, ruang tunggu, toilet, musala, serta kejelasan informasi jadwal perjalanan dan ketersediaan tempat duduk.
Sementara itu, pemeriksaan fasilitas di atas kereta api meliputi rem darurat, pemecah kaca, kebersihan toilet, suhu ruangan atau pendingin udara (AC), fasilitas bagi penumpang difabel, lampu penerangan, serta ketersediaan nomor kontak kondektur dan petugas keamanan yang berdinas.
Tohari menambahkan, hasil inspeksi ini menjadi dorongan bagi seluruh jajaran KAI Daop 7 Madiun untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Kami berkomitmen menyediakan moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu. Dengan persiapan yang matang ini, kami berharap masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik Lebaran 2026 dengan tenang dan aman, sejalan dengan semangat kami, ‘Semakin Melayani’,” pungkasnya.(****)





















