Wartatrans.com, BEKASI – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terasa hangat dalam peringatan 11 tahun berdirinya Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Minggu (15/3/2026) di Bekasi. Momentum Ramadan tersebut dimanfaatkan JPKP untuk berbagi dengan masyarakat melalui penyaluran 200 paket sembako bagi penyandang disabilitas dan anak yatim.
Bantuan tersebut merupakan hadiah Idul Fitri dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ketua Umum JPKP Maret Samuel Sueken tidak dapat hadir langsung karena tengah menjalankan tugas di Ibu Kota Nusantara (IKN). Meski demikian, melalui sambutan tertulis yang dibacakan dalam acara tersebut, ia menyampaikan salam hangat, apresiasi, serta rasa bangga kepada seluruh pengurus dan relawan JPKP di berbagai daerah yang terus menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pesannya, Maret juga mengenang sejarah lahirnya JPKP yang berakar dari gerakan relawan yang mendukung Joko Widodo sejak menjabat Wali Kota Solo hingga menjadi Presiden Republik Indonesia. Dari semangat kerelawanan itu kemudian terbentuk JPKP sebagai jaringan yang tidak hanya memberikan dukungan moral kepada pemimpin, tetapi juga aktif mengawal kebijakan pembangunan agar benar-benar berpihak kepada rakyat.
“JPKP lahir dari semangat kerelawanan. Selama rakyat masih membutuhkan, selama itu pula JPKP akan tetap berdiri bersama rakyat,” demikian pesan Maret dalam sambutannya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan JPKP dari berbagai wilayah, antara lain DPW Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, dan Depok. Hadir pula sejumlah tamu undangan dari berbagai organisasi mitra, seperti PJWB, Humaniora Foundation, dan Budayantara Network.
Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa selama 11 tahun perjalanan organisasi, JPKP terus berpegang pada nilai kesederhanaan, kerja keras, dan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Penyaluran bantuan kepada penyandang disabilitas dan anak yatim menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat.
Peringatan satu dekade lebih perjalanan JPKP ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran organisasi sebagai kekuatan moral masyarakat dalam mengawal pembangunan, sekaligus mempererat solidaritas para relawan agar semakin dekat dengan rakyat.*** (Buyil)

























