Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan Kereta Api Ekonomi Kerakyatan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Salah satu layanan yang menjadi favorit pelanggan adalah Kereta Api tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan (PSE–LPN) dengan nomor KA 7040.
Kereta yang diberangkatkan dari Stasiun Pasarsenen pukul 15.25 WIB ini mulai beroperasi pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026 guna mendukung mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran.

Rangkaian pada KA tambahan PSE-LPN ini terdiri dari dua kelas layanan, yakni 5 kereta kelas eksekutif dan 4 kereta ekonomi kerakyatan. Khusus pada kereta ekonomi kerakyatan, setiap kereta menyediakan 93 tempat duduk, sehingga total kapasitas tempat duduk kelas ekonomi pada rangkaian ini mencapai 372 tempat duduk.
Pada perjalanan hari ini 11 Maret 2026, volume pelanggan tercatat sebanyak 388 penumpang, dengan tingkat keterisian mencapai 104 persen, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA ekonomi kerakyatan tersebut.
Tingginya animo masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh tarif yang terjangkau, tetapi juga karena tingkat kenyamanan dan keselamatan yang baik. Untuk perjalanan hingga Yogyakarta, tiket KA ini dibanderol sekitar Rp175.000, setelah mendapatkan diskon sebesar 30 persen melalui program stimulus pemerintah.
Selain harga yang ekonomis, kereta api juga menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan perjalanan yang lebih nyaman, aman, tepat waktu, serta bebas dari kemacetan, sehingga pelanggan dapat menikmati perjalanan jarak jauh dengan lebih tenang.
Berdasarkan data penjualan tiket, sejak 11 Maret hingga 24 Maret, tingkat okupansi KA 7040 secara konsisten mencapai rata-rata 100 persen pada setiap perjalanan. Untuk tanggal 25 Maret – 1 April 2026 tiket masih tersedia.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api ekonomi menunjukkan bahwa moda transportasi berbasis rel tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
“Kereta api ekonomi kerakyatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Program tarif terjangkau ini diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan lebih mudah sekaligus mendukung mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Franoto.
Ia menambahkan bahwa KAI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui berbagai aspek, mulai dari keselamatan perjalanan, ketepatan waktu, hingga peningkatan fasilitas layanan di stasiun maupun di atas kereta, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.(fahmi)































