Wartatrans.com, FAKFAK — Operasional penerbangan komersial (Wings Air) dan perintis dari dan menuju Bandara Siboru, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dihentikan sementara akibat kabut asap yang hingga kini masih menyelimuti Kabupaten Fakfak dan sekitarnya.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Siboru, Faisal Rahman, mengatakan penghentian sementara itu dilakukan karena visibilitas atau jarak pandang di sekitar Bandara Siboru masih relatif sangat rendah sehingga membahayakan aktivitas penerbangan.
“Saat ini jarak pandang masih sangat rendah sehingga sangat membahayakan kegiatan dan aktivitas penerbangan dari dan keluar Bandara Siboru, khususnya penerbangan,” kata Faisal saat dihubungi media ini, Selasa (13/10/2026).

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Siboru, Faisal Rahman.
Faisal menjelaskan, penghentian operasional tersebut berlaku sampai ada kepastian bahwa kondisi kabut asap benar-benar kembali normal. Menurutnya, dampak kabut asap tidak hanya dirasakan di Bandara Siboru, tetapi juga di beberapa bandara lain di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Ia berharap kondisi kabut asap dapat segera berakhir sehingga aktivitas penerbangan dari dan menuju Fakfak kembali normal. Selain itu, interkonektivitas antarbandara diharapkan kembali dinyatakan aman.
Meski demikian, belum diketahui secara pasti sampai kapan operasional penerbangan akan kembali dibuka.
“Belum tahu pasti sampai kapan akan mulai beroperasi, tetapi yang jelas kita semua tunggu saja kabar terkait permasalahan ini,” ujar Faisal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pembukaan kembali operasional penerbangan di Bandara Siboru. Kami masih menunggu informasi dari pihak maskapai ujarnya.***(ASAH)


























