Menu ✖

Mode Gelap
Pastikan Standardisasi Bongkar Muat, Danantara Tinjau Pusat Kendali Operasi IPC TPK Dari Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat, DAMRI Hadirkan Kemudahan Akses Menuju Bandara Soekarno-Hatta IDSurvey dan S&P Global Bahas Penguatan ESG serta Pengembangan Bisnis Konsultasi PELNI Raih Penghargaan Excellence in National Maritime Connectivity Bobby Rasyidin Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK, Sebut Pemberitaan Tidak Benar Pelindo dan Port of Los Angeles Perkuat Kerja Sama

PERON

KAI Gelar Rail Clinic di Karawang, 250 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

badge-check


 KAI Gelar Rail Clinic di Karawang, 250 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis Perbesar

Wartatrans.com, KARAWANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta membawa layanan kesehatan langsung ke masyarakat sekitar Stasiun Karawang melalui kegiatan bakti sosial Rail Clinic dan Rail Library, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang digelar mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB tersebut menyasar 250 warga dari Kelurahan Nagasari dan Kelurahan Karangpawitan yang berada di sekitar Stasiun Karawang.

Rail Clinic merupakan kereta khusus yang dilengkapi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendekatkan akses pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat di sekitar stasiun maupun jalur kereta api.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 247 peserta mendapatkan layanan pengobatan gratis yang meliputi poli umum, kesehatan ibu dan anak (KIA), mata, serta gigi.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian perusahaan terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI.

“Melalui Rail Clinic, KAI menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan tanpa dipungut biaya. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar Stasiun Karawang,” ujar Franoto.

Berdasarkan catatan pelayanan, Rail Clinic memberikan 211 pemeriksaan poli umum, 20 layanan KIA, 16 pemeriksaan gigi, dan satu pemeriksaan mata. Selain itu, 30 peserta menjalani pemeriksaan laboratorium sederhana, sedangkan 227 peserta mendapatkan pelayanan farmasi dan obat-obatan.

KAI juga memberikan sejumlah bantuan pendukung kesehatan. Sebanyak 30 siswa SDN Nagasari yang membutuhkan alat bantu penglihatan menerima kacamata gratis. Sementara itu, 20 ibu hamil mendapatkan paket makanan tambahan dan 30 anak memperoleh paket dental kids.

“Kacamata gratis diberikan berdasarkan kebutuhan para siswa. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kesehatan mata sekaligus membantu mereka mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman,” kata Franoto.

Layanan Rail Clinic tidak hanya berfokus pada pemeriksaan dan pengobatan. Tenaga kesehatan KAI juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), khususnya kebersihan gigi dan mulut kepada 30 peserta.

Edukasi mengenai pencegahan penyakit menular, terutama tuberkulosis (TBC), serta etika batuk dan bersin juga diberikan kepada 50 peserta.

Menurut Franoto, Rail Clinic menjadi salah satu inovasi sosial KAI dalam memanfaatkan sarana perkeretaapian untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kereta api tidak hanya hadir sebagai sarana transportasi, tetapi juga membawa manfaat sosial. Melalui Rail Clinic, fasilitas kesehatan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI,” ujarnya.

Pada kegiatan yang sama, KAI menghadirkan Rail Library sebagai sarana edukasi sekaligus upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat. Sebanyak 30 pengunjung, terutama anak-anak, memanfaatkan koleksi buku dan mengikuti aktivitas belajar di dalam kereta.

Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan KAI untuk menyampaikan edukasi keselamatan perjalanan kereta api kepada masyarakat. Warga diingatkan agar disiplin mematuhi rambu-rambu ketika berada di perlintasan sebidang.

Masyarakat diminta berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi atau palang pintu mulai ditutup serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.

KAI juga mengimbau masyarakat tidak bermain, berjalan, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur kereta api karena dapat membahayakan keselamatan diri dan mengganggu perjalanan kereta api.

“Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengajak masyarakat untuk menaati aturan di perlintasan sebidang dan tidak menjadikan jalur kereta api sebagai tempat beraktivitas,” ujar Franoto.

Pelaksanaan Rail Clinic, Rail Library, dan edukasi keselamatan tersebut merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan KAI. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam bidang kesehatan dan literasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan perjalanan kereta api.

“KAI akan terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata serta memperkuat hubungan baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” tutup Franoto.(fahmi)

Baca Lainnya

Pastikan Standardisasi Bongkar Muat, Danantara Tinjau Pusat Kendali Operasi IPC TPK

6 November 2026 - 20:20 WIB

Dari Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat, DAMRI Hadirkan Kemudahan Akses Menuju Bandara Soekarno-Hatta

6 November 2026 - 20:10 WIB

IDSurvey dan S&P Global Bahas Penguatan ESG serta Pengembangan Bisnis Konsultasi

6 November 2026 - 19:50 WIB

Bobby Rasyidin Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK, Sebut Pemberitaan Tidak Benar

6 November 2026 - 18:28 WIB

Pastikan Keselamatan Kereta Jelang Nataru, Bobby Rasyidin Tinjau Perlintasan Daop 6

6 November 2026 - 13:50 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, Keberangkatan KA dari Gambir Bertambah Jadi 45 Perjalanan

6 November 2026 - 13:04 WIB

AI Ubah Dunia Kerja, Pelindo Solusi Digital Bekali Mahasiswa USU Kompetensi Masa Depan

6 November 2026 - 10:35 WIB

Pelindo Jasa Maritim Ajak Pelajar Tuban Mengenali Dunia Kemaritiman Indonesia

6 November 2026 - 10:22 WIB

Menhub Dudy dan Menaker Yassierli Bahas Kesiapan Angkutan Libur Nataru

6 November 2026 - 09:43 WIB

KAI Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, Bobby Rasyidin Pastikan Pengadaan Kereta Baru

6 November 2026 - 07:30 WIB

Trending di PERON