Wartatrans.com, JAKARTA – Perjalanan transformasi PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) selama 18 tahun membawa perubahan besar terhadap layanan transportasi publik berbasis kereta api di Indonesia.
Jumlah pengguna yang terus meningkat membuat Commuter Line kini menjadi salah satu moda utama dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan, pertumbuhan jumlah pengguna menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line. Jika pada 2010 jumlah pengguna tercatat sekitar 127 juta orang, angka tersebut meningkat hingga lebih dari 400 juta pengguna sepanjang 2025.
Saat ini, KAI Commuter melayani rata-rata sekitar 1,4 juta pengguna setiap harinya.
Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan transformasi dan perluasan wilayah layanan perusahaan. Pada 2017, perusahaan yang sebelumnya bernama PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) resmi berganti nama menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
“Langkah ini juga menjadi tonggak penting yang menandai komitmen perusahaan untuk melayani masyarakat melalui cakupan wilayah yang lebih luas,” kata Purnomo.
Perluasan layanan Commuter Line kini tidak lagi terbatas di kawasan Jabodetabek. Layanan tersebut telah menjangkau sejumlah wilayah, antara lain Merak, Bandung Raya, Kutoarjo, Yogyakarta hingga Palur, serta Surabaya.
KAI Commuter juga mengoperasikan Commuter Line Basoetta yang terintegrasi untuk menghubungkan pusat Kota Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Secara keseluruhan, jaringan KAI Commuter saat ini mencakup 213 stasiun yang terbagi dalam lima wilayah operasional. Untuk mendukung kesiapan perjalanan, operasional sarana diperkuat lima depo utama dan 11 PUKRL atau Pos Urusan Kereta Listrik.
“Di fasilitas inilah seluruh sarana perkeretaapian diperiksa, dirawat, dan dipersiapkan secara ketat setiap harinya,” jelas Purnomo.
Selain memperluas jaringan, KAI Commuter terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penambahan fasilitas pengguna dan peremajaan sarana KRL. Integrasi antarlayanan serta sistem ticketing juga terus dikembangkan untuk membuat perjalanan semakin mudah dan praktis.
Salah satu inovasi pembayaran yang telah dapat digunakan pengguna adalah QRIS Tap. Sistem tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan pembayaran digital dalam ekosistem transportasi publik.
Dari sisi keamanan, KAI Commuter juga menerapkan sistem CCTV analytic di seluruh stasiun Commuter Line Jabodetabek dan Yogyakarta. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu meningkatkan aspek keamanan serta pemantauan aktivitas di lingkungan stasiun.
Memasuki usia ke-18, KAI Commuter turut memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya dengan menerapkan Reverse Vending Machine (RVM) di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek.
RVM tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak sampah kemasan botol plastik yang dihasilkan pengguna selama menggunakan layanan Commuter Line.
Melalui program tersebut, pengguna dapat memperoleh poin dari botol plastik yang dikumpulkan. Poin itu kemudian dapat ditukarkan menjadi saldo pada Kartu Multi Trip (KMT) untuk digunakan sebagai pembayaran tiket Commuter Line.
“Pengguna akan mendapatkan poin 100 untuk setiap botol plastik yang bisa ditukarkan dengan saldo melalui KMT untuk pembayaran tiket Commuter Line,” tambah Purnomo.
Komitmen terhadap program keberlanjutan juga dilakukan melalui pengolahan kembali seragam dinas bekas yang dikumpulkan dari para pegawai KAI Commuter. Material seragam tersebut didaur ulang menjadi kain batik khas KAI Commuter bertema “Batik Laras Budaya Commuter.”
Batik tersebut merepresentasikan perpaduan budaya bangsa dengan karakter pengguna Commuter Line yang heterogen dan berasal dari berbagai lintas generasi. Perbedaan tersebut digambarkan tetap dapat berjalan selaras, seimbang, dan harmonis dalam satu perjalanan.
Seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, KAI Commuter juga terus menghadirkan berbagai inovasi dan layanan tambahan untuk meningkatkan kemudahan akses, kecepatan, serta efisiensi perjalanan.
Pada momentum HUT ke-18, KAI Commuter menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal sekaligus mendukung mobilitas masyarakat Indonesia menuju masa depan transportasi publik yang semakin terintegrasi dan berkelanjutan.(fahmi)





























