Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Services terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan dengan mengimplementasikan sistem COMBO to E-Parking di sejumlah stasiun pada wilayah Regional 1 Jakarta, Regional 6 Yogyakarta, dan Regional 8 Surabaya.
Melalui sistem ini, transaksi parkir dilakukan sepenuhnya menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) tanpa tombol tiket, sehingga proses keluar masuk kendaraan menjadi lebih cepat dan efisien.

Implementasi sistem tersebut di wilayah Regional 1 Jakarta dilaksanakan pada 27–28 Februari 2026 yang mencakup Stasiun Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Cikarang, Klender, Lenteng Agung, Serpong, BNI City, dan Rangkas. Selanjutnya, pada 1 Maret 2026 penerapan dilakukan di wilayah Regional 6 Yogyakarta meliputi Stasiun Palur, Purwosari, Klaten, dan Lempuyangan, serta di wilayah Regional 8 Surabaya tepatnya di Stasiun Mojokerto.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan bahwa penerapan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong transformasi digital layanan serta mendukung integrasi ekosistem perkeretaapian.
“Implementasi COMBO to E-Parking menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan parkir berbasis teknologi yang lebih modern dan terintegrasi, sekaligus mendukung kemudahan akses pelanggan dalam menggunakan layanan transportasi kereta api,” ujar Nyoman.
Menurutnya, digitalisasi layanan parkir juga diharapkan mampu menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih nyaman dan aman saat berada di lingkungan stasiun. Integrasi layanan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan konektivitas yang lebih baik antar layanan transportasi di kawasan stasiun.
Ke depan, KAI Services akan terus mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat integrasi antar layanan, serta memastikan operasional yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan di era digital.
Salah satu pengguna area parkir KAI Services, Budi Susilo, menyambut baik penerapan sistem COMBO to E-Parking tersebut. Ia menilai sistem baru ini membuat proses keluar masuk kendaraan di area stasiun menjadi lebih praktis.
“Kadang saat musim liburan Natal dan Tahun Baru ataupun masa mudik Lebaran, kita sering melihat antrean kendaraan di pintu masuk dan keluar parkir. Dengan adanya sistem ini, prosesnya jadi lebih cepat dan efisien,” kata Budi.(fahmi)






























