Menu ✖

Mode Gelap
BNI Pastikan Kredit Berkualitas dan Kualitas Aset Terjaga BNI Catat Laba Operasional Tertinggi dalam Sejarah di Kuartal III-2026, Rp27,5 Triliun! FIFGROUP Raih Empat Penghargaan di Ajang Continuous Improvement Convention 2026 BPS Fakfak: Sensus Ekonomi 2026 Sasar Usaha Daring hingga Bisnis Rumahan Perkuat Konektivitas Jawa-Sumatera, KMP Portlink III ASDP Mulai Beroperasi HUT ke-2 Madas Nusantara Meriah, Dihadiri Pejabat Negara dan Ribuan Anggota

Uncategorized

Takengon Kembali Krisis BBM, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 3 Kilometer

badge-check


 Takengon Kembali Krisis BBM, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 3 Kilometer Perbesar

Wattatrans.com, TAKENGON — Takengon kembali diuji. Ketika isu kelangkaan BBM merebak, ribuan kendaraan langsung memadati SPBU dan antrean pun mengular hingga beberapa kilometer.

Takengon kembali dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM). Sejak Rabu malam hingga Kamis siang, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota tersebut.

Panjang antrean bahkan diperkirakan mencapai sekitar tiga kilometer, sehingga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama kota.

Kondisi ini dipicu oleh aksi panic buying masyarakat yang khawatir terhadap ketersediaan BBM.

Kepanikan muncul setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menyebut ketahanan energi nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hingga 21 hari ke depan.
Seorang warga yang ikut mengantre BBM, Aris Musnandar, mengatakan kemacetan terjadi hampir di semua SPBU utama di Takengon.

“Sejak tadi malam sampai siang ini masih macet. Antrean di dua SPBU berbeda sisi jalan. Yang semalam macet, sekarang masih macet juga,” ujarnya.
Tidak hanya BBM, kepanikan warga juga mulai berdampak pada ketersediaan kebutuhan pokok.

Beberapa komoditas sembako dilaporkan mulai sulit ditemukan di pasar karena masyarakat membeli dalam jumlah besar untuk persediaan.

aris musnandar, menilai panic buying terjadi karena masyarakat tidak mendapatkan informasi resmi yang jelas dari pemerintah daerah.

Ia meminta pemerintah daerah segera memberikan penjelasan resmi agar masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai pesan berantai yang beredar di media sosial terkait kelangkaan BBM.

Hingga saat ini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Takengon masih terus terjadi.

Aparat setempat berupaya mengurai kemacetan serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Chairil Gibran Ramadhan Perjuangkan Film Biografi Ismail Marzuki

24 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Demonstrasi AMSR di Semarang Disertai Aksi Vandalisme

23 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

20 Oktober 2026 - 10:48 WIB

​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober

19 Oktober 2026 - 10:09 WIB

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

6 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Alutsista Indonesia Makin Modern: Rafale, A400M, Scorpene hingga Kapal Induk Pertama Perkuat Pertahanan Nasional

5 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Trending di Uncategorized