Menu

Mode Gelap
KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026 PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

Uncategorized

Takengon Kembali Krisis BBM, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 3 Kilometer

badge-check


 Takengon Kembali Krisis BBM, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 3 Kilometer Perbesar

Wattatrans.com, TAKENGON — Takengon kembali diuji. Ketika isu kelangkaan BBM merebak, ribuan kendaraan langsung memadati SPBU dan antrean pun mengular hingga beberapa kilometer.

Takengon kembali dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM). Sejak Rabu malam hingga Kamis siang, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota tersebut.

Panjang antrean bahkan diperkirakan mencapai sekitar tiga kilometer, sehingga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama kota.

Kondisi ini dipicu oleh aksi panic buying masyarakat yang khawatir terhadap ketersediaan BBM.

Kepanikan muncul setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menyebut ketahanan energi nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hingga 21 hari ke depan.
Seorang warga yang ikut mengantre BBM, Aris Musnandar, mengatakan kemacetan terjadi hampir di semua SPBU utama di Takengon.

“Sejak tadi malam sampai siang ini masih macet. Antrean di dua SPBU berbeda sisi jalan. Yang semalam macet, sekarang masih macet juga,” ujarnya.
Tidak hanya BBM, kepanikan warga juga mulai berdampak pada ketersediaan kebutuhan pokok.

Beberapa komoditas sembako dilaporkan mulai sulit ditemukan di pasar karena masyarakat membeli dalam jumlah besar untuk persediaan.

aris musnandar, menilai panic buying terjadi karena masyarakat tidak mendapatkan informasi resmi yang jelas dari pemerintah daerah.

Ia meminta pemerintah daerah segera memberikan penjelasan resmi agar masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai pesan berantai yang beredar di media sosial terkait kelangkaan BBM.

Hingga saat ini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Takengon masih terus terjadi.

Aparat setempat berupaya mengurai kemacetan serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bandara Husein Mulai Layani Pesawat Jet dengan 12 Rute Domestik

14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

“Duta” Radio Rimba Raya Hadiri Transformasi Kreator Indonesia di RRI Pusat

13 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Raup Suara Mayoritas Tantan Sulthon Nakhodai PWI Jabar Periode 2026-2031

13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Trending di Uncategorized