Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Fasilitasi Diklat Pekerja Migran Indonesia Terampil ke Jepang Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Halal Bihalal Bersama Potensi Masyarakat, Perkuat Sinergi dan Kamtibmas Libur Panjang April 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Capai 617 Ribu Terima Kasih Pelanggan! KAI Sukses Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran dengan Aman KAI Layani 5,08 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 8,07 Persen

NASIONAL

Kemendes PDTT Dorong Transportasi Perdesaan Berbasis Kendaraan Listrik Lewat Koperasi Desa Merah Putih

badge-check


 Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Samsul Widodo saat diskusi bertajuk 30 Tahun Refleksi MTI yang digelar di Hotel kawasan Cawang, Jakarta, Senin (22/12/2025). Perbesar

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Samsul Widodo saat diskusi bertajuk 30 Tahun Refleksi MTI yang digelar di Hotel kawasan Cawang, Jakarta, Senin (22/12/2025).

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong pengembangan transportasi perdesaan yang lebih modern dan berkelanjutan dengan memanfaatkan kendaraan listrik, yang pengadaannya dapat dilakukan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Drs. Samsul Widodo, M.A., mengatakan kebutuhan transportasi perdesaan saat ini semakin mendesak seiring menurunnya layanan angkutan di wilayah desa.

“Terus terang yang kami dorong adalah kebutuhan transportasi di perdesaan. Selama ini kalau bicara transportasi selalu banyak di perkotaan, seperti MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta. Tapi transportasi perdesaan justru semakin menurun,” ujar Samsul disela agenda diskusi bertajuk 30 Tahun Refleksi MTI yang digelar di Hotel kawasan Cawang, Jakarta, Senin (22/12/2025).

Ia mengungkapkan, saat ini angkutan perdesaan yang memiliki trayek resmi hanya tersisa sekitar 30 persen dan trennya terus menurun. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan mobilitas masyarakat desa serta distribusi hasil produksi.

Samsul menjelaskan, pemerintah sejatinya telah menyediakan berbagai dukungan konektivitas, seperti tol laut untuk Indonesia Timur, layanan DAMRI, serta pesawat perintis. Namun, upaya tersebut dinilai masih perlu diperkuat, terutama di sektor darat.

“Kalau kita bicara astacita ke-6, membangun Indonesia dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, tentu perhatian terhadap desa harus lebih besar,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Kemendes PDTT membuka peluang agar Koperasi Desa Merah Putih dapat berperan sebagai penyedia modal transportasi perdesaan, termasuk untuk pengadaan kendaraan listrik.

“Apakah dimungkinkan ke depan Koperasi Desa Merah Putih menyediakan modal transportasinya. Koperasi bisa berbisnis penyediaan transportasi perdesaan dengan pengadaan kendaraan, kredit yang lebih murah, subsidi yang lebih ringan, atau bahkan langsung menggunakan mobil listrik,” jelas Samsul.

Menurutnya, kendaraan listrik memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan sumber daya dan efisiensi, sehingga cocok untuk wilayah perdesaan dan daerah perintisan.

“Kendaraan listrik sumber dayanya gampang. Ini bisa menjadi solusi untuk transportasi perdesaan, apalagi koperasi itu harapannya berproduksi. Saat produksi berjalan, pasti membutuhkan pengangkutan. Di situlah transportasi perdesaan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Samsul, Koperasi Desa Merah Putih masih berada pada tahap pembangunan gerai. Pemerintah menargetkan pada tahun depan kegiatan bisnis koperasi sudah dapat berjalan secara bertahap.

“Kami juga minta tolong kepada MTI untuk mendorong bagaimana Koperasi Desa Merah Putih ikut terlibat dalam penyediaan modal transportasinya. Nantinya bisa bekerja sama dengan DAMRI sebagai operator, atau melalui peluang-peluang lain yang nonfiskal,” katanya.

Ia menambahkan, peluang nonfiskal juga dapat berasal dari pemerintah daerah yang memiliki kapasitas APBD memadai untuk bekerja sama mengembangkan transportasi perdesaan.

Dijelaskan Samsul, saat ini Indonesia memiliki 75.265 desa dan lebih dari 80 ribu koperasi, termasuk di kelurahan. Menurut Samsul, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih menjadi instrumen strategis untuk mengintegrasikan berbagai kelembagaan ekonomi yang sebelumnya tersebar di banyak kementerian dan lembaga.

“Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, seluruh kelembagaan ekonomi yang sebelumnya terpisah bisa diintegrasikan menjadi satu. Ini sangat strategis untuk mendukung pembangunan desa, termasuk penyediaan transportasi perdesaan yang modern dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi

3 April 2026 - 19:12 WIB

Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil

3 April 2026 - 13:42 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Pelindo Regional 4 Layani 758.000 Penumpang Selama Lebaran 2026, Naik 10,41% YoY

2 April 2026 - 09:10 WIB

Kelola Mobilitas 2,8 Juta Pelanggan, DAMRI Jaga Layanan Tetap Stabil di Tengah Dinamika Lebaran

2 April 2026 - 09:03 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Upacara Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 dan Halal Bihalal

1 April 2026 - 10:03 WIB

Trending di ANJUNGAN