Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

NASIONAL

Kemendes PDTT Dorong Transportasi Perdesaan Berbasis Kendaraan Listrik Lewat Koperasi Desa Merah Putih

badge-check


 Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Samsul Widodo saat diskusi bertajuk 30 Tahun Refleksi MTI yang digelar di Hotel kawasan Cawang, Jakarta, Senin (22/12/2025). Perbesar

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Samsul Widodo saat diskusi bertajuk 30 Tahun Refleksi MTI yang digelar di Hotel kawasan Cawang, Jakarta, Senin (22/12/2025).

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong pengembangan transportasi perdesaan yang lebih modern dan berkelanjutan dengan memanfaatkan kendaraan listrik, yang pengadaannya dapat dilakukan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Drs. Samsul Widodo, M.A., mengatakan kebutuhan transportasi perdesaan saat ini semakin mendesak seiring menurunnya layanan angkutan di wilayah desa.

“Terus terang yang kami dorong adalah kebutuhan transportasi di perdesaan. Selama ini kalau bicara transportasi selalu banyak di perkotaan, seperti MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta. Tapi transportasi perdesaan justru semakin menurun,” ujar Samsul disela agenda diskusi bertajuk 30 Tahun Refleksi MTI yang digelar di Hotel kawasan Cawang, Jakarta, Senin (22/12/2025).

Ia mengungkapkan, saat ini angkutan perdesaan yang memiliki trayek resmi hanya tersisa sekitar 30 persen dan trennya terus menurun. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan mobilitas masyarakat desa serta distribusi hasil produksi.

Samsul menjelaskan, pemerintah sejatinya telah menyediakan berbagai dukungan konektivitas, seperti tol laut untuk Indonesia Timur, layanan DAMRI, serta pesawat perintis. Namun, upaya tersebut dinilai masih perlu diperkuat, terutama di sektor darat.

“Kalau kita bicara astacita ke-6, membangun Indonesia dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, tentu perhatian terhadap desa harus lebih besar,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Kemendes PDTT membuka peluang agar Koperasi Desa Merah Putih dapat berperan sebagai penyedia modal transportasi perdesaan, termasuk untuk pengadaan kendaraan listrik.

“Apakah dimungkinkan ke depan Koperasi Desa Merah Putih menyediakan modal transportasinya. Koperasi bisa berbisnis penyediaan transportasi perdesaan dengan pengadaan kendaraan, kredit yang lebih murah, subsidi yang lebih ringan, atau bahkan langsung menggunakan mobil listrik,” jelas Samsul.

Menurutnya, kendaraan listrik memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan sumber daya dan efisiensi, sehingga cocok untuk wilayah perdesaan dan daerah perintisan.

“Kendaraan listrik sumber dayanya gampang. Ini bisa menjadi solusi untuk transportasi perdesaan, apalagi koperasi itu harapannya berproduksi. Saat produksi berjalan, pasti membutuhkan pengangkutan. Di situlah transportasi perdesaan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Samsul, Koperasi Desa Merah Putih masih berada pada tahap pembangunan gerai. Pemerintah menargetkan pada tahun depan kegiatan bisnis koperasi sudah dapat berjalan secara bertahap.

“Kami juga minta tolong kepada MTI untuk mendorong bagaimana Koperasi Desa Merah Putih ikut terlibat dalam penyediaan modal transportasinya. Nantinya bisa bekerja sama dengan DAMRI sebagai operator, atau melalui peluang-peluang lain yang nonfiskal,” katanya.

Ia menambahkan, peluang nonfiskal juga dapat berasal dari pemerintah daerah yang memiliki kapasitas APBD memadai untuk bekerja sama mengembangkan transportasi perdesaan.

Dijelaskan Samsul, saat ini Indonesia memiliki 75.265 desa dan lebih dari 80 ribu koperasi, termasuk di kelurahan. Menurut Samsul, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih menjadi instrumen strategis untuk mengintegrasikan berbagai kelembagaan ekonomi yang sebelumnya tersebar di banyak kementerian dan lembaga.

“Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, seluruh kelembagaan ekonomi yang sebelumnya terpisah bisa diintegrasikan menjadi satu. Ini sangat strategis untuk mendukung pembangunan desa, termasuk penyediaan transportasi perdesaan yang modern dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di NASIONAL