Menu

Mode Gelap
Catatan Halimah Munawir: Dari Obrolan Ringan ke Perpustakaan Alexandria DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Apresiasi Bantuan Sapi Meugang Presiden dan Gubernur Aceh KAI Daop 7 Madiun All Out di “Weekend Asyik” Magetan, Hadirkan Promo Tiket dan Edukasi Keselamatan Rumah Budaya HMA Terima Kunjungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mesir, Dorong Kolaborasi Sastra dan Budaya Indonesia–Mesir Korhudas-Peusangan dan Kokowa Gayo Hadir untuk Anak-Anak Kala Segi Mudahkan Manasik Jemaah Haji Aceh, Wamenhaj Resmikan Pesawat Hibah Garuda

OTOMOTIF

Kemenpar Perkuat Pengembangan Wisata Olahraga sebagai Mesin Ekonomi Baru

badge-check


 Menapr bersama Menpora Perbesar

Menapr bersama Menpora

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmen terus mengembangkan penyelenggaraan berbagai event, termasuk event berbasis pariwisata olahraga di berbagai destinasi tanah air.

Ini sebagai strategi utama untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

“Dalam ekosistem pariwisata terdapat banyak travel theme yang dapat dikembangkan, dan salah satu yang paling menjanjikan adalah sports tourism. Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan segmen ini,” tutur Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat menjadi pembicara dalam “Indonesian Sports Summit 2025”, Ahad (7/12/2025) di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.

Dalam sesi panel bertajuk “Sports as Destination: Unlocking Indonesia’s Tourism Potential”, Menteri Pariwisata Widiyanti mengungkapkan secara global olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif.

Survei Expedia mencatat 44 persen wisatawan bersedia bepergian ke luar negeri untuk menghadiri event olahraga.

Wisatawan olahraga ini menurutnya, juga memiliki karakter pengeluaran yang relatif tinggi, mencapai rata-rata 1.500 dolar AS per kunjungan.

UN Tourism juga mencatat sports tourism menyumbang 10 persen dari total belanja wisata global pada 2023.

“Angka itu diproyeksikan tumbuh pesat hingga 17,5 persen pada periode 2023–2030. Karena itu Indonesia harus bergerak cepat dan strategis memanfaatkan potensi sports tourism kita,” ujarnya.

Indonesia kata dia, memiliki banyak fasilitas olahraga ikonis yang tersebar di berbagai daerah.

Tantangannya adalah bagaimana mengemas fasilitas tersebut menjadi daya tarik wisata yang mampu menghadirkan pengalaman berkualitas sepanjang tahun.

Dia mencontohkan Anfield Stadium di Liverpool, yang di luar hari pertandingan membuka beragam paket wisata seperti tur museum dan pengalaman storytelling sejarah klub.

“Hasilnya sangat impresif, hampir 400 ribu kunjungan pada 2024, masuk jajaran 10 persen destinasi terbaik dunia versi Tripadvisor, dan dinobatkan sebagai UK’s Best Landmark 2024,” ungkap Menpar.

Model serupa mulai dikembangkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api melalui pembahasan antara Pemerintah Kota Bandung, DPRD Jawa Barat, dan World Bank.

Selain fasilitas olahraga, potensi besar juga datang dari perubahan gaya hidup masyarakat. Survei Nielsen 2025 menunjukkan 86 persen masyarakat Indonesia kini proaktif menjaga kesehatan, jauh di atas rata-rata global sebesar 70 persen.

“Potensi ini menciptakan pasar besar bagi penyelenggaraan event lari, bersepeda, triathlon, yoga, hingga festival wellness,” katanya.

Menpar juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah menangkap peluang tersebut, termasuk melalui penyelenggaraan Pocari Sweat Run Mandalika 2025 yang menarik lebih dari 9.000 peserta, dengan 70 persen peserta berasal dari luar Pulau Lombok.

Event ini memberikan dampak ekonomi sebesar Rp85,5 miliar serta menggerakkan tingkat hunian akomodasi, restoran, transportasi, hingga UMKM lokal.

“Ke depan, yang ingin kami dorong adalah konsistensi. Event seperti ini harus berkelanjutan agar manfaat ekonominya dapat dirasakan terus-menerus. Pengalaman dapat diperluas secara holistik, misalnya mengombinasikan olahraga dengan konser musik dan elemen lain yang memperkuat daya tariknya. Banyak orang bersedia bepergian lintas negara demi menghadiri event olahraga,” beber dia.

Menpar optimistis, pengembangan event berbasis pariwisata olahraga akan memperkuat kontribusi sektor pariwisata nasional.

Tahun ini, pergerakan wisatawan nusantara diproyeksikan tumbuh 18,89 persen dan wisatawan mancanegara 10,13 persen. Pertumbuhan ini akan mendorong aktivitas ekonomi melalui belanja wisatawan serta meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB, diperkirakan mencapai 3,96 hingga 4 persen.

“Indonesia memiliki peluang besar menjadikan sports tourism sebagai mesin ekonomi baru. Untuk mewujudkan potensi ini, saya mengajak pemerintah pusat dan daerah bersama-sama menyusun roadmap sports tourism serta pembangunan destinasi yang terintegrasi,” ujarnya.

Dia juga mendorong federasi dan klub olahraga untuk meningkatkan standar penyelenggaraan event agar setara kelas dunia.

Selain itu, juga mengajak sektor swasta dan investor menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem sports tourism, serta komunitas olahraga untuk terus menjadi energi yang menjaga semangat partisipasi dan kebanggaan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama membangun masa depan sports tourism Indonesia. Masa depan yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat serta bangsa kita,” imbuh dia.

Turut hadir mendampingi Menpar, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sentra Kesehatan Mata Berstandar Internasional Segera Hadir di KEK Sanur

14 Februari 2026 - 17:52 WIB

Hajatan Cabang FIFGROUP Berlanjut di 2026, Siap Hibur Ribuan Konsumen Setia

13 Februari 2026 - 22:04 WIB

Sambut Chinese New Year, InJourney Hospitality Hadirkan Ragam Perayaan

13 Februari 2026 - 12:41 WIB

Bersama Yassalam Arabian Resto, The Manohara Hotel Yogyakarta Hadirkan “Ramadhan Kitchen Take Over”

13 Februari 2026 - 12:28 WIB

Catatan Halimah Munawir: Pemakaman Magis di Mesir dan Masjid Keabadian Para Syekh

10 Februari 2026 - 02:11 WIB

Trending di RAGAM