Menu

Mode Gelap
Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Pemakaman Magis di Mesir dan Masjid Keabadian Para Syekh

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Pemakaman Magis di Mesir dan Masjid Keabadian Para Syekh Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Pemakaman di Negeri Mesir selalu menyisakan rasa magis sekaligus misterius. Banyak kompleks makam tertutup tembok tinggi, dengan pintu masuk yang jarang dibuka—bahkan terkunci rapat sebagaimana pintu-pintu yang seolah menjaga rahasia keabadian. Di kalangan masyarakat setempat beredar keyakinan: ketika sebuah pintu makam terbuka dan seseorang masuk ke dalamnya, tidak semua akan kembali seperti semula. Entah dalam arti fisik, atau batin yang telah berubah selamanya.

Namun di balik kesan sunyi dan angker itu, pemakaman di Mesir justru menyimpan penghormatan yang begitu mendalam kepada para Syekh, ulama, dan keluarga-keluarga terhormat. Mereka yang memiliki kemampuan dipersilakan membangun apa yang disebut sebagai “masjid keabadian”—bangunan berbentuk masjid yang berdiri di tengah pemakaman umum sebagai tempat persemayaman keluarga.

Masjid keabadian itu tampak seperti masjid pada umumnya. Di dalamnya terhampar karpet rapi sebagaimana masjid-masjid yang hidup dengan lantunan doa. Namun di sanalah, di balik kesyahduan sejadah dan aroma ketenangan, bersemayam makam-makam mewah yang terbuat dari marmer, dikelilingi pagar stainless yang berkilau dalam diam.

Salah satu tempat peristirahatan abadi itu adalah makam Almarhum Prof. Dr. Syekh Muhammad Diaa Addin El Kurdy, Syekh Tarekat Naqsyabandiyah—seorang ulama besar, birokrat, sekaligus cendekiawan yang sangat disegani di Mesir. Beliau juga dikenal sebagai ayah angkat dari sahabatnya, Fatin Hamama.

Aku terkejut ketika berada di dalam masjid itu. Tiba-tiba Fatin bersimpuh di atas sejadah, air matanya jatuh tanpa mampu dibendung. Dengan suara lirih ia berkata, “Di bawah karpet ini adalah rumah abadi ibu angkatku.”

Masya Allah.

Saat itulah aku menyadari, tepat di bawah karpet masjid tempat kami berdiri, tersembunyi makam keluarga almarhum—sebuah rumah keabadian yang senyap, namun sarat makna. Tanpa ragu, aku pun ikut bersimpuh, menundukkan diri, dan memanjatkan doa.

Di tempat itu, ingatan tentang kematian terasa begitu dekat. Hati pun melembut, sebagaimana sunnah yang menganjurkan kita untuk sering mengingat akhir perjalanan hidup, agar jiwa tetap rendah dan penuh kesadaran. Doa-doa mengalir, bukan hanya untuk mereka yang telah mendahului, tetapi juga untuk diri sendiri—agar kelak husnul khatimah menjadi penutup perjalanan.

Di Mesir, kematian tidak selalu berjarak. Ia hidup berdampingan dengan doa, masjid, dan kenangan. Sunyi, tetapi penuh cahaya.***

Mesir 2026.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Trending di RAGAM