Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat minat masyarakat yang tinggi terhadap layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dioperasikan selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Hingga 15 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket layanan tersebut tercatat 23.033 tiket dari total 27.368 tempat duduk yang disediakan untuk periode perjalanan 11 Maret hingga 1 April 2026, atau sekitar 84 persen okupansi. Penjualan tiket tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat seiring bertambahnya permintaan perjalanan menjelang puncak arus mudik.

Sejak mulai beroperasi pada 11 Maret 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah dimanfaatkan oleh banyak pelanggan yang melakukan perjalanan lebih awal. Dalam periode 11–14 Maret 2026, layanan ini telah melayani 4.372 pelanggan. Sementara itu, hingga 15 Maret 2026, penjualan tiket untuk perjalanan hari ini telah mencapai 1.197 pelanggan dan masih berpotensi bertambah hingga keberangkatan kereta api.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi masyarakat selama periode Lebaran sekaligus menambah kapasitas angkutan pada jalur yang memiliki permintaan tinggi.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memperluas pilihan perjalanan masyarakat pada masa Lebaran. Dengan kapasitas yang bertambah serta pengaturan kursi yang lebih nyaman, layanan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan tarif perjalanan kereta api,” ujar Anne, Ahad (15/3/2026).
Kereta Ekonomi Kerakyatan dirangkaikan dalam perjalanan KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan.
Rangkaian tersebut memiliki kapasitas 250 tempat duduk kelas eksekutif serta 372 tempat duduk kelas ekonomi kerakyatan, sehingga memberikan tambahan kapasitas perjalanan pada masa meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Rangkaian tersebut beroperasi melalui dua perjalanan harian, yaitu:
• KA 7039 Tambahan Lempuyangan–Pasarsenen, berangkat 06.00 WIB dan tiba 13.56 WIB
• KA 7040 Tambahan Pasarsenen–Lempuyangan, berangkat 15.25 WIB dan tiba 22.57 WIB
Dari sisi sarana, Kereta Ekonomi Kerakyatan menghadirkan pengaturan tempat duduk yang lebih ergonomis untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Setiap unit kereta memiliki 93 tempat duduk dengan konfigurasi 3–2, memberikan ruang duduk yang lebih lapang dibandingkan susunan sebelumnya yang berkapasitas 106 kursi.
Selain ruang duduk yang lebih lega, kursi pada kereta ini juga dilengkapi fitur reversible sehingga arah kursi dapat disesuaikan dengan arah perjalanan kereta api. Pengaturan ini memberikan kenyamanan tambahan bagi pelanggan selama perjalanan.
Dari sisi tarif, layanan ini ditempatkan di antara Kereta Ekonomi bersubsidi Public Service Obligation (PSO) dan Kereta Ekonomi reguler. Untuk relasi terjauh pada periode Angkutan Lebaran tahun ini, tarif Kereta Ekonomi Kerakyatan mulai dari Rp175.000, sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan perjalanan yang terjangkau dengan fasilitas yang semakin baik.
Anne menambahkan bahwa pengaturan sarana yang dimiliki KAI terus dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat pada masa Lebaran yang selalu meningkat setiap tahun.
“Melalui pengaturan sarana yang ada, kapasitas perjalanan dapat ditingkatkan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Kami ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau selama masa Angkutan Lebaran,” tutup Anne.
Melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel sekaligus membantu menjaga kelancaran perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026.(fahmi)































