Menu ✖

Mode Gelap
Kepala BIN Herindra soal penyadapan: “Ini tindakan ilegal dan mengarah makar!” Kebakaran Tenant Makanan di Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Normal KRL INKA Generasi Kedelapan Segera Beroperasi, KAI Pastikan Kesiapan Sarana Bobby Rasyidin Cek Langsung Kesiapan KRL INKA: Pengujian Akhir pada 11 November Deklarasi Pejuang ALA Bogor – Jakarta Penuh Khidmat, Ketua KP3ALA Makin Optimis Provinsi ALA Segera Terwujud.  Firmando Refly Hakim., S.IP., KNPI Fakfak Butuh Pemimpin Non-ASN, Konsolidasi Organisasi Jangan Berhenti pada Seremoni Belaka

PERON

KKP Bantu SPPG Cara Menjaga Mutu Ikan untuk Program MBG

badge-check


 KKP Bantu SPPG Cara Menjaga Mutu Ikan untuk Program MBG Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi menghadirkan produk perikanan bermutu dan berkualitas untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Belum lama ini, keduanya menggelar bimbingan teknis cara mengelola hasil perikanan terhadap para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga wilayah pelaksanaan MBG di Indonesia.

“Dalam mendukung program prioritas Bapak Presiden, kami berupaya agar produk perikanan yang dikonsumsi anak-anak penerima MBG itu benar-benar bergizi dan berkualitas,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Ikan sendiri merupakan komoditas pangan dengan kandungan protein, mineral dan asam lemak omega 3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan. Di sisi lain, ikan termasuk bahan pangan yang sangat mudah rusak (perishable product), sehingga diperlukan penanganan yang benar agar kualitas, keamanan, nilai gizi, dan nilai ekonominya dapat dipertahankan.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Yudi Nurul Ihsan menambahkan, bimbingan teknis sekaligus sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Salah satu rencana aksi Perpres tersebut adalah penggunaan ikan dalam MBG yang ditargetkan minimal 2 kali dalam 1 minggu.

Pada Bimtek kali ini, KKP menekankan disiplin penanganan hasil perikanan yang dimulai dengan memastikan proses penerimaan bahan baku, pemeriksaan kondisi produk, pengendalian suhu, pendinginan, penyimpanan, sanitasi, serta penanganan di dapur dilaksanakan secara benar dan konsisten. Selanjutnya penerapan standar dan jaminan mutu agar sertifikasi produk perikanan menjadi bagian dari tata kelola SPPG.

“Keamanan pangan harus dibangun sejak bahan baku diterima, bukan hanya diperiksa setelah makanan selesai dimasak,” ungkap Yudi.

Sejumlah praktik kunci ditekankan dalam Bimtek. Ikan beku disimpan pada suhu minimal -18°C, dan ikan segar dijaga tetap dingin dengan es. Ikan dicairkan di lemari pendingin, bukan dibiarkan semalaman di meja dapur. Pemasakan dipastikan dengan mengukur suhu inti pada bagian ikan paling tebal, bukan hanya melihat tampilan matang. Peserta juga diingatkan akan histamin pada jenis ikan tertentu seperti tuna, tongkol, cakalang, dan kembung, yang tidak hilang melalui pembekuan maupun pemasakan, sehingga pencegahannya harus dimulai dari penanganan awal sejak ikan ditangkap atau dipanen melalui rantai dingin yang tidak terputus. Histamin merupakan senyawa berbahaya yang terbentuk pada ikan akibat penanganan yang tidak tepat.

“Peran SPPG menjadi sangat penting. Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan juru masak memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memastikan bahwa bahan baku hasil perikanan yang digunakan memenuhi persyaratan mutu dan ditangani sesuai prinsip keamanan pangan,” kata Yudi.

Narasumber dari Global Reliance International, Syamsul Arifin, memaparkan lima pertahanan keamanan pangan ikan di SPPG, yakni pemasok yang terkendali, rantai dingin yang tidak terputus, pemisahan bahan mentah dan matang untuk mencegah kontaminasi silang, pemasakan hingga suhu inti yang memenuhi persyaratan, serta pencatatan dan tindakan koreksi bila terjadi penyimpangan.

Sekretaris Utama (Sestama) BGN, Lili Khamiliyah, mengapresiasi Bimtek yang digelar Ditjen PDSPKP. Menurutnya, forum ini bertujuan untuk memastikan makanan yang disajikan aman, berkualitas, dan memenuhi kebutuhan gizi, terutama dengan memanfaatkan ikan sebagai sumber protein hewani yang mudah diakses.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujar Lili.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Kebakaran Tenant Makanan di Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Normal

7 November 2026 - 21:44 WIB

KRL INKA Generasi Kedelapan Segera Beroperasi, KAI Pastikan Kesiapan Sarana

7 November 2026 - 19:33 WIB

Bobby Rasyidin Cek Langsung Kesiapan KRL INKA: Pengujian Akhir pada 11 November

7 November 2026 - 18:59 WIB

KAI Commuter Catat 303 Juta Pengguna, Armada Baru Ditargetkan Hadir Bertahap

7 November 2026 - 11:21 WIB

Whoosh Hadirkan Promo 11.11, Tiket dari Padalarang dan Karawang Diskon 50 Persen

7 November 2026 - 10:41 WIB

Dirut KAI Kawal Uji Coba KRL INKA Rangkaian Kedelapan, Pastikan Kesiapan Layanan KRL

7 November 2026 - 10:29 WIB

Bersih-Bersih Kampung Bahari, KAI Angkut 58 Gerbong Material ke Tanjung Priok

7 November 2026 - 10:24 WIB

KAI Services Tawarkan Paket Hemat Warteg on Train di KA Batavia, Harga Mulai Rp37 Ribu

7 November 2026 - 10:16 WIB

Bobby Rasyidin Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK, Sebut Pemberitaan Tidak Benar

6 November 2026 - 18:28 WIB

Pastikan Keselamatan Kereta Jelang Nataru, Bobby Rasyidin Tinjau Perlintasan Daop 6

6 November 2026 - 13:50 WIB

Trending di PERON