Menu ✖

Mode Gelap
Kepala BIN Herindra soal penyadapan: “Ini tindakan ilegal dan mengarah makar!” Kebakaran Tenant Makanan di Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Normal KRL INKA Generasi Kedelapan Segera Beroperasi, KAI Pastikan Kesiapan Sarana Bobby Rasyidin Cek Langsung Kesiapan KRL INKA: Pengujian Akhir pada 11 November Deklarasi Pejuang ALA Bogor – Jakarta Penuh Khidmat, Ketua KP3ALA Makin Optimis Provinsi ALA Segera Terwujud.  Firmando Refly Hakim., S.IP., KNPI Fakfak Butuh Pemimpin Non-ASN, Konsolidasi Organisasi Jangan Berhenti pada Seremoni Belaka

RAGAM

Firmando Refly Hakim., S.IP., KNPI Fakfak Butuh Pemimpin Non-ASN, Konsolidasi Organisasi Jangan Berhenti pada Seremoni Belaka

badge-check


 Firmando Refly Hakim., S.IP., KNPI Fakfak Butuh Pemimpin Non-ASN, Konsolidasi Organisasi Jangan Berhenti pada Seremoni Belaka Perbesar

Wartatrans.com, FAKFAK – Menjelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) III Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Fakfak, wacana mengenai arah kepemimpinan dan masa depan organisasi kepemudaan tersebut mulai mengemuka. Salah satu perhatian datang dari tokoh pemuda, Firmando Refly Hakim., S.IP., yang menilai bahwa KNPI membutuhkan figur pemimpin yang memiliki keleluasaan waktu, komitmen, serta konsentrasi penuh dalam menggerakkan roda organisasi.

Firmando berpandangan, sudah saatnya KNPI Fakfak membuka ruang kepemimpinan yang lebih luas bagi kalangan pemuda non-Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, pilihan tersebut patut dipertimbangkan agar kepengurusan mendatang dapat lebih fokus menjalankan fungsi organisasi, memperkuat konsolidasi internal, serta membangun gerakan kepemudaan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia menilai, KNPI saat ini menghadapi tantangan serius dalam mengembalikan eksistensi dan marwah organisasi sebagaimana kejayaannya pada masa lalu. Karena itu, momentum Rapimda III tidak semestinya hanya dimaknai sebagai agenda pergantian kepemimpinan, tetapi harus menjadi ruang evaluasi sekaligus penataan kembali arah perjuangan organisasi.

“Penting untuk kita membuka ruang juga bagi mereka yang ada dan bernaung di bawah payung organisasi, antara lain ketua-ketua perwakilan organisasi. Diharapkan ini mampu membawa organisasi kepemudaan KNPI lebih mempunyai ruh dalam mengembangkan organisasi yang lebih efektif. Jangan sampai kita gagal lagi untuk menempatkan kejayaan KNPI pada masa-masa yang lampau. Ini penting,” ujar Firmanado Refly Hakim pada media ini via WA (7/11/2026).

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa keberadaan KNPI tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur kepengurusan maupun seremoni pemilihan ketua. Organisasi kepemudaan tersebut harus mampu menghadirkan manfaat konkret bagi pembangunan daerah dan kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, KNPI perlu membangun gerakan yang berpihak kepada kelompok masyarakat terpinggirkan, hadir di tengah persoalan sosial, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Dengan demikian, eksistensi organisasi tidak hanya terlihat dalam forum-forum formal, tetapi juga dirasakan melalui kerja nyata.

“Hadirnya KNPI harus membawa perubahan bagi pembangunan daerah Kabupaten Fakfak yang kita cintai bersama,” tegasnya.

Firmando juga mengkritisi pola kepemimpinan organisasi yang cenderung berhenti setelah proses pemilihan ketua selesai. Baginya, keberhasilan sebuah organisasi tidak diukur dari seberapa meriah proses pemilihannya, melainkan dari sejauh mana kepengurusan mampu menghidupkan program, membangun komunikasi antarlembaga, dan memastikan roda organisasi terus bergerak.

Atas dasar pertimbangan tersebut, ia mendorong agar kepemimpinan KNPI Fakfak ke depan memberikan kesempatan lebih besar kepada figur non-ASN yang dinilai memiliki kapasitas dan komitmen untuk mengelola organisasi secara optimal.

“Oleh karena itu, dari aspek pertimbangan saya, jangan lagi memilih ketua KNPI dari kalangan ASN. Akan tetapi, coba kita berikan kesempatan kepada mereka yang non-ASN sehingga bisa fokus dan mengurus organisasi agar lebih baik lagi ke depan,” imbaunya.

Kendati demikian, Firmando menegaskan bahwa pandangan tersebut bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan calon pemimpin berdasarkan status kepegawaiannya. Ia menilai, pertimbangan utama dalam menentukan ketua KNPI harus tetap bertumpu pada kapasitas, integritas, komitmen, serta kelayakan seseorang dalam mengemban tanggung jawab organisasi.

“Bukan kami sedang ingin mencoba menggiring opini untuk menabrak kepentingan antara calon pemimpin ketua KNPI dari mereka yang berstatus ASN dan mereka yang bukan ASN, tetapi mereka yang terbaik dan layak menjadi ketua KNPI. Ini penting menurut kami,” jelasnya.

Di tengah dinamika dan gejolak kepengurusan KNPI pada tingkat nasional, ia juga mengingatkan agar pemuda Fakfak tidak terjebak dalam perbedaan maupun kepentingan kelompok. Sebaliknya, situasi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, membangun konsolidasi, serta merawat persatuan dan kesatuan antarelemen pemuda.

Menurutnya, keberagaman merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan kepemudaan di Kabupaten Fakfak. Karena itu, seluruh elemen pemuda perlu tetap menjunjung tinggi nilai kebinekaan sebagai landasan dalam menjalankan peran dan tanggung jawab sosialnya dan kepemudaan yang handal.

“Meskipun kepengurusan KNPI di tingkat nasional sedang gejolak, kami di Fakfak penting terus berkonsolidasi dan menjaga persatuan dan kesatuan kaum muda Fakfak agar berpegang pada akar kebinekaan Indonesia,” pungkasnya.

Dengan demikian, Rapimda III KNPI Kabupaten Fakfak diharapkan tidak sekadar menjadi panggung pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi titik awal pembenahan organisasi secara menyeluruh. Kepemimpinan yang lahir dari forum tersebut diharapkan mampu membangun konsolidasi yang solid, menghidupkan kembali gerakan kepemudaan, serta menempatkan KNPI sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus representasi aspirasi pemuda yang hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat.***  (ASAH)

Baca Lainnya

Deklarasi Pejuang ALA Bogor – Jakarta Penuh Khidmat, Ketua KP3ALA Makin Optimis Provinsi ALA Segera Terwujud. 

7 November 2026 - 17:33 WIB

Ketua KP3ALA Rahmat Salam Hadiri Deklarasi Pejuang ALA Bogor-Jakarta

7 November 2026 - 06:11 WIB

Pastikan Standardisasi Bongkar Muat, Danantara Tinjau Pusat Kendali Operasi IPC TPK

6 November 2026 - 20:20 WIB

Dari Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat, DAMRI Hadirkan Kemudahan Akses Menuju Bandara Soekarno-Hatta

6 November 2026 - 20:10 WIB

IDSurvey dan S&P Global Bahas Penguatan ESG serta Pengembangan Bisnis Konsultasi

6 November 2026 - 19:50 WIB

AI Ubah Dunia Kerja, Pelindo Solusi Digital Bekali Mahasiswa USU Kompetensi Masa Depan

6 November 2026 - 10:35 WIB

Pelindo Jasa Maritim Ajak Pelajar Tuban Mengenali Dunia Kemaritiman Indonesia

6 November 2026 - 10:22 WIB

Menhub Dudy dan Menaker Yassierli Bahas Kesiapan Angkutan Libur Nataru

6 November 2026 - 09:43 WIB

KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut

5 November 2026 - 21:14 WIB

Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker

5 November 2026 - 20:44 WIB

Trending di JALUR