Menu ✖

Mode Gelap
Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

ANJUNGAN

Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dan KSOP Tanjung Perak Tingkatkan Kecepatan Layanan Kapal

badge-check


 Kolaborasi Terminal Teluk Lamong dan KSOP Tanjung Perak Tingkatkan Kecepatan Layanan Kapal Perbesar

Wartatrans.com, SURABAYA  – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama regulator dan para pemangku kepentingan kepelabuhanan di wilayah Tanjung Perak terus mengambil langkah strategis guna meningkatkan efisiensi layanan dan memperkuat peran Jawa Timur sebagai hub logistik nasional.

Pada Selasa, 24 Februari 2026, telah dilaksanakan penandatanganan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penataan Zona Labuh 2 Tanjung Perak, sebagai respon atas meningkatnya aktivitas kepelabuhanan yang menuntut kecepatan layanan yang semakin tinggi.

Optimalisasi Penataan Zona Labuh 2, atau disebut EAZI (Express Anchorage Zone Service) digagas oleh PT Terminal Teluk Lamong dan diimplementasikan melalui kolaborasi strategis bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Sub Regional Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta PT Pelindo Jasa Maritim.

Layanan EAZI diterapkan secara terintegrasi pada tiga terminal yang dikelola TTL, yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam, dengan fokus utama pada peningkatan layanan bagi kapal domestik. Melalui skema ini, TTL menyediakan area tunggu prioritas bagi kapal dengan panjang maksimal 150 meter, disertai pengaturan pergerakan kapal yang lebih terencana, ketat, dan terukur.

Layanan EAZI memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional. Waktu transisi kapal dari posisi lepas sandar hingga kembali sandar yang sebelumnya mencapai 4–6 jam, kini ditargetkan dipangkas menjadi maksimal 2 jam, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan pelayaran dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyampaikan bahwa penataan Zona Labuh 2 tidak hanya meningkatkan kecepatan layanan, tetapi juga memperkuat keselamatan navigasi di perairan Tanjung Perak. “Penataan Zona Labuh 2 merupakan langkah penting dalam inovasi layanan kepelabuhanan untuk memperlancar arus barang, mengingat Pelabuhan Tanjung Perak merupakan salah satu pintu utama perdagangan di Jawa Timur,” ujarnya.

Selain peningkatan kecepatan layanan, TTL menegaskan komitmennya terhadap keamanan dan ketertiban pelayaran. Seluruh kapal yang memanfaatkan layanan EAZI wajib mengaktifkan Automatic Identification System (AIS) serta mematuhi seluruh ketentuan operasional, termasuk larangan melakukan aktivitas di luar zona dan prosedur yang telah ditetapkan.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa keberhasilan layanan EAZI merupakan hasil dari kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan. “Optimalisasi Zona Labuh 2 melalui EAZI merupakan wujud nyata sinergi antara regulator, operator terminal, kepanduan, serta entitas di lingkungan Pelindo Group. Kolaborasi ini mencerminkan transformasi layanan maritim yang mengedepankan integrasi, koordinasi, serta standar operasional yang jelas dan terukur,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, perekonomian provinsi ini tumbuh sebesar 5,33% sepanjang tahun 2025, disertai peningkatan volume barang bongkar muat angkutan laut domestik sebesar 17,09% pada akhir tahun 2025. Kondisi tersebut menuntut kesiapan infrastruktur dan manajemen ruang laut yang semakin optimal agar kelancaran rantai pasok tetap terjaga.

Melalui optimalisasi Penataan Zona Labuh 2 yang diterapkan secara terintegrasi di TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam, PT Terminal Teluk Lamong berharap dapat semakin memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Perak sebagai hub logistik utama Indonesia Timur, mendukung kelancaran distribusi barang di Jawa Timur, serta memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional

16 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

15 Oktober 2026 - 23:04 WIB

DAMRI Perkuat Kompetensi Kapten Bus melalui Pelatihan Berkelanjutan

15 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Hingga September 2026, Jasa Raharja Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Rp2,19 Triliun

15 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Peduli Pendidikan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Beasiswa untuk 50 Peserta Didik

15 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Trending di ANJUNGAN