Menu

Mode Gelap
Update KA Mudik: Penjualan Tiket Tembus 2,1 Juta, Okupansi Capai 47,1 Persen IPC TPK Hadirkan Kepedulian Ramadan Lewat 1.600 Paket Takjil Gratis untuk TKBM dan Pengguna Jasa Tahun 2025, FIF Catatkan Laba Bersih Rp4,63 Triliun  Pemain “Istiqomah Cinta” Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan Begini Strategi J&T Cargo Siapkan Layanan di Ramadhan Angkutan Lebaran, PELNI Siapkan 55 Kapal dan 751 Ribu Tiket

RAGAM

Kondisi Pengungsi Memprihatinkan, Mualem Sebut Ada Korban Tewas karena Kelaparan

badge-check


 Kondisi Pengungsi Memprihatinkan, Mualem Sebut Ada Korban Tewas karena Kelaparan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengungkapkan kondisi warga di sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh sangat memprihatinkan. Ia menyebut sebagian korban meninggal dunia bukan akibat langsung dari banjir, melainkan karena kelaparan setelah terisolasi tanpa pasokan logistik.

“Sangat membimbangkan, mereka mati bukan karena banjir, tapi mati karena kelaparan. Itu saja,” kata Mualem di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat sore, 5 Desember 2025.

Menurutnya, kondisi pengungsi di lapangan sangat mengkhawatirkan. “Apakah kondisi pengungsi sangat memprihatinkan? Ya, seperti itu,” ujarnya kembali.

Mualem menuturkan, wilayah yang saat ini menjadi prioritas penanganan adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara—daerah yang disebutnya terdampak paling berat oleh bencana banjir yang melanda Aceh sejak akhir November.

“Yang paling urgen itu Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Mereka sangat berat terdampak,” katanya.

Penyaluran bantuan ke wilayah tersebut terkendala rusaknya sejumlah akses darat. Jalur utama tidak dapat dilalui karena banjir dan banyak jembatan putus, sehingga tim gabungan harus menggunakan jalur alternatif, termasuk perahu karet, untuk mengangkut bantuan.

“Tidak bisa kita salurkan bantuan melalui jalur darat karena masih banjir dan banyak jembatan putus. Jadi, kita upayakan melalui boat karet kita antar sembako ke sana,” jelasnya.

Ia menegaskan kebutuhan logistik masyarakat sangat besar mengingat hampir seluruh wilayah Aceh terdampak banjir. Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga terus berupaya mempercepat distribusi bantuan agar korban tidak semakin kekurangan kebutuhan dasar.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPC TPK Hadirkan Kepedulian Ramadan Lewat 1.600 Paket Takjil Gratis untuk TKBM dan Pengguna Jasa

4 Maret 2026 - 21:40 WIB

Tahun 2025, FIF Catatkan Laba Bersih Rp4,63 Triliun 

4 Maret 2026 - 21:29 WIB

STIP Mantapkan Langkah jadi World Class Maritime Institute

4 Maret 2026 - 17:20 WIB

Bupati Fadia Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Berkembang Mitos Ini di Pekalongan

4 Maret 2026 - 15:36 WIB

Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah

4 Maret 2026 - 14:22 WIB

IPC TPK Wujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Inklusif Lewat Mudik Gratis Bersama Pelindo Group  

4 Maret 2026 - 11:33 WIB

Kunjungi PT Terminal Teluk Lamong, Dirut Pelindo Dorong Peningkatan Layanan dan Ekspansi Bisnis

4 Maret 2026 - 11:22 WIB

Ramadhan 1447 H: Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Kepedulian bagi Anak Yatim

4 Maret 2026 - 11:09 WIB

2,7 Juta Pemudik Diproyeksikan Gunakan DAMRI, Tiket Mudik Lebaran Mulai Ramai Dipesan

3 Maret 2026 - 23:38 WIB

Raker 2026: Langkah Strategis PT Terminal Teluk Lamong Dorong Kolaborasi dan Inovasi

3 Maret 2026 - 22:46 WIB

Trending di ANJUNGAN