Menu

Mode Gelap
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo Bima Alfath Perkenalkan Single “Cinta Tak Bernyawa”, Siap Tampil Perdana di Panggung NEW CELEBRITY

RAGAM

Kondisi Pengungsi Memprihatinkan, Mualem Sebut Ada Korban Tewas karena Kelaparan

badge-check


 Kondisi Pengungsi Memprihatinkan, Mualem Sebut Ada Korban Tewas karena Kelaparan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengungkapkan kondisi warga di sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh sangat memprihatinkan. Ia menyebut sebagian korban meninggal dunia bukan akibat langsung dari banjir, melainkan karena kelaparan setelah terisolasi tanpa pasokan logistik.

“Sangat membimbangkan, mereka mati bukan karena banjir, tapi mati karena kelaparan. Itu saja,” kata Mualem di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat sore, 5 Desember 2025.

Menurutnya, kondisi pengungsi di lapangan sangat mengkhawatirkan. “Apakah kondisi pengungsi sangat memprihatinkan? Ya, seperti itu,” ujarnya kembali.

Mualem menuturkan, wilayah yang saat ini menjadi prioritas penanganan adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara—daerah yang disebutnya terdampak paling berat oleh bencana banjir yang melanda Aceh sejak akhir November.

“Yang paling urgen itu Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Mereka sangat berat terdampak,” katanya.

Penyaluran bantuan ke wilayah tersebut terkendala rusaknya sejumlah akses darat. Jalur utama tidak dapat dilalui karena banjir dan banyak jembatan putus, sehingga tim gabungan harus menggunakan jalur alternatif, termasuk perahu karet, untuk mengangkut bantuan.

“Tidak bisa kita salurkan bantuan melalui jalur darat karena masih banjir dan banyak jembatan putus. Jadi, kita upayakan melalui boat karet kita antar sembako ke sana,” jelasnya.

Ia menegaskan kebutuhan logistik masyarakat sangat besar mengingat hampir seluruh wilayah Aceh terdampak banjir. Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga terus berupaya mempercepat distribusi bantuan agar korban tidak semakin kekurangan kebutuhan dasar.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

Trending di RAGAM