Menu ✖

Mode Gelap
Madam Kin Gaspol Bisnis Film, Buka MKP Production di Pekanbaru FORWAN dan Kementerian Kebudayaan RI Dorong Musik Dangdut Diakui UNESCO Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla Kemenhub Pantau Dampak Insiden di Riyadh, Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Beroperasi Normal Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

RAGAM

Kondisi Pengungsi Memprihatinkan, Mualem Sebut Ada Korban Tewas karena Kelaparan

badge-check


 Kondisi Pengungsi Memprihatinkan, Mualem Sebut Ada Korban Tewas karena Kelaparan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengungkapkan kondisi warga di sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh sangat memprihatinkan. Ia menyebut sebagian korban meninggal dunia bukan akibat langsung dari banjir, melainkan karena kelaparan setelah terisolasi tanpa pasokan logistik.

“Sangat membimbangkan, mereka mati bukan karena banjir, tapi mati karena kelaparan. Itu saja,” kata Mualem di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat sore, 5 Desember 2025.

Menurutnya, kondisi pengungsi di lapangan sangat mengkhawatirkan. “Apakah kondisi pengungsi sangat memprihatinkan? Ya, seperti itu,” ujarnya kembali.

Mualem menuturkan, wilayah yang saat ini menjadi prioritas penanganan adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara—daerah yang disebutnya terdampak paling berat oleh bencana banjir yang melanda Aceh sejak akhir November.

“Yang paling urgen itu Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Mereka sangat berat terdampak,” katanya.

Penyaluran bantuan ke wilayah tersebut terkendala rusaknya sejumlah akses darat. Jalur utama tidak dapat dilalui karena banjir dan banyak jembatan putus, sehingga tim gabungan harus menggunakan jalur alternatif, termasuk perahu karet, untuk mengangkut bantuan.

“Tidak bisa kita salurkan bantuan melalui jalur darat karena masih banjir dan banyak jembatan putus. Jadi, kita upayakan melalui boat karet kita antar sembako ke sana,” jelasnya.

Ia menegaskan kebutuhan logistik masyarakat sangat besar mengingat hampir seluruh wilayah Aceh terdampak banjir. Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga terus berupaya mempercepat distribusi bantuan agar korban tidak semakin kekurangan kebutuhan dasar.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di NASIONAL