Wartatrans.com, ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengungkapkan kondisi warga di sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh sangat memprihatinkan. Ia menyebut sebagian korban meninggal dunia bukan akibat langsung dari banjir, melainkan karena kelaparan setelah terisolasi tanpa pasokan logistik.
“Sangat membimbangkan, mereka mati bukan karena banjir, tapi mati karena kelaparan. Itu saja,” kata Mualem di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat sore, 5 Desember 2025.

Menurutnya, kondisi pengungsi di lapangan sangat mengkhawatirkan. “Apakah kondisi pengungsi sangat memprihatinkan? Ya, seperti itu,” ujarnya kembali.
Mualem menuturkan, wilayah yang saat ini menjadi prioritas penanganan adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara—daerah yang disebutnya terdampak paling berat oleh bencana banjir yang melanda Aceh sejak akhir November.
“Yang paling urgen itu Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Mereka sangat berat terdampak,” katanya.
Penyaluran bantuan ke wilayah tersebut terkendala rusaknya sejumlah akses darat. Jalur utama tidak dapat dilalui karena banjir dan banyak jembatan putus, sehingga tim gabungan harus menggunakan jalur alternatif, termasuk perahu karet, untuk mengangkut bantuan.
“Tidak bisa kita salurkan bantuan melalui jalur darat karena masih banjir dan banyak jembatan putus. Jadi, kita upayakan melalui boat karet kita antar sembako ke sana,” jelasnya.
Ia menegaskan kebutuhan logistik masyarakat sangat besar mengingat hampir seluruh wilayah Aceh terdampak banjir. Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga terus berupaya mempercepat distribusi bantuan agar korban tidak semakin kekurangan kebutuhan dasar.*** (Jasa)









