Menu

Mode Gelap
Bandara Soekarno-Hatta dan Kertajati Siap Layani Keberangkatan Jemaah Haji 2026 SAE Buka Casting Reality Show “Turkiye Ask Adasi” Versi Indonesia, Syuting di Turki Perkuat Layanan Digital Berbasis Satelit di Pelabuhan Korido, Ditjen Hubla Gandeng PSN Air Mata Pecah di SMK Negeri 1 Takengon, Psikodrama Jadi Ruang Pulih Penyintas Bencana Batanghari Ikut Tanam Serentak 16 Provinsi, Perkuat Target Swasembada Pangan Nasional Mantap! Garuda dan Citilink jadi Maskapai Favorit Gen Z dan Milenial di Mudik Lebaran 2026 

RAGAM

Batanghari Ikut Tanam Serentak 16 Provinsi, Perkuat Target Swasembada Pangan Nasional

badge-check


 Batanghari Ikut Tanam Serentak 16 Provinsi, Perkuat Target Swasembada Pangan Nasional Perbesar

Wartatrabs.com, JAMBI — Kabupaten Batanghari menjadi bagian dari gerakan tanam serentak yang dilaksanakan di 16 provinsi di Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional. Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan lahan cetak sawah baru guna meningkatkan luas tanam dan produksi padi secara signifikan.

Program tanam serentak ini merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang mendorong optimalisasi lahan pertanian, khususnya di wilayah-wilayah potensial yang selama ini belum tergarap maksimal. Kabupaten Batanghari sendiri dinilai memiliki potensi pengembangan lahan sawah baru yang cukup luas dan produktif.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian. Dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, serta pupuk menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program ini.
Secara nasional, pemerintah menargetkan peningkatan luas tanam padi hingga jutaan hektare melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi padi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berada di kisaran 53–55 juta ton gabah kering giling (GKG) per tahun. Namun, untuk mencapai swasembada berkelanjutan, diperlukan peningkatan produksi sekaligus efisiensi distribusi pangan.

Poktan siap swasembada pangan.

Pemerintahan Prabowo Subianto menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Hal ini tercermin dalam berbagai program strategis, termasuk percepatan cetak sawah, peningkatan produktivitas, serta penguatan cadangan pangan pemerintah.

Di tingkat daerah, inisiatif tanam serentak ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan bertambahnya luas tanam dan produktivitas, pendapatan petani berpotensi meningkat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Selain itu, program ini menjadi langkah antisipatif terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga pangan. Pemerintah menilai bahwa kemandirian pangan merupakan kunci stabilitas nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Kegiatan tanam serentak di Batanghari pun mendapat sambutan positif dari para petani yang berharap program ini dapat berkelanjutan dan didukung secara konsisten, baik dari sisi kebijakan maupun pendampingan teknis di lapangan.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh pemerintah, gerakan tanam serentak di 16 provinsi ini diharapkan menjadi tonggak penting menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan.*** (Ifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SAE Buka Casting Reality Show “Turkiye Ask Adasi” Versi Indonesia, Syuting di Turki

21 April 2026 - 16:45 WIB

Air Mata Pecah di SMK Negeri 1 Takengon, Psikodrama Jadi Ruang Pulih Penyintas Bencana

21 April 2026 - 16:24 WIB

Semarak Hari Kartini, Klinik SMM BKKP Beri Layanan Kesehatan Spesial

21 April 2026 - 14:48 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Integritas Melalui TWG Bertema ISO 37001

21 April 2026 - 13:46 WIB

Command Center Diakhiri, ⁠Tanpa Kemacetan dan Overcapacity, Arus Logistik di Tanjung Priok Terkendali Pasca Lebaran

21 April 2026 - 13:38 WIB

Menjadi Kartini Masa Kini: Keseimbangan antara Kekuatan dan Kelembutan

21 April 2026 - 13:04 WIB

Sahabat Safar bersama Kidzsmile Foundation Gelar Pelatihan Psikodrama di SMK 1 Takengon

21 April 2026 - 11:30 WIB

Catatan Halimah Munawir: Catatan Kartini

21 April 2026 - 07:34 WIB

GPAB Pertanyakan Status Bencana Aceh, Soroti Pemulihan Hingga Tiga Tahun

21 April 2026 - 06:14 WIB

FORWAN 12 Tahun, Bertahan di Tengah Ujian dan Tantangan Regenerasi

21 April 2026 - 05:52 WIB

Trending di RAGAM