Wartatrans.com, TANGERANG – Kantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) membawahi empat Bandara yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Internasional
Halim Perdana Kusuma (HLP), Bandara Huseinsastranegara (BDO), dan Bandara Internasional Kertajati (KJT).

Saat ini memastikan kesiapan penuh dalam melayani operasional keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026 dari dua bandara ditetapkan sebagai Bandara Embarkasi Haji Utama yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Internasional Kertajati (KJT).
“Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan melayani 84 Kelompok Terbang (Kloter) keberangkatan dan kepulangan dengan jumlah calon jemaah haji asal Banten, DKI Jakarta, Bekasi dan Lampung
sebanyak 35.264 jemaah, berlangsung mulai tanggal 22 April 2026 hingga 21 Mei 2026,” urai Regional CEO Kantor Regional I, I Wayan Darma, Selasa (21/4/2026).
Calon jemaah akan diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia (GA) dan Saudi Arabia Airlines (SV).
Terminal 2F difungsikan sebagai pusat layanan haji terintegrasi dengan fasilitas ruang tunggu
berkapasitas 3.000 orang, sistem layanan penumpang terintegrasi serta memiliki masjid yang mampu menampung sekitar 1000 orang.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga menjadi salah satu dari empat bandara di Indonesia yang dilengkapi layanan Mecca Route, sebuah fasilitas fast track keimigrasian Arab Saudi.
“Mecca Route memungkinkan jemaah haji menjalani pemeriksaan paspor di Bandara embarkasi Indonesia, bukan di
bandara tujuan seperti Jeddah dan Madinah, sehingga proses kedatangan di Arab Saudi menjadi lebih cepat dan nyaman,” ungkapnya.
Melalui sistem ini seluruh prosedur pemeriksaan paspor, perekaman biometric, hingga stempel visa diselesaikan di Indonesia, sehingga setibanya di Arab Saudi jemaah dapat langsung menuju bus jemputan tanpa perlu mengantri di loket imigrasi.
Sementara itu, di Bandara Internasional Kertajati akan melayani 40 Kelompok Terbang (kloter) keberangkatan dan kepulangan dengan total calon jemaah haji sebanyak 17.620 orang yang berasal dari Jawa Barat berlangsung mulai 22 April 2026 hingga 21 Mei 2026 menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines (SV).
Pemberangkan Haji dari Bandara Internasional Kertajati menerapkan sistem embarkasi penuh, dimana seluruh proses keimigrasian termasuk cap paspor dilaksanakan sepenuhnya di Asrama Haji Indramayu sebelum jemaah menuju bandara.
“Dengan sistem ini, saat tiba di bandara, jemaah telah siap untuk terbang karena semua proses sudah selesai di Asrama Haji,” ujar dia.
Secara teknis bus yang mengangkut jemaah yang telah menyelesaikan proses oleh petugas imigrasi dan mendapatkan pengawalan resmi dari asrama haji hingga bandara.
Setibanya di bandara, jemaah masuk melalui sisi udara (airside) langsung menuju ruang tunggu. Beberapa area di terminal bandara disterilkan dengan penempatan petugas dan pemasangan q-line, sehingga pergerakan jemaah menuju pesawat berlangsung tertib dan nyaman.
Dia menyampaikan komitmen penuh seluruh jajaran dalam mensukseskan operasional haji tahun ini.
“Dua bandara kami di Regional I, Soekarno-Hatta dan Kertajati, memainkan peran yang sangat strategis dalam penyelenggaraan haji nasional tahun ini. Di Soekarno-Hatta, menghadirkan layanan Mecca Route sehingga jemaah tiba di Tanah Suci tanpa harus melewati antrean imigrasi yang melelahkan,” ujar Wayan.
Di Kertajati, pihaknya menerapkan sistem embarkasi penuh, seluruh proses keimigrasian tuntas di asrama haji, jemaah datang ke Bandara sudah siap terbang, dan pergerakannya tertib dan hassle free.
Kedua pendekatan ini mencerminkan satu misi yang sama yaitu melayani tamu Allah dengan sepenuh hati.
Kantor Regional I Injourney Airports berkomitmen terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku
kepentingan demi memastikan kelancaran dan kenyamanan keberangkatan seluruh Jemaah haji 1447H/2026 menuju tanah suci. (omy)





























