Menu

Mode Gelap
KKP Percepat Rehabilitasi Tambak di Aceh, Targetkan 15.000 Hektare Kembali Beroperasi Tahun Ini KAI Sediakan 124 Water Station Gratis di 58 Stasiun, Dukung Kebutuhan Penumpang dan Kurangi Sampah Plastik Harry De Fretes Hidupkan Semangat Persahabatan dan Musik Betawi Lewat Single “I Love You, Bestie” ASDP Kembali Gelar Journalism Award 2026 KAI Tingkatkan Efisiensi Energi, Konsumsi Turun 15,39 Persen di Tengah Lonjakan Pelanggan Unjuk Rasa, Unjuk Karya: Seniman Perjuangkan TIM sebagai Ruang Sejarah dan Peradaban

EKOBIS

Perkuat Sistem Keselamatan, AirNav-ICAO Teken Kerja Sama Strategis

badge-check


 Kerja sama Airnav Indonesia dan ICAO Perbesar

Kerja sama Airnav Indonesia dan ICAO

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia menjalin kerja sama dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) dalam penguatan sistem keselamatan berbasis Fatigue Risk Management System (FRMS).

Dalam kerja sama ini, AirNav Indonesia menugaskan sejumlah tenaga ahlinya sebagai Regional Officer, Performance-Based Navigation (P-4) di Kantor ICAO Sub Regional Asia Pasifik di Beijing, China.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno menjelaskan, kerja sama yang difasilitasi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tersebut, dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan navigasi penerbangan secara nasional.

”Di sisi lain, keterlibatan aktif AirNav Indonesia dalam ICAO ini juga menjadi bentuk upaya dan komitmen kami untuk semakin menguatkan peran strategis AirNav Indonesia di tingkat global,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).

Dikatakannya, langkah ini tidak hanya menegaskan posisi AirNav sebagai entitas yang proaktif dalam forum global.

Namun sekaligus, sebagai upaya dalam mendukung peningkatan profil Indonesia dalam tata kelola penerbangan internasional, termasuk dalam konteks pencalonan sebagai Anggota Dewan ICAO.

Penandatangan kerja sama antara AirNav dan ICAO dilakukan di sela pelaksanaan ICAO Global Implementation Support Symposium (GISS) 2026, yang digelar di Maroko, 14-16 April 2026.

Penandatanganan cooperation agreement tentang Provision of Technical Expertise to Support AirNav Indonesia in Establishing a Sustainable Fatigue Risk Management (FRMS) Framework tersebut, dilakukan antara Sekretaris Jenderal ICAO Juan Carlos Salazar dan Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia Didiet KS Radityo, didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Achmad Setiyo Prabowo.

“Partisipasi AirNav dalam program ini juga selaras dengan strategi perusahaan dalam meningkatkan international exposure, memperkuat posisi Indonesia dalam forum ICAO, serta mendorong adopsi best practices global di bidang Air Traffic Management (ATM),” kata Avirianto.

Selain itu, keterlibatan aktif dalam organisasi internasional ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah melalui transfer pengetahuan dan pengalaman personel, dalam upaya peningkatan kapabilitas internal perusahaan.

Melalui momentum ini, AirNav tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan dengan ICAO dan pemerintah. Tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai Air Navigation Service Provider (ANSP) yang berperan aktif dalam mendukung keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan sistem penerbangan global.

”Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong implementasi ICAO Strategic Plan 2026–2050, khususnya dalam aspek keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan penerbangan,” ucapnya.

Dijelaskan, implementasi FRMS diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, serta kesejahteraan personel, yang menjadi faktor kunci dalam penyelenggaraan layanan navigasi penerbangan yang andal.

Dalam dunia penerbangan, FRMS adalah pendekatan sistematis, berbasis data, dan ilmu pengetahuan untuk mengidentifikasi, memantau, dan mengurangi risiko kelelahan fisik maupun mental pada awak pesawat dan personel operasional.

Sistem ini bertujuan memastikan keselamatan operasional dengan mencegah gangguan kinerja akibat kelelahan.

Direktur SDM & Umum Didiet menambahkan, kerja sama strategis AirNav dengan ICAO ini akan berlangsung selama tiga tahun, dengan tujuan mendukung AirNav dalam rangka membangun kerangka kerja Fatigue Risk Management System (FRMS) dan peningkatan keselamatan yang berkelanjutan.

Secara teknis, perjanjian tersebut mengatur pelaksanaan penugasan tenaga ahli AirNav Indonesia pada posisi strategis di ICAO.

Dia merinci, kerangka kerja FRMS yang akan dibangun melalui kerjasama ini, antara lain meliputi rekomendasi dalam pembaruan kebijakan terkait manajemen kelelahan agar selaras dengan standar dan praktik yang direkomendasikan (Standards and Recommended Practices/SARPs) ICAO.

Termasuk peningkatan kompetensi kelembagaan dan sumber daya manusia dalam manajemen risiko kelelahan.

”Selain itu, akan dilakukan pengembangan peta jalan implementasi nasional dengan tonggak capaian yang terukur guna memastikan penerapan manajemen kelelahan yang efektif, berbasis data, dan patuh terhadap ketentuan di seluruh layanan lalu lintas udara,” ujar Didiet.

Ke depan, AirNav diharapkan tidak hanya memperkuat perannya sebagai institusi penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di forum internasional, tetapi juga menegaskan kontribusinya dalam membangun sistem penerbangan global yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Diharapkan, melalui kerja sama ini, AirNav tidak hanya berkontribusi langsung dalam pengembangan kebijakan navigasi penerbangan regional, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional melalui pengalaman internasional,” tutup Didiet. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ASDP Kembali Gelar Journalism Award 2026

26 Juli 2026 - 12:59 WIB

Mantap, PTPN I Percepat Transisi Energi Berbasis Bioenergi

25 Juli 2026 - 19:23 WIB

Teluk Ratai Siapkan Dermaga Kapal Induk, Infrastruktur Maritim RI Naik Kelas

25 Juli 2026 - 18:56 WIB

PTPN I jadi Pusat Riset Bibit Unggul Perkebunan Nasional

25 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kinerja, Operasional Tumbuh Positif pada Semester I 2026

25 Juli 2026 - 08:47 WIB

Perkuat Budaya K3, TPK Teluk Lamong Gelar Safety Forum untuk Operasional Andal

24 Juli 2026 - 08:14 WIB

Jakarta Jadi Rumah Mobil Listrik Nasional, Ruang Fiskal DKI Malah Susut Rp2 Triliun

23 Juli 2026 - 21:54 WIB

1 Pesawat Militer Kini Bisa Mendarat di Jalan Tol, Ini Ruas Baru yang Disiapkan Pemerintah

23 Juli 2026 - 19:44 WIB

Jalankan Program TJSL, ASDP Tanam 2.500 Mangrove di Pagimana Sulteng

23 Juli 2026 - 16:42 WIB

ASDP Turut Jaga Konektivitas di Wilayah 3T, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Banggai

23 Juli 2026 - 08:32 WIB

Trending di ANJUNGAN