Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

PERON

Peringati Hari Kartini, KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Pencegahan Pelecehan Seksual di Stasiun Pasar Senen

badge-check


 Peringati Hari Kartini, KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Pencegahan Pelecehan Seksual di Stasiun Pasar Senen Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menggelar talkshow sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di ruang tunggu Stasiun Pasar Senen, Selasa (21/4). Kegiatan ini diselenggarakan bersama komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Psikolog Diah Nurayu Kusumawardani, AKP Ari Santoso, selaku Kanit 2 PPA PPO Polres Jakarta Pusat, Meinita Fitriana Sari dari Satuan Pelaksana Dinas Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jakarta Pusat, jajaran manajemen Daop 1 Jakarta, serta Vice President Corporate Communication KAI Erni Sylviane Purba.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, khususnya di lingkungan transportasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa pelecehan seksual merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami indikasi pelecehan seksual kepada petugas yang sedang berdinas,” ujar Franoto.

Lebih lanjut, Franoto menegaskan bahwa KAI tidak akan mentolerir segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan operasionalnya.

“Kami tegaskan, jangan coba-coba melakukan pelecehan seksual di lingkungan KAI. Terhadap pelaku akan diberikan sanksi tegas, mulai dari pelaporan kepada pihak kepolisian, penayangan identitas atau foto pelaku di area stasiun sebagai bentuk peringatan publik, hingga masuk dalam daftar hitam (blacklist) sehingga tidak diperkenankan menggunakan layanan kereta api dalam jangka waktu tertentu bahkan permanen,” tegasnya.

Ia menambahkan, momentum Hari Kartini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap perempuan, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam menciptakan lingkungan transportasi yang inklusif dan aman bagi seluruh pengguna jasa.

Saat ini, KAI telah melakukan berbagai upaya pencegahan pelecehan seksual, di antaranya penyediaan toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan di kereta api jarak jauh, penyediaan gerbong khusus wanita pada layanan KRL, pemasangan CCTV analytic di sejumlah titik, penyediaan kursi prioritas (female seat), pelaksanaan edukasi di stasiun dan sekolah, serta layanan pengaduan melalui Contact Center KAI 121.

Dalam sesi talkshow, para narasumber memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, langkah pencegahan, hingga mekanisme pelaporan yang dapat dilakukan baik oleh korban maupun saksi. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan keberanian masyarakat untuk bersikap dan melapor.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang terdiri dari pelanggan kereta api serta tamu undangan. Pada sesi ini, peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan pandangan terkait upaya pencegahan pelecehan seksual di ruang publik.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan petisi anti pelecehan seksual oleh para narasumber, tamu undangan, serta pelanggan di Stasiun Pasar Senen. Petisi tersebut menjadi simbol dukungan kolektif dalam menciptakan lingkungan transportasi yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelanggan sekaligus memperkuat sinergi antara KAI, komunitas, dan instansi terkait dalam mencegah serta menangani kasus pelecehan seksual di ruang publik.

Melalui kampanye ini, diharapkan tindakan pelecehan seksual di transportasi publik dapat dicegah, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan kereta api secara aman dan nyaman, baik untuk perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh.

Ke depan, KAI Daop 1 Jakarta akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, guna mewujudkan ekosistem transportasi yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

KAI Daop 1 Jakarta juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan pelanggan melalui penguatan pengawasan di area stasiun dan kereta, edukasi berkelanjutan, serta kemudahan akses pelaporan bagi masyarakat.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Libur Panjang HUT RI, Penumpang Whoosh Tembus 45.889 Orang dalam Dua Hari

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Kereta Api Dorong Mobilitas Rendah Emisi

16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KAI Siapkan 3.740 Hunian di TOD Manggarai, 1.232 Unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Menengah

16 Agustus 2026 - 01:55 WIB

KAI Catat 9.614 Tiket Promo Diskon 17% untuk Keberangkatan 17 Agustus Terjual

16 Agustus 2026 - 01:31 WIB

Sambut Libur Panjang HUT ke-81 RI, Promo Naik Whoosh Cuma Rp8.800 dan Potongan hingga Rp200.000

15 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Perjalanan KA di Sumatra Tumbuh, KAI Layani 35,26 Juta Pelanggan

15 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Trending di JALUR