Menu ✖

Mode Gelap
Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah

PERON

Peringati Hari Kartini, KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Pencegahan Pelecehan Seksual di Stasiun Pasar Senen

badge-check


 Peringati Hari Kartini, KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Pencegahan Pelecehan Seksual di Stasiun Pasar Senen Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menggelar talkshow sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di ruang tunggu Stasiun Pasar Senen, Selasa (21/4). Kegiatan ini diselenggarakan bersama komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Psikolog Diah Nurayu Kusumawardani, AKP Ari Santoso, selaku Kanit 2 PPA PPO Polres Jakarta Pusat, Meinita Fitriana Sari dari Satuan Pelaksana Dinas Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jakarta Pusat, jajaran manajemen Daop 1 Jakarta, serta Vice President Corporate Communication KAI Erni Sylviane Purba.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, khususnya di lingkungan transportasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa pelecehan seksual merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami indikasi pelecehan seksual kepada petugas yang sedang berdinas,” ujar Franoto.

Lebih lanjut, Franoto menegaskan bahwa KAI tidak akan mentolerir segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan operasionalnya.

“Kami tegaskan, jangan coba-coba melakukan pelecehan seksual di lingkungan KAI. Terhadap pelaku akan diberikan sanksi tegas, mulai dari pelaporan kepada pihak kepolisian, penayangan identitas atau foto pelaku di area stasiun sebagai bentuk peringatan publik, hingga masuk dalam daftar hitam (blacklist) sehingga tidak diperkenankan menggunakan layanan kereta api dalam jangka waktu tertentu bahkan permanen,” tegasnya.

Ia menambahkan, momentum Hari Kartini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap perempuan, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam menciptakan lingkungan transportasi yang inklusif dan aman bagi seluruh pengguna jasa.

Saat ini, KAI telah melakukan berbagai upaya pencegahan pelecehan seksual, di antaranya penyediaan toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan di kereta api jarak jauh, penyediaan gerbong khusus wanita pada layanan KRL, pemasangan CCTV analytic di sejumlah titik, penyediaan kursi prioritas (female seat), pelaksanaan edukasi di stasiun dan sekolah, serta layanan pengaduan melalui Contact Center KAI 121.

Dalam sesi talkshow, para narasumber memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, langkah pencegahan, hingga mekanisme pelaporan yang dapat dilakukan baik oleh korban maupun saksi. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan keberanian masyarakat untuk bersikap dan melapor.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang terdiri dari pelanggan kereta api serta tamu undangan. Pada sesi ini, peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan pandangan terkait upaya pencegahan pelecehan seksual di ruang publik.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan petisi anti pelecehan seksual oleh para narasumber, tamu undangan, serta pelanggan di Stasiun Pasar Senen. Petisi tersebut menjadi simbol dukungan kolektif dalam menciptakan lingkungan transportasi yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelanggan sekaligus memperkuat sinergi antara KAI, komunitas, dan instansi terkait dalam mencegah serta menangani kasus pelecehan seksual di ruang publik.

Melalui kampanye ini, diharapkan tindakan pelecehan seksual di transportasi publik dapat dicegah, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan kereta api secara aman dan nyaman, baik untuk perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh.

Ke depan, KAI Daop 1 Jakarta akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, guna mewujudkan ekosistem transportasi yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

KAI Daop 1 Jakarta juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan pelanggan melalui penguatan pengawasan di area stasiun dan kereta, edukasi berkelanjutan, serta kemudahan akses pelaporan bagi masyarakat.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Trending di PERISTIWA