Menu ✖

Mode Gelap
Pelanggaran Dokumen masih Mendominasi pada Angkutan Barang Ditjen Hubdat Siapkan Strategi Antisipasi Potensi Kecelakaan saat Libur Nataru Danrem 182/JO dan Ketua Persit Kunjungi Kodim 1806/Teluk Bintuni, Tekankan Soliditas dan Profesionalisme Prajurit Ditjen Hubla Revalidasi Kompetensi Marine Inspector Jelang Nataru KAI Siapkan 250 Hunian di Senen untuk Warga yang Tinggal di Bantaran Rel, 181 Unit Masih Kosong Danantara Tinjau Hunian Senen, Siapkan Fasilitas Olahraga dan Relokasi Warga Bantaran Rel

PERON

Perkuat Layanan Digital Berbasis Satelit di Pelabuhan Korido, Ditjen Hubla Gandeng PSN

badge-check


 Kerja sama Kemenhub dan PSN Perbesar

Kerja sama Kemenhub dan PSN

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan penguatan layanan digital di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) melalui pemanfaatan teknologi satelit.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) di Ruang Sriwijaya, Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Penandatanganan tersebut dilakukan Kepala Kantor UPP Kelas III Korido Willem Thobias Fofid, dan Direktur PT Pasifik Satelit Nusantara, Heru Dwi Kartono, disaksikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

Dirjen Masyhud menegaskan, kerja sama ini merupakan momentum bersejarah karena menjadi kolaborasi pertama di lingkungan Ditjen Hubla yang memanfaatkan teknologi satelit mutakhir untuk digitalisasi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, khususnya di wilayah 3TP.

“Pelabuhan Korido memiliki peran strategis di Kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi. Namun, tantangan geografis seringkali menjadi kendala dalam akses teknologi informasi,” jelasnya.

Melalui sinergi ini, dia berharap kendala seperti keterbatasan sinyal yang menghambat pelaporan administrasi kapal dan pelabuhan dapat segera teratasi.

“Manfaat nyata dari sistem ini adalah terciptanya efisiensi operasional yang maksimal dan transparansi data secara real-time langsung dari perbatasan Pasifik ke pusat data nasional,” kata dia.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor UPP Korido, Willem Thobias, menyampaikan sinergi ini adalah jawaban atas tantangan keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan.

“Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergitas layanan digitalisasi kepelabuhanan dan angkutan di perairan. Pemanfaatan teknologi satelit diharapkan mampu menghadirkan konektivitas digital yang andal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial,” urainya.

Dia menjabarkan, penguatan kedaulatan digital dan data serta informasi menjadi aspek yang sangat penting.

Data pergerakan kapal, aktivitas pelabuhan, serta layanan angkutan laut merupakan aset strategis negara yang harus dikelola secara aman, terintegrasi, dan berdaulat.

“Melalui kerja sama ini, kita berharap sistem layanan menjadi lebih lancar tanpa terkendala permasalahan jaringan,” imbuh dia.

Sementara itu, Direktur PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Heru Dwi Kartono, menyatakan komitmennya untuk mendukung kedaulatan data nasional melalui infrastruktur satelit yang dimiliki perusahaan.

“Kerja sama ini bagi kami merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital, khususnya di sektor maritim lebih khusus lagi dalam meningkatkan kualitas layanan pelabuhan di wilayah 3TP. Sebagai perusahaan yang bergerak di layanan telekomunikasi dan konektivitas, kami meyakini bahwa akses komunikasi merupakan fondasi penting bagi efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, dan kedaulatan data nasional,” urai Heru.

Dia berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan. Melalui kerja sama ini pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan.

“Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Dengan adanya integrasi satelit ini, Ditjen Hubla optimistis penguatan kedaulatan data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan akan semakin aman dan terintegrasi, sekaligus memperkuat aspek pengawasan serta keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Siapkan 250 Hunian di Senen untuk Warga yang Tinggal di Bantaran Rel, 181 Unit Masih Kosong

3 November 2026 - 12:09 WIB

Danantara Tinjau Hunian Senen, Siapkan Fasilitas Olahraga dan Relokasi Warga Bantaran Rel

3 November 2026 - 11:48 WIB

Danantara Siapkan Lapangan Mini Soccer di Hunian Senen, KAI Data Warga Bantaran Rel untuk Direlokasi

3 November 2026 - 11:39 WIB

Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

2 November 2026 - 19:28 WIB

Naik Kereta Saat Hamil Ada Aturannya, KAI Wajibkan Surat Kesehatan dan Pendamping

2 November 2026 - 10:46 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA

1 November 2026 - 17:22 WIB

Percaya Diri dan Disiplin Antar Andika Ageng Pamungkas Terpilih Jadi Spark KAI Services Oktober 2026

1 November 2026 - 06:55 WIB

Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru

31 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Bukan Sekadar Transportasi Murah, Ini Alasan Commuter Line Jadi Pilihan Warga

31 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Trending di PERON