Menu

Mode Gelap
KAI Tingkatkan Kenyamanan KA Rajabasa, Gunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli Siap Gulirkan 40 Tahun KPR Subsidi: Cicilan Ringan, Beban Panjang? Silaturahmi Tahun Baru Islam 1447 H, KNG Raya Cabang Bogor Pererat Persaudaraan Antaranggota Pasca Gempa PSI Sulteng Kirim 1.500 Paket Bantuan ke Kabupaten Sigi IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir Momentum Hari Dermaga Nasional, Melihat Infrastruktur Andal Pelabuhan Ciwandan Sebagai Penopang Simpul Logistik Nasional

PERON

Perkuat Layanan Digital Berbasis Satelit di Pelabuhan Korido, Ditjen Hubla Gandeng PSN

badge-check


 Kerja sama Kemenhub dan PSN Perbesar

Kerja sama Kemenhub dan PSN

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan penguatan layanan digital di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) melalui pemanfaatan teknologi satelit.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) di Ruang Sriwijaya, Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Penandatanganan tersebut dilakukan Kepala Kantor UPP Kelas III Korido Willem Thobias Fofid, dan Direktur PT Pasifik Satelit Nusantara, Heru Dwi Kartono, disaksikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

Dirjen Masyhud menegaskan, kerja sama ini merupakan momentum bersejarah karena menjadi kolaborasi pertama di lingkungan Ditjen Hubla yang memanfaatkan teknologi satelit mutakhir untuk digitalisasi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, khususnya di wilayah 3TP.

“Pelabuhan Korido memiliki peran strategis di Kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi. Namun, tantangan geografis seringkali menjadi kendala dalam akses teknologi informasi,” jelasnya.

Melalui sinergi ini, dia berharap kendala seperti keterbatasan sinyal yang menghambat pelaporan administrasi kapal dan pelabuhan dapat segera teratasi.

“Manfaat nyata dari sistem ini adalah terciptanya efisiensi operasional yang maksimal dan transparansi data secara real-time langsung dari perbatasan Pasifik ke pusat data nasional,” kata dia.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor UPP Korido, Willem Thobias, menyampaikan sinergi ini adalah jawaban atas tantangan keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan.

“Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergitas layanan digitalisasi kepelabuhanan dan angkutan di perairan. Pemanfaatan teknologi satelit diharapkan mampu menghadirkan konektivitas digital yang andal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial,” urainya.

Dia menjabarkan, penguatan kedaulatan digital dan data serta informasi menjadi aspek yang sangat penting.

Data pergerakan kapal, aktivitas pelabuhan, serta layanan angkutan laut merupakan aset strategis negara yang harus dikelola secara aman, terintegrasi, dan berdaulat.

“Melalui kerja sama ini, kita berharap sistem layanan menjadi lebih lancar tanpa terkendala permasalahan jaringan,” imbuh dia.

Sementara itu, Direktur PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Heru Dwi Kartono, menyatakan komitmennya untuk mendukung kedaulatan data nasional melalui infrastruktur satelit yang dimiliki perusahaan.

“Kerja sama ini bagi kami merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital, khususnya di sektor maritim lebih khusus lagi dalam meningkatkan kualitas layanan pelabuhan di wilayah 3TP. Sebagai perusahaan yang bergerak di layanan telekomunikasi dan konektivitas, kami meyakini bahwa akses komunikasi merupakan fondasi penting bagi efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, dan kedaulatan data nasional,” urai Heru.

Dia berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan. Melalui kerja sama ini pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan.

“Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Dengan adanya integrasi satelit ini, Ditjen Hubla optimistis penguatan kedaulatan data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan akan semakin aman dan terintegrasi, sekaligus memperkuat aspek pengawasan serta keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Tingkatkan Kenyamanan KA Rajabasa, Gunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli

18 Juni 2026 - 00:53 WIB

KAI Commuter dan Coca-Cola Hadirkan Instalasi Tematik FIFA World Cup 2026 di KRL

17 Juni 2026 - 15:07 WIB

KAI Layani 24,37 Juta Pelanggan Kereta Api sampai Mei 2026, Hubungkan Pusat Ekonomi, Pendidikan, Wisata, hingga Keluarga di Jawa serta Sumatra

17 Juni 2026 - 14:16 WIB

Libur Tahun Baru Islam, Penjualan Tiket Whoosh Tembus 10.736, Arus Balik Bandung-Jakarta Mulai Terlihat

17 Juni 2026 - 09:00 WIB

KAI Perkuat Peran Rel Sumatera Selatan, Layani 2,31 Juta Penumpang dan 11,66 Juta Ton Barang

17 Juni 2026 - 06:58 WIB

KAI Angkut 26,49 Juta Ton Barang, Perkuat Efisiensi Logistik Nasional

17 Juni 2026 - 04:35 WIB

Penumpang Stasiun Ngunut Naik 11,73 Persen, KAI Sebut Tetap Jadi Andalan Mobilitas Warga

16 Juni 2026 - 22:31 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta, KAI Services Dukung Bersih Lintas Pasar Senen-Gang Sentiong

16 Juni 2026 - 10:56 WIB

Layanan Kereta dan LRT Terhubung Bandara KAI Group Jadi Pilihan, Layani 6,9 Juta Pelanggan

16 Juni 2026 - 10:50 WIB

Sumatera Barat dalam Peta Besar Konektivitas Rel Sumatra, Jejak Rel Tua yang Masih Melayani Masyarakat

16 Juni 2026 - 10:44 WIB

Trending di PERON