Menu

Mode Gelap
Menuju Ekosistem Ekonomi Blockchain, Kota Bandung Siapkan 475 Angkot KLG Gratis Layanan TransJakarta Dijual Rp500 Ribu di Sosmed? Kemenkraf Gelar Bazar Sinema Rakyat Seharian di GOS Takengon Tanoh Gayo Siap Lahirkan Sineas Muda, Kemenkraf Gelar Workshop Sinema Rakyat di Takengon KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis AMPB Setiap Hari Demo Bank Mandiri, Sebagian Besar Warganet tidak Simpati Lagi

PERON

Kereta Petani dan Pedagang KAI Dimanfaatkan 35.843 Penumpang, Dukung Perputaran Ekonomi Rakyat

badge-check


 Kereta Petani dan Pedagang KAI Dimanfaatkan 35.843 Penumpang, Dukung Perputaran Ekonomi Rakyat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menghadirkan layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak serta pada KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen pergi pulang.

Secara keseluruhan, layanan tersebut telah dimanfaatkan oleh 35.843 pelanggan. Jumlah itu terdiri atas 35.661 pelanggan di lintas Rangkasbitung–Merak sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 29 Juli 2026, serta 182 pelanggan pada KA Cikuray sejak 11 Juni hingga 26 Juli 2026.

Khusus sepanjang 1 Januari hingga 29 Juli 2026, Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 31.546 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan tersebut membantu masyarakat membawa hasil pertanian, bahan pangan, produk usaha rumahan, dan barang dagangan menuju pasar maupun pusat kegiatan ekonomi.

“Setiap perjalanan membawa cerita tentang usaha dan penghidupan keluarga. Ada hasil kebun yang akan dijual, barang dagangan yang akan dipasarkan, serta harapan agar usaha dapat terus berjalan,” ujar Anne.

Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak dapat digunakan dengan tarif Rp3.000 untuk satu kali perjalanan. Sementara itu, KA Cikuray relasi terjauh Garut–Pasarsenen memiliki tarif Rp45.000.

Keterjangkauan tarif tersebut didukung Pemerintah melalui skema Public Service Obligation atau PSO. Kebijakan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap memperoleh layanan transportasi yang aman, terjadwal, dan sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.

KAI mengapresiasi perhatian Pemerintah terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya kelompok yang menjalankan aktivitas ekonomi harian. Melalui PSO, transportasi publik hadir sebagai bagian dari kebijakan pelayanan yang membantu masyarakat terhubung dengan pasar, tempat bekerja, pusat pendidikan, dan sumber penghidupan.

“Dukungan Pemerintah melalui PSO memiliki arti besar bagi masyarakat. Tarif yang terjangkau membantu petani, pedagang, pekerja, pelajar, dan pelaku usaha kecil menjalankan aktivitasnya dengan biaya perjalanan yang lebih terkendali,” kata Anne.

Bagi petani dan pedagang, penghematan biaya perjalanan dapat memberikan dampak langsung terhadap usaha. Dana yang dapat ditekan dari sisi transportasi bisa dialihkan untuk membeli bahan baku, menambah modal, menjaga kualitas produk, atau memenuhi kebutuhan keluarga.

Di lintas Rangkasbitung–Merak, layanan ini menghubungkan kawasan permukiman, sentra produksi, pasar tradisional, serta pusat kegiatan ekonomi di wilayah Banten. Sementara itu, penyediaan ruang bagi petani dan pedagang pada KA Cikuray memperluas manfaat layanan dari Garut menuju sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga Jakarta.

Layanan tersebut juga menyediakan ruang yang lebih sesuai bagi pelanggan untuk menempatkan barang bawaan sesuai ketentuan. Penataan ini membantu perjalanan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

Bagi pelanggan yang membawa hasil pertanian dan bahan pangan, kepastian jadwal perjalanan memiliki nilai ekonomi tersendiri. Waktu keberangkatan dan kedatangan yang terencana membantu pelanggan memperkirakan waktu tiba di pasar serta menjaga kualitas komoditas yang dibawa.

Penggunaan kereta api juga dapat mengurangi kebutuhan berganti kendaraan berkali-kali. Hal tersebut membantu menekan biaya tambahan, mengurangi tenaga yang dibutuhkan saat membawa barang, serta menurunkan risiko kerusakan komoditas selama perjalanan.

Anne menambahkan, manfaat layanan ini turut dirasakan oleh wilayah yang dilalui. Aktivitas pelanggan dapat mendukung perputaran ekonomi di sekitar stasiun, mulai dari angkutan lanjutan, warung, pasar lokal, hingga berbagai usaha masyarakat lainnya.

“Kereta Petani dan Pedagang menunjukkan bagaimana kebijakan Pemerintah dan pelayanan KAI dapat saling melengkapi dalam mendukung ekonomi masyarakat. KAI akan terus menjaga kualitas layanan agar manfaatnya semakin luas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tutup Anne.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan

17 September 2026 - 14:53 WIB

KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp

17 September 2026 - 14:39 WIB

Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

17 September 2026 - 13:54 WIB

KAI Commuter Resmi Kelola KA Bandara YIA, Nama Layanan Berubah Jadi Commuter Line

17 September 2026 - 09:11 WIB

Jelang HUT ke-81 KAI, Menelusuri Jejak Jalur SCS yang Membentuk Kota-Kota Pantura

17 September 2026 - 06:41 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Buka Lomba Fotografi HUT ke-81, Pendaftaran hingga 21 September

16 September 2026 - 18:33 WIB

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8.000 Berlaku 8 Hari

16 September 2026 - 17:52 WIB

Semakin Ramah Lingkungan, KAI Gunakan 68.501 Bantalan Sintetis untuk Dukung Keandalan Jalur Rel

16 September 2026 - 17:41 WIB

KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas

16 September 2026 - 16:05 WIB

Trending di PERON