Menu

Mode Gelap
Semua Boleh Tepuk Tangan, Tapi Bandara Butuh Ekosistem Syahrial Abadi, Sang Inisiator Jembatan Enang-Enang, Sakit; Ratusan Warga Panjatkan Doa Kesembuhan Di Mandailing Natal Pesawat Sudah Mendarat, Apakah Ekosistem Siap Terbang? 178 Juta Perjalanan Commuter Line, Mengantar Harapan Jutaan Pencari Nafkah di Jabodetabek Kembangkan Transportasi Ramah Lingkungan, KCIC Gunakan Biodiesel B40 untuk Kereta Perawatan SPEARS Band Tampil Memukau, Sound Of Campus Bekasi Jadi Ruang Ekspresi Musisi Muda

PERON

Kereta Petani dan Pedagang KAI Dimanfaatkan 35.843 Penumpang, Dukung Perputaran Ekonomi Rakyat

badge-check


 Kereta Petani dan Pedagang KAI Dimanfaatkan 35.843 Penumpang, Dukung Perputaran Ekonomi Rakyat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menghadirkan layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak serta pada KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen pergi pulang.

Secara keseluruhan, layanan tersebut telah dimanfaatkan oleh 35.843 pelanggan. Jumlah itu terdiri atas 35.661 pelanggan di lintas Rangkasbitung–Merak sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 29 Juli 2026, serta 182 pelanggan pada KA Cikuray sejak 11 Juni hingga 26 Juli 2026.

Khusus sepanjang 1 Januari hingga 29 Juli 2026, Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 31.546 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan tersebut membantu masyarakat membawa hasil pertanian, bahan pangan, produk usaha rumahan, dan barang dagangan menuju pasar maupun pusat kegiatan ekonomi.

“Setiap perjalanan membawa cerita tentang usaha dan penghidupan keluarga. Ada hasil kebun yang akan dijual, barang dagangan yang akan dipasarkan, serta harapan agar usaha dapat terus berjalan,” ujar Anne.

Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak dapat digunakan dengan tarif Rp3.000 untuk satu kali perjalanan. Sementara itu, KA Cikuray relasi terjauh Garut–Pasarsenen memiliki tarif Rp45.000.

Keterjangkauan tarif tersebut didukung Pemerintah melalui skema Public Service Obligation atau PSO. Kebijakan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap memperoleh layanan transportasi yang aman, terjadwal, dan sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.

KAI mengapresiasi perhatian Pemerintah terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya kelompok yang menjalankan aktivitas ekonomi harian. Melalui PSO, transportasi publik hadir sebagai bagian dari kebijakan pelayanan yang membantu masyarakat terhubung dengan pasar, tempat bekerja, pusat pendidikan, dan sumber penghidupan.

“Dukungan Pemerintah melalui PSO memiliki arti besar bagi masyarakat. Tarif yang terjangkau membantu petani, pedagang, pekerja, pelajar, dan pelaku usaha kecil menjalankan aktivitasnya dengan biaya perjalanan yang lebih terkendali,” kata Anne.

Bagi petani dan pedagang, penghematan biaya perjalanan dapat memberikan dampak langsung terhadap usaha. Dana yang dapat ditekan dari sisi transportasi bisa dialihkan untuk membeli bahan baku, menambah modal, menjaga kualitas produk, atau memenuhi kebutuhan keluarga.

Di lintas Rangkasbitung–Merak, layanan ini menghubungkan kawasan permukiman, sentra produksi, pasar tradisional, serta pusat kegiatan ekonomi di wilayah Banten. Sementara itu, penyediaan ruang bagi petani dan pedagang pada KA Cikuray memperluas manfaat layanan dari Garut menuju sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga Jakarta.

Layanan tersebut juga menyediakan ruang yang lebih sesuai bagi pelanggan untuk menempatkan barang bawaan sesuai ketentuan. Penataan ini membantu perjalanan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

Bagi pelanggan yang membawa hasil pertanian dan bahan pangan, kepastian jadwal perjalanan memiliki nilai ekonomi tersendiri. Waktu keberangkatan dan kedatangan yang terencana membantu pelanggan memperkirakan waktu tiba di pasar serta menjaga kualitas komoditas yang dibawa.

Penggunaan kereta api juga dapat mengurangi kebutuhan berganti kendaraan berkali-kali. Hal tersebut membantu menekan biaya tambahan, mengurangi tenaga yang dibutuhkan saat membawa barang, serta menurunkan risiko kerusakan komoditas selama perjalanan.

Anne menambahkan, manfaat layanan ini turut dirasakan oleh wilayah yang dilalui. Aktivitas pelanggan dapat mendukung perputaran ekonomi di sekitar stasiun, mulai dari angkutan lanjutan, warung, pasar lokal, hingga berbagai usaha masyarakat lainnya.

“Kereta Petani dan Pedagang menunjukkan bagaimana kebijakan Pemerintah dan pelayanan KAI dapat saling melengkapi dalam mendukung ekonomi masyarakat. KAI akan terus menjaga kualitas layanan agar manfaatnya semakin luas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tutup Anne.(fahmi)

Baca Lainnya

178 Juta Perjalanan Commuter Line, Mengantar Harapan Jutaan Pencari Nafkah di Jabodetabek

1 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Kembangkan Transportasi Ramah Lingkungan, KCIC Gunakan Biodiesel B40 untuk Kereta Perawatan

1 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Akses ke Gambir Berpotensi Padat, KAI Tambah Pemberhentian 13 KA di Jatinegara

1 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Bermain Sepak Bola di Area Jalur Kereta Dilarang, KAI: Risikonya Sangat Tinggi

31 Juli 2026 - 22:48 WIB

Wisatawan Asing Pengguna Kereta Api Daop 1 Jakarta Tembus 664 Ribu, Gambir jadi Stasiun Favorit

31 Juli 2026 - 17:13 WIB

Intip Spesifikasi Nusantara Explorer, Kereta Mewah KAI yang Segera Bisa Dinaiki Masyarakat

31 Juli 2026 - 08:43 WIB

Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Perkuat Transportasi dan Pelestarian Cagar Budaya

30 Juli 2026 - 21:16 WIB

KAI Perkenalkan Nusantara Explorer, Kereta Wisata dengan Kabin Tidur dan Grand Restaurant

30 Juli 2026 - 21:07 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Wisata Gagasan Presiden Prabowo untuk Dukung Pariwisata

30 Juli 2026 - 16:43 WIB

Marak Penipuan Berkedok Whoosh, KCIC Minta Pembelian Tiket Hanya di Kanal Resmi

30 Juli 2026 - 09:58 WIB

Trending di PERON